Pengertian Boundaries dan Pentingnya Menetapkan Batasan
Kata “boundaries” atau “batasan” sering digunakan dalam berbagai konteks, terutama di kalangan pemuda di Riau, baik dalam percakapan sehari-hari maupun media sosial. Namun, tidak semua orang memahami arti sebenarnya dari istilah ini. Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap tentang arti boundaries, tujuannya, ciri-ciri batasan yang sehat, tanda-tanda batasan yang tidak sehat, serta contoh-contoh yang relevan.
Arti Kata Boundaries
Secara harfiah, boundaries berasal dari bahasa Inggris dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “batasan”. Dalam konteks psikologi dan hubungan interpersonal, boundaries merujuk pada garis batas yang kita tetapkan untuk melindungi diri sendiri dari pengaruh negatif orang lain. Batasan ini bisa bersifat fisik, emosional, mental, seksual, finansial, waktu, atau sosial.
Berikut penjelasan lebih rinci mengenai jenis-jenis boundaries:
- Fisik: Berkaitan dengan ruang pribadi, sentuhan, dan batasan tubuh. Contohnya: menentukan seberapa dekat seseorang boleh berdiri di sebelah Anda atau menolak sentuhan tanpa izin.
- Emosional: Berkaitan dengan perasaan dan tanggung jawab emosional. Contohnya: tidak bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain atau menetapkan batasan tentang topik pembicaraan yang tidak ingin dibahas.
- Mental: Berkaitan dengan pikiran, keyakinan, dan nilai-nilai. Contohnya: memiliki hak untuk berbeda pendapat atau tidak membiarkan orang lain memaksakan keyakinan mereka kepada Anda.
- Seksual: Berkaitan dengan aktivitas seksual dan penghormatan terhadap tubuh. Contohnya: memiliki hak untuk menolak aktivitas seksual apa pun.
- Finansial/Material: Berkaitan dengan uang, barang, dan sumber daya. Contohnya: menetapkan batasan tentang seberapa banyak uang yang ingin Anda pinjamkan.
- Waktu: Berkaitan dengan bagaimana Anda menghabiskan waktu. Contohnya: menolak permintaan yang tidak sesuai dengan prioritas Anda.
- Digital: Berkaitan dengan privasi dan interaksi online. Contohnya: menetapkan batasan tentang seberapa banyak waktu yang ingin Anda habiskan di media sosial.
Tujuan Boundaries
Boundaries memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:
- Melindungi Diri: Mencegah eksploitasi, manipulasi, dan pelecehan.
- Menjaga Harga Diri: Membantu Anda menghargai diri sendiri dan mempertahankan identitas.
- Meningkatkan Hubungan: Membangun hubungan yang saling menghormati dan dipenuhi rasa percaya.
- Mengurangi Stres: Membantu mengelola tekanan dengan membatasi tuntutan yang berlebihan.
- Meningkatkan Kualitas Hidup: Membuat hidup lebih seimbang dan otentik.
Ciri-Ciri Boundaries Sehat
Berikut ciri-ciri batasan yang sehat:
- Jelas dan Konsisten: Mudah dipahami dan ditegakkan.
- Fleksibel: Dapat disesuaikan dengan situasi dan orang yang berbeda.
- Sesuai dengan Nilai-Nilai: Sesuai dengan prinsip pribadi.
- Dikomunikasikan dengan Jelas: Disampaikan dengan tegas dan sopan.
- Ditegakkan: Ditegakkan secara konsisten dan tegas.
Tanda-Tanda Boundaries Tidak Sehat
Beberapa tanda bahwa boundaries tidak sehat adalah:
- Kesulitan Mengatakan Tidak: Merasa bersalah saat menolak permintaan orang lain.
- Merasa Bertanggung Jawab atas Perasaan Orang Lain: Percaya bahwa Anda harus membuat orang lain bahagia.
- Membiarkan Orang Lain Melanggar Ruang Pribadi: Tidak memperhatikan batasan tubuh atau ruang pribadi.
- Over-Sharing: Berbagi informasi pribadi terlalu banyak.
- Kesulitan Menerima Kritik: Merasa sangat tersinggung saat menerima kritik.
- Sering Merasa Dimanfaatkan: Merasa orang lain selalu memanfaatkan Anda.
- Mengabaikan Kebutuhan Sendiri: Mengabaikan kebutuhan pribadi demi orang lain.
- Kesulitan Menetapkan Prioritas: Sulit menentukan kebutuhan utama.
- Merasa Bersalah Saat Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri: Merasa bersalah jika melakukan hal-hal yang menyenangkan.
- Mudah Dipengaruhi: Mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain.
Contoh Boundaries Sehat dan Tidak Sehat
Berikut contoh-contoh batasan sehat dan tidak sehat dalam berbagai aspek kehidupan:
1. Boundaries Fisik
- Sehat:
- Menentukan jarak yang nyaman dengan orang lain.
- Menolak sentuhan tanpa izin.
- Memiliki ruang pribadi.
- Tidak Sehat:
- Membiarkan orang lain menyentuh Anda tanpa izin.
- Tidak memiliki ruang pribadi.
2. Boundaries Emosional
- Sehat:
- Tidak bertanggung jawab atas perasaan orang lain.
- Menetapkan batasan tentang topik pembicaraan.
- Tidak Sehat:
- Merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain.
- Berbagi terlalu banyak informasi pribadi.
3. Boundaries Mental
- Sehat:
- Memiliki pendapat sendiri.
- Menghormati pendapat orang lain.
- Tidak Sehat:
- Merasa perlu menyetujui semua orang.
- Tidak berpikir kritis.
4. Boundaries Waktu
- Sehat:
- Mengatakan tidak terhadap permintaan yang tidak sesuai.
- Meluangkan waktu untuk diri sendiri.
- Tidak Sehat:
- Membiarkan orang lain mengendalikan waktu Anda.
- Merasa bersalah saat meluangkan waktu untuk diri sendiri.
5. Boundaries Finansial
- Sehat:
- Menetapkan batasan tentang seberapa banyak uang yang ingin Anda pinjamkan.
- Menghormati properti orang lain.
- Tidak Sehat:
- Membiarkan orang lain memanfaatkan Anda secara finansial.
- Bekerja terlalu keras tanpa kompensasi yang layak.
6. Boundaries Sosial
- Sehat:
- Memilih dengan siapa Anda ingin berhubungan.
- Menghindari orang-orang toksik.
- Tidak Sehat:
- Merasa berkewajiban untuk menghabiskan waktu dengan orang yang tidak Anda sukai.
- Selalu mengutamakan kebutuhan orang lain.
7. Boundaries Digital
- Sehat:
- Menetapkan batasan tentang waktu di media sosial.
- Melindungi privasi online.
- Tidak Sehat:
- Menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial.
- Berbagi informasi pribadi dengan sembarang orang.
Cara Menetapkan dan Mempertahankan Boundaries
Berikut langkah-langkah untuk menetapkan dan mempertahankan boundaries:
- Kenali Diri Sendiri: Pahami nilai-nilai, kebutuhan, dan batasan Anda.
- Komunikasikan dengan Jelas: Sampaikan batasan Anda dengan tegas dan hormat.
- Katakan Tidak: Jangan takut untuk menolak permintaan yang tidak sesuai.
- Tegakkan Batasan Anda: Konsisten dalam menegakkan batasan.
- Bersikap Tegas: Tetap tegas, tetapi tetap sopan dan hormat.
- Jangan Merasa Bersalah: Anda berhak melindungi diri sendiri.
- Belajar dari Pengalaman: Evaluasi respons orang lain dan sesuaikan strategi.
- Cari Dukungan: Jika kesulitan, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari ahli.
Boundary bukanlah cara untuk menjadi egois, tetapi merupakan cara untuk melindungi diri dan menjaga kesejahteraan. Dengan menetapkan batasan yang sehat, Anda dapat hidup lebih tenang dan bahagia.







