Kasus Narkoba yang Melibatkan Mantan Kapolres Bima Kota
AKBP Didik Putra Kuncoro, mantan Kapolres Bima Kota, kini menjadi tersangka dalam kasus narkoba setelah diduga menerima uang sebesar Rp1 miliar dari seorang bandar sabu bernama Koko Erwin. Selain itu, ia juga diketahui menitipkan koper berisi narkoba ke mantan anak buahnya, yaitu Polwan Aipda Dianita Agustina.
Dalam penyidikan yang dilakukan oleh Mabes Polri, ditemukan berbagai jenis narkoba di rumah Aipda Dianita. Barang bukti tersebut antara lain:
- Sabu seberat 16,3 gram
- Ekstasi sebanyak 49 butir dan 2 butir sisa pakai (23,5 gram)
- Alprazolam 19 butir
- Happy Five 2 butir
- Ketamin 5 gram
Penemuan ini menjadi dasar bagi penyidik untuk menetapkan AKBP Didik sebagai tersangka. Ia dijerat dengan beberapa pasal terkait peredaran narkoba dan psikotropika.
Proses Penyelidikan dan Pemeriksaan Lanjutan
Selain Aipda Dianita, istri AKBP Didik juga diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Keduanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan mereka dalam perkara ini.
Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang menjerat Kasat Reserse Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi. Sebelumnya, ia telah dipecat dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus sabu pada Senin (9/2/2026). Dari sinilah nama atasannya, AKBP Didik, ikut terseret.
Menurut pengakuan AKP Malaungi, AKBP Didik menerima uang sebesar Rp1 miliar dari Koko Erwin. Uang tersebut digunakan untuk membeli mobil. Transfer uang dilakukan secara bertahap, mulai dari Rp200 juta hingga Rp800 juta ke rekening milik seorang wanita. Uang kemudian diserahkan kepada AKBP Didik melalui perantara ajudannya.
Peran AKP Malaungi dalam Kasus Ini
Kuasa hukum tersangka Malaungi, Asmuni, menyatakan bahwa kliennya melakukan tindakan tersebut atas perintah AKBP Didik. Menurut Asmuni, Malaungi hanya bertugas menyimpan barang bukti sabu milik Koko Erwin. Temuan barang haram seberat 488 gram di rumah dinas Malaungi juga disebut sebagai milik Koko Erwin yang tidak diketahui rimbanya.
Asmuni menambahkan bahwa kliennya telah menyampaikan semua bukti perintahnya ke penyidik. Bukti tersebut sudah masuk dalam berita acara pemeriksaan.
Tindakan yang Diambil oleh Mabes Polri
Setelah tudingan tersebut mencuat, AKBP Didik dicopot dari jabatannya. Pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, ia dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai bagian dari proses klarifikasi dan pendalaman kasus.
Kombes Zulkarnain Harahap, Kasubdit III Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, mengungkap bahwa AKBP Didik dan Aipda Dianita saling kenal. Mereka pernah bertugas bersama saat berada di Polda Metro Jaya.
Tindak Lanjut Penyidikan
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyatakan bahwa MR (istri AKBP Didik) dan DA (Aipda Dianita) masih diperiksa sebagai saksi. Keduanya juga telah menjalani tes narkoba.
Proses pendalaman terus dilakukan untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam perkara ini. Penyidik berupaya memastikan bahwa seluruh fakta terungkap dan para pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.







