Indonesia dan Israel Bergabung dalam Board of Peace Gaza
Indonesia dan Israel kini resmi menjadi anggota Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza. Hal ini terjadi setelah Israel secara resmi bergabung dengan forum tersebut pada 11 Februari 2026. Sementara itu, Palestina yang secara langsung terlibat dalam konflik di wilayah tersebut belum menjadi bagian dari dewan perdamaian yang dibentuk oleh Amerika Serikat.
Kehadiran Indonesia dalam forum ini akan digunakan untuk memperjuangkan partisipasi otoritas Palestina dalam proses perdamaian. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh proses di dalam dewan tetap berorientasi pada kepentingan Palestina serta mendukung solusi dua negara (two state solution).
Komitmen Indonesia dalam Perdamaian Gaza
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa Indonesia akan memanfaatkan posisinya sebagai anggota Board of Peace untuk aktif mendorong partisipasi Palestina. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya ingin hadir dalam forum tersebut, tetapi juga berupaya agar Palestina dapat ikut serta dalam diskusi-diskusi penting mengenai perdamaian di Gaza.
Selain itu, Indonesia akan memastikan bahwa seluruh proses di dalam dewan tetap berorientasi pada kepentingan Palestina. Hal ini mencakup penghormatan terhadap hak-hak dasar rakyat Palestina serta dukungan terhadap solusi dua negara. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Indonesia tetap konsisten dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Tidak Ada Normalisasi Hubungan Politik
Kemlu RI juga menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam Board of Peace bukanlah bentuk normalisasi hubungan politik dengan pihak mana pun. Menurut Yvonne, kehadiran Indonesia didasarkan pada mandat stabilisasi, perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, serta rekonstruksi Gaza sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
Ia menekankan bahwa partisipasi Indonesia tidak dimaknai sebagai legitimasi terhadap kebijakan negara manapun. Pemerintah Indonesia tetap menuntut penghentian kekerasan terhadap warga sipil dan mengecam pelanggaran hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional di Gaza.
Israel Resmi Bergabung dengan Board of Peace
Sebelumnya, Israel resmi bergabung dengan Board of Peace pada 11 Februari 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menandatangani dokumen aksesi sebagai anggota dewan di Blair House, Washington, dalam rangkaian pertemuan dengan pejabat Amerika Serikat.
Penandatanganan itu dilakukan menjelang pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Netanyahu menyampaikan pernyataannya melalui media sosial X, menulis: “Saya menandatangani aksesi Israel sebagai anggota Board of Peace.”
Dengan bergabungnya Israel, kini kedua negara Indonesia dan Israel sama-sama tercatat sebagai anggota Board of Peace, sementara Palestina masih belum menjadi bagian dari dewan tersebut.
Peran Board of Peace dalam Perdamaian Gaza
Board of Peace adalah sebuah forum yang dibentuk oleh Amerika Serikat untuk membahas isu-isu terkait perdamaian di Gaza. Forum ini bertujuan untuk memfasilitasi dialog antara pihak-pihak terkait, termasuk negara-negara yang terlibat dalam konflik tersebut.
Meskipun Israel telah bergabung, Palestina belum menjadi bagian dari dewan tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keterlibatan pihak-pihak yang secara langsung terkena dampak konflik. Indonesia, sebagai anggota baru, akan berupaya keras untuk memastikan bahwa Palestina juga bisa ikut serta dalam proses perdamaian.
Kesimpulan
Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Meski Indonesia dan Israel kini menjadi anggota dewan yang sama, pemerintah tetap menegaskan bahwa kehadiran mereka tidak dimaknai sebagai normalisasi hubungan politik. Selain itu, Indonesia akan terus mendorong partisipasi Palestina dalam forum tersebut, sehingga semua pihak yang terlibat dapat berkontribusi dalam menciptakan solusi yang adil dan berkelanjutan.






