Mengapa Banyak Orang Kesulitan Melakukan Sit-Up?
Sit-up merupakan salah satu bentuk latihan kekuatan yang populer karena beberapa alasan. Latihan ini membantu meningkatkan massa otot, memperkuat otot inti, dan meningkatkan keseimbangan serta fleksibilitas. Meskipun terlihat mudah dilakukan, kenyataannya tidak semudah yang diperkirakan.
Untuk bisa mendapatkan manfaat dari sit-up, kamu harus melakukannya dengan teknik yang benar. Namun, bahkan setelah mempraktikkan teknik yang tepat, banyak orang masih mengalami kesulitan melakukan sit-up dan merasa nyeri di beberapa bagian tubuh. Apa sebenarnya penyebabnya? Berikut penjelasannya.
1. Otot Inti yang Lemah
Jika kamu memiliki berat badan yang sehat tetapi masih kesulitan melakukan sit-up, ini bisa menjadi tanda bahwa otot inti kamu lemah. Otot inti yang kuat membantu menjaga postur tubuh dan keseimbangan saat berjalan, berlari, atau melakukan gerakan fungsional lainnya. Jika kamu tidak pernah melakukan latihan untuk otot inti, kamu akan kesulitan dalam stabilisasi dan aktivasi otot inti.
Berikut beberapa latihan yang bisa membantu memperkuat otot inti:
* Plank
Mountain climber
Crunch
Bear crawl
Russian twist
Latihan-latihan ini biasanya lebih mudah dilakukan daripada sit-up dan bisa menjadi titik awal untuk membangun kekuatan otot inti.
2. Nyeri Punggung
Saat kamu mengalami nyeri punggung, kamu akan kesulitan melakukan sit-up. Saat melakukan sit-up, kamu harus menjaga punggung tetap lurus dan melibatkan otot inti tubuh untuk mengangkat tubuh dari lantai. Jika otot inti tidak cukup kuat, punggung bagian bawah akan menanggung beban. Jika kamu merasa tidak nyaman bahkan setelah melakukan 2–3 kali sit-up, jangan memaksakan diri. Fokuslah pada penguatan otot inti sambil terus mencoba sit-up seiring waktu.
3. Teknik Pernapasan yang Buruk
Teknik pernapasan yang tidak tepat saat melakukan sit-up dapat mengganggu kemampuanmu untuk bergerak bebas. Untuk membantu menyempurnakan dan mempermudah gerakan sit-up, fokuslah pada embusan napas saat bergerak ke atas dan tarik napas saat kamu bergerak ke bawah.
Mengeluarkan udara dari paru-paru saat kamu duduk akan membuat otot-otot berkontraksi lebih dalam untuk membantu mengangkat tubuh ke atas. Ini juga membantu melibatkan semua otot agar bekerja secara merata.
4. Kaki Tidak Menapak dengan Kuat di Lantai

Saat melakukan sit-up, kedua lutut harus ditekuk dan kaki harus menapak dengan kuat di lantai. Jika lutut tidak ditekuk, ini akan memberikan tekanan yang tidak perlu pada tulang belakang, yang menyebabkan terkilir. Selain itu, kamu akan kehilangan keseimbangan saat melakukan latihan. Jadi, pastikan kakimu menapak dengan benar.
5. Gerakan Terlalu Cepat
Saat melakukan latihan apa pun, kamu harus memperhatikan bentuk tubuh dan tidak hanya fokus pada jumlah repetisi. Jika bergerak terlalu cepat, kamu tidak akan dapat melibatkan kelompok otot yang tepat dan akan cepat lelah.
Sebagai permulaan, tidak apa-apa jika kamu hanya mampu melakukan 10 kali sit-up dalam sehari. Yang terpenting, pastikan bentuk tubuhmu benar dan kamu melakukannya dengan perlahan.
6. Kelebihan Berat Badan

Melakukan sit-up mengharuskanmu mengangkat massa tubuh dari lantai. Jika kamu kelebihan berat badan atau obesitas, kamu tidak dapat mengangkat tubuh karena otot inti yang lemah, berat tubuh yang menekan area perut, serta keterbatasan fleksibilitas pada otot dan sendi.
Otot perut yang lemah membuat orang yang kelebihan berat badan sulit mengangkat tubuh dari posisi terlentang. Selain itu, akumulasi lemak di area perut dan kurangnya fleksibilitas di pinggul serta punggung dapat membatasi rentang gerakan yang diperlukan untuk melakukan sit-up dengan baik. Mengatasi masalah ini biasanya membutuhkan penguatan otot inti secara bertahap.
7. Mobilitas Pinggul yang Buruk
Banyak gerakan di balik sit-up berasal dari pinggul dan fleksor pinggul daripada inti. Faktanya, kebanyakan orang yang bekerja di pekerjaan yang tidak banyak bergerak, seperti bekerja di depan komputer, memiliki kemampuan ekstensi pinggul yang terbatas.
Mobilitas pinggul yang buruk dapat menghambat kemampuanmu untuk melakukan sit-up karena membatasi rentang gerak yang diperlukan di pinggul. Pembatasan ini memaksa bagian tubuh lainnya, seperti punggung bawah atau perut, untuk mengimbanginya secara berlebihan, sehingga lebih sulit untuk menyelesaikan gerakan sit-up secara efektif. Mengatasi masalah mobilitas pinggul melalui peregangan dan latihan dapat memperbaiki masalah ini.
Kesimpulan
Tidak bisa melakukan sit-up bukanlah masalah yang tidak dapat diatasi. Faktor-faktor seperti kelemahan otot inti, fleksibilitas terbatas, teknik yang kurang tepat, atau kondisi kesehatan tertentu dapat menjadi penyebabnya. Dengan latihan yang tepat, memperbaiki mobilitas, dan menguatkan otot inti, kemampuan untuk melakukan sit-up dapat ditingkatkan secara bertahap. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kebugaran atau fisioterapis untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.







