Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Pemkot Malang Alokasikan Rp170 Miliar untuk Tanggung BPJS PBI Warga yang Dinonaktifkan

    17 Februari 2026

    Hasil Tes Pramusim WorldSBK 2026: Rival Kuat Toprak Razgatlioglu Pimpin Latihan Bebas Hari Pertama

    17 Februari 2026

    Bukan Hanya Tren, New Vario 125 ISS Matte Black 2026 Jadi Pilihan Mewah!

    17 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 17 Februari 2026
    Trending
    • Pemkot Malang Alokasikan Rp170 Miliar untuk Tanggung BPJS PBI Warga yang Dinonaktifkan
    • Hasil Tes Pramusim WorldSBK 2026: Rival Kuat Toprak Razgatlioglu Pimpin Latihan Bebas Hari Pertama
    • Bukan Hanya Tren, New Vario 125 ISS Matte Black 2026 Jadi Pilihan Mewah!
    • Jadwal Proliga 2026 Bogor: Langkah Akhir Menuju Final Empat, Persaingan Membara
    • OTA Kini Bersaing Langsung dengan Maskapai, Inovasi dan AI Jadi Kunci
    • 6 Profesi Rani Mukerji di Film India, Termasuk Polisi
    • UBL bekerja sama dengan Universitas Lobachevsky Rusia, tingkatkan akses global dan riset berkualitas dunia
    • Profil Prof Tirka Widanti, Kembali Pimpin Rektor Universitas Ngurah Rai 2026-2030
    • Gadis Korea Berani Tampil Asli, Curhat Dibully Knetz, SEAblings Bersuara
    • Dari Kutho Miring ke Kota Karismatik, Jejak Sejarah Madiun
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Dari Kutho Miring ke Kota Karismatik, Jejak Sejarah Madiun

    Dari Kutho Miring ke Kota Karismatik, Jejak Sejarah Madiun

    adm_imradm_imr17 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah Panjang Kota Madiun

    Kota Madiun memiliki sejarah yang panjang, mulai dari masa kerajaan kuno hingga menjadi kota modern yang strategis di jalur Surabaya-Yogyakarta. Wilayah ini telah menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan pergerakan masyarakat sejak lama. Selain itu, Madiun juga dikenal dengan identitas budayanya yang kuat, seperti julukan Kota Pecel, Kota Brem, dan Kota Pendekar.

    Asal Usul Awal Wilayah Madiun

    Sebelum menjadi sebuah kota, wilayah Madiun telah dihuni sejak masa kuno. Pada akhir era Kerajaan Majapahit, di wilayah Madiun bagian selatan berdiri pemerintahan Gagelang yang dipimpin oleh Adipati Gugur, putra Raja Brawijaya terakhir. Pusat pemerintahan kemudian bergeser ke utara, yaitu di kawasan Kutho Miring yang kini berada di wilayah Kelurahan Demangan.

    Pada masa Kesultanan Mataram Islam, Madiun menjadi wilayah mancanegara timur dengan kepala daerah bergelar Ronggo. Dari wilayah ini lahir tokoh nasional Ali Basah Sentot Prawirodirdjo, panglima perang Pangeran Diponegoro yang berasal dari Madiun.

    Masa Kolonial dan Lahirnya Kota Praja Madiun

    Sebelum terjadinya Perang Diponegoro, wilayah Madiun belum terjamah oleh bangsa Belanda atau Eropa. Setelah berakhirnya Perang Diponegoro, Belanda mulai menguasai wilayah Madiun secara resmi pada 1 Januari 1832. Pemerintah kolonial kemudian membentuk Karesidenan Madiun dengan pusat pemerintahan di Desa Kartoharjo. Lokasi tersebut merupakan tempat istana Patih Kartoharjo yang berdekatan dengan istana Kabupaten Madiun di Desa Pangongangan.

    Sejak saat itu, berbagai aktivitas perkebunan dan industri berkembang, menarik kedatangan bangsa Belanda dan Eropa ke wilayah kota. Kedatangan mereka tentunya dengan latar belakang dari berbagai bidang profesi, seperti perkebunan dan perindustrian. Hal tersebut kemudian memunculkan berbagai perkebunan di Jamus dan Dungus, serta Kandangan dan tembakau di Pilangkenceng.

    Pada 20 Juni 1918, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan pembentukan Staadsgemeente Madiun atau Kota Praja Madiun melalui Staatsblad Tahun 1918 Nomor 326. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Pemerintahan Kota Madiun berdasarkan Perda Kota Madiun Nomor 17 Tahun 2003.

    Madiun Pasca Kemerdekaan Indonesia

    Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, Madiun mengalami beberapa perubahan status pemerintahan. Mulai dari Kota Besar Madiun, Kotapraja, hingga menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Madiun. Berdasarkan UU 22/1948, Madiun Shi berganti menjadi Kota Besar Madiun yang dipimpin oleh Walikota.

    Tak lama setelahnya, Kota Besar Madiun berubah menjadi Kotapraja Madiun sebagaimana berlaku UU 1/1957. Pada masa itu pula, daerah tersebut mengalami perubahan batas-batas wilayah karena mendapat delapan desa tambahan dari Kabupaten Madiun. Dengan begitu, wilayah Kotapraja memiliki 20 desa, keputusan itu tertuang dalam UU 24/1958.

    Di masa berikutnya, Kotapraja Madiun kembali diubah menjadi Kotamadya yang kemudian kembali diganti menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Madiun. Terhitung mulai tanggal 18 April 1983, wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Madiun bertambah menjadi tujuh desa yang berasal dari Kabupaten Daerah Tingkat II Madiun. Dengan diberlakukannya perluasan wilayah secara bertahap, Madiun akhirnya memiliki tiga kecamatan, yakni Manguharjo, Taman, dan Kartoharjo dengan total 27 kelurahan dan desa.

    Kota ini juga mencatat peristiwa penting dalam sejarah nasional, salah satunya Peristiwa Madiun 1948, yang hingga kini dikenang melalui berbagai monumen sejarah di wilayah kota.

    Identitas Budaya dan Julukan Kota Madiun

    Seiring perjalanan waktu, Madiun berkembang sebagai kota dengan karakter budaya yang kuat. Julukan Kota Brem dan Kota Pecel melekat karena kuliner khasnya, sementara Kota Pendekar merujuk pada keberadaan berbagai perguruan silat besar seperti PSHT dan PSHW.

    Pada 2018, Pemerintah Kota Madiun secara resmi menetapkan city branding Kota Karismatik, yang menggambarkan karakter masyarakat Madiun yang percaya diri, berani, lembut, dan cinta damai.

    Dari Kota Sejarah Menuju Kota Modern

    Kini, Kota Madiun tumbuh sebagai pusat layanan pemerintahan, perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan industri di wilayah barat Jawa Timur. Dengan posisi strategis di simpul jaringan jalan nasional dan jalur kereta api lintas Jawa, Madiun terus bertransformasi tanpa meninggalkan akar sejarahnya.

    Dari kerajaan kuno, pusat pemerintahan kolonial, hingga kota modern beridentitas kuat, Madiun menjadi contoh daerah yang berkembang seiring zaman, namun tetap berpijak pada sejarah panjang Nusantara.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Lanjutkan Bisnis Keluarga! Bintang Persebaya Surabaya Mikael Tata Beberkan Rencana Besar Usai Gantung Sepatu

    By adm_imr17 Februari 20260 Views

    3 Bintang Bhayangkara FC Bikin Tavares Pusing! Persebaya Waspada Kekuatan Baru Munster

    By adm_imr17 Februari 20269 Views

    17 Gol! Persebaya Surabaya Dominasi Bhayangkara FC di Era Super League

    By adm_imr16 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pemkot Malang Alokasikan Rp170 Miliar untuk Tanggung BPJS PBI Warga yang Dinonaktifkan

    17 Februari 2026

    Hasil Tes Pramusim WorldSBK 2026: Rival Kuat Toprak Razgatlioglu Pimpin Latihan Bebas Hari Pertama

    17 Februari 2026

    Bukan Hanya Tren, New Vario 125 ISS Matte Black 2026 Jadi Pilihan Mewah!

    17 Februari 2026

    Jadwal Proliga 2026 Bogor: Langkah Akhir Menuju Final Empat, Persaingan Membara

    17 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?