Kegagalan Andhika Ramadhani dalam Laga Kontra Bhayangkara FC
Kekalahan Persebaya Surabaya dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi momen yang menyakitkan bagi para Bonek. Kekalahan ini tidak hanya mengakhiri rekor 13 laga tak terkalahkan di semua ajang, tetapi juga menimbulkan kritik terhadap performa Andhika Ramadhani yang dipercaya menggantikan Ernando Ari di bawah mistar gawang.
Andhika Ramadhani tampil selama 90 menit dan mencatatkan akurasi umpan sebesar 67 persen, empat intersep, serta 18 umpan yang 12 di antaranya sukses. Meskipun angka-angka tersebut cukup bagus untuk ukuran seorang kiper, penampilannya dinilai belum mampu memberi rasa aman seperti biasanya ketika Ernando berdiri di bawah mistar.
Beberapa momen penting dalam pertandingan ini menjadi sorotan. Di menit ke-25, Privat Mbarga berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan tendangan bebas Moussa Sidibe. Andhika tidak mampu menjangkau bola, yang membuat skor berubah menjadi 1-0 untuk Bhayangkara. Gol kedua datang pada menit 45+2, ketika Moussa Sidibe memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Persebaya Surabaya.
Persebaya Surabaya mencoba memperbaiki permainan di babak kedua dengan beberapa pergantian pemain. Catur Pamungkas masuk menggantikan Koko Ari, sedangkan Pedro Matos dan Alfan Suaib juga turut dimasukkan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, gol penyama kedudukan masih belum tercipta.
Evaluasi Performa Andhika Ramadhani
Meski Andhika mencatatkan empat intersep dan beberapa penyelamatan, dua gol yang tercipta melalui permainannya menjadi bahan evaluasi. Posisinya sebagai kiper pelapis kini semakin dipertanyakan, terutama jika ia kembali dipercaya menggantikan Ernando Ari.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Persebaya Surabaya dalam menjaga konsistensi di papan atas klasemen. Bagi Andhika, laga ini bisa menjadi pelajaran penting untuk membuktikan diri jika kembali dipercaya menggantikan Ernando Ari di bawah mistar gawang Green Force.
Strategi dan Perubahan Taktik Pelatih
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, melakukan beberapa perubahan taktik selama pertandingan. Ia memasukkan Catur Pamungkas, Pedro Matos, Alfan Suaib, dan Dimas Wicaksono untuk menambah daya dobrak. Pada menit ke-85, Tavares bahkan menerapkan strategi joker dengan mendorong Leo Lelis menjadi penyerang.
Meskipun usaha keras dilakukan oleh Persebaya Surabaya, Bhayangkara Presisi Lampung FC tampil lebih disiplin dan efisien dalam memanfaatkan peluang. Hasil ini memperkuat posisi mereka di papan klasemen sementara.
Reaksi Suporter dan Harapan Masa Depan
Reaksi suporter terhadap performa Andhika Ramadhani sangat negatif. Beberapa Bonek menyampaikan kekecewaan mereka melalui komentar, termasuk pernyataan “Andhika nek gak isok main gausa dipasang garai kalah.” Hal ini menunjukkan bahwa harapan besar ditempatkan pada kiper utama, Ernando Ari, yang saat ini absen karena cedera.
Kekalahan ini menjadi kesempatan bagi Persebaya Surabaya untuk merevaluasi strategi dan komposisi tim. Dengan laga-laga berikutnya yang semakin berat, konsistensi dan kepercayaan pada pemain-pemain inti akan menjadi kunci kesuksesan tim.







