Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Asal Usul Julukan Furap yang Viral, Dimulai dari Erika Carlina

    6 April 2026

    Kemeriahan Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik, Harapan Jadi Cagar Budaya WBTBI

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 7 April 2026
    Trending
    • Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan
    • Asal Usul Julukan Furap yang Viral, Dimulai dari Erika Carlina
    • Kemeriahan Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik, Harapan Jadi Cagar Budaya WBTBI
    • BNNP Sulsel Selidiki Peredaran Narkoba di Lapas
    • Pneumonia Tanpa Batuk? Ini Fakta Pentingnya
    • Remaja Terkena Glaukoma Akibat Konsumsi Manis, Waspadai Pola Makan!
    • 7 resep marinasi ayam lezat untuk buka puasa
    • Dari Tasikmalaya ke Lumpinee: Delfan ‘Kancil’ Bawa Mimpi Ayah ke ONE Championship
    • Jadwal Kapal Pelni KM Gunung Dempo 1-21 April 2026, Berangkat dari Sorong Tanggal 1, 11, 15
    • Deretan Artis Pemenang Perang Melawan Endometriosis
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Lari Pasca Persalinan, 7 Hal Penting yang Harus Diketahui

    Lari Pasca Persalinan, 7 Hal Penting yang Harus Diketahui

    adm_imradm_imr17 Februari 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kembali Berlari Setelah Melahirkan: Tips Penting untuk Ibu Baru

    Banyak ibu baru merasa ingin segera kembali berlari setelah melahirkan. Mereka ingin keluar rumah, menikmati udara segar, dan merasakan kembali ritme langkah mereka setelah berbulan-bulan fokus pada kehamilan dan bayi. Namun, meski semangat sudah membara, tubuh mungkin belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan lari yang intens.

    Lari pascamelahirkan bukan hanya tentang niat dan stamina, tetapi juga tentang memahami tubuh yang sedang beradaptasi. Perubahan hormon, otot panggul yang melemah, serta kebutuhan cairan yang meningkat bisa memengaruhi cara kamu berlari dan seberapa cepat kamu bisa pulih. Sebelum buru-buru memakai sepatu lari, penting untuk memahami beberapa hal penting agar kamu bisa kembali aktif dengan aman dan nyaman.

    1. Kapan Bisa Mulai Lari Lagi Setelah Melahirkan?

    Sebagian besar perempuan baru siap berlari sekitar 12 minggu setelah melahirkan. Sebelum itu, disarankan untuk melakukan pemulihan aktif agar tubuh siap menerima beban dan intensitas tinggi. Setelah mendapat izin dari dokter atau fisioterapis panggul, kamu bisa memulai latihan rehabilitasi ringan.

    Sekitar enam minggu pascamelahirkan, intensitas latihan boleh ditingkatkan sedikit demi sedikit, idealnya dengan pendampingan fisioterapis spesialis panggul. Sebelum enam minggu, fokuslah pada latihan dasar otot panggul, pernapasan, dan aktivasi otot inti ringan. Jangan dulu berlari jika masih ada masalah di area panggul saat berjalan.

    Setiap perempuan memiliki waktu pemulihan berbeda, tergantung kondisi tubuh dan proses persalinan yang dialami.

    2. Otot Panggul Butuh Perhatian Ekstra

    Otot panggul adalah penopang utama organ dalam seperti rahim dan usus. Selama kehamilan dan persalinan, otot ini bisa meregang dan melemah. Kalau tidak direhabilitasi dengan benar, bisa timbul berbagai masalah seperti nyeri otot, cedera, bahkan inkontinensia.

    Latihan yang bisa membantu memperkuat area ini antara lain:

    • Pelvic tilt (mengangkat panggul saat berbaring).
    • Squat ringan setelah tubuh mulai pulih.
    • Kegel, dilakukan dua set sehari dengan 10 kali kontraksi, tahan beberapa detik setiap kali.
    • Kelas yoga pascapersalinan juga bisa menjadi pilihan bagus karena fokus pada pemulihan otot inti dan panggul.

    3. Haus Berlebihan Itu Normal



    Bagi ibu menyusui, rasa haus memang meningkat karena tubuh membutuhkan cairan untuk memproduksi ASI. Namun, saat mulai berlari, kebutuhan air meningkat berkali lipat. Kamu bisa mengikuti aturan sederhana ini untuk mencukupi kebutuhan cairan:

    • Minum delapan gelas air setiap hari.
    • Tambahkan satu gelas setiap kali menyusui.
    • Setelah berolahraga, minum 2–3 gelas air tambahan.

    Kalau kamu aktif berlari atau melakukan latihan kardio, kebutuhan air bisa mencapai tiga kali lipat dibanding sebelum punya bayi. Jadi, jangan tunggu haus baru minum!

    4. Tanda-Tanda Kalau Tubuh Belum Siap Berlari

    Terlalu cepat memaksakan diri bisa memperparah kondisi tubuh dan memperlambat pemulihan. Kamu perlu menunda dulu jika mengalami hal-hal berikut:

    • Rasa berat di area panggul.
    • Nyeri panggul atau punggung bawah.
    • Inkontinensia urine atau tinja.
    • Perdarahan vagina yang muncul kembali.
    • Luka operasi caesar atau robekan belum pulih sempurna.
    • Perasaan lelah ekstrem atau cemas berlebihan soal berat badan.

    5. Mulai Secara Bertahap

    Saat tubuh mulai terasa siap, jangan langsung lari jauh atau cepat. Mulailah dengan interval ringan:

    • Lari 30 detik, lalu jalan 4–5 menit.
    • Ulangi 4–5 kali.
    • Setiap minggu, perpanjang durasi lari sedikit demi sedikit hingga kamu bisa lari 15 menit tanpa henti. Setelah itu, kamu bisa menambah waktu sesuai kemampuan tubuhmu.

    6. Kapan Harus Berhenti Berlari



    Kalau kamu mulai berlari pascamelahirkan dan merasakan beberapa gejala tertentu, itu tanda tubuhmu belum siap dan sebaiknya segera hentikan dulu aktivitas lari. Tubuh memerlukan waktu untuk pulih, dan memaksakan diri justru bisa memperparah kondisi.

    Berikut tanda-tanda bahwa kamu perlu berhenti berlari dan berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis panggul sebelum melanjutkan program latihan:

    • Inkontinensia urine atau feses: muncul kebocoran saat berlari, bersin, atau batuk.
    • Perdarahan vagina: terutama jika darah keluar kembali setelah sebelumnya berhenti.
    • Rasa sakit, tekanan, atau berat di area vagina atau perineum.
    • Nyeri sendi atau otot: khususnya di pinggul, punggung bawah, atau lutut.

    7. Ukuran Sepatu Bisa Berubah

    Selama hamil, hormon relaksin membuat sendi dan ligamen lebih lentur, termasuk di telapak kaki. Akibatnya, lengkungan kaki bisa menurun dan kaki menjadi sedikit lebih lebar. Jadi, jangan heran kalau sepatu lari lamamu terasa sempit.

    Perubahan bentuk kaki ini bisa permanen, walau hanya berubah beberapa milimeter. Maka, cobalah ke toko sepatu khusus pelari dan minta staf mengukur ulang kakimu agar mendapatkan sepatu dengan ukuran dan dukungan yang tepat.

    Lari setelah melahirkan memang bisa jadi cara ampuh untuk mengembalikan kebugaran dan semangat, tetapi kuncinya adalah kesabaran dan perhatian pada tubuh sendiri. Dengarkan sinyal tubuh, jangan memaksa, dan beri waktu bagi otot-otot panggul serta inti tubuh untuk pulih sempurna. Dengan langkah perlahan dan latihan yang benar, kamu akan bisa kembali berlari dengan nyaman, tanpa rasa sakit, tanpa stres, dan tentu saja, dengan rasa bangga karena berhasil melewati fase pemulihan dengan bijak.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Remaja Terkena Glaukoma Akibat Konsumsi Manis, Waspadai Pola Makan!

    By adm_imr6 April 20261 Views

    7 Larangan Saat Terinfeksi Campak, Jangan Lakukan Ini!

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Apakah stres memengaruhi kecepatan ejakulasi?

    By adm_imr6 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Asal Usul Julukan Furap yang Viral, Dimulai dari Erika Carlina

    6 April 2026

    Kemeriahan Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik, Harapan Jadi Cagar Budaya WBTBI

    6 April 2026

    BNNP Sulsel Selidiki Peredaran Narkoba di Lapas

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?