Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jadwal Imsak dan Sholat 5 Waktu Kayuagung OKI Ramadan 1447 H 2026

    20 Februari 2026

    Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Mahasiswi KKN Dikaitkan, Kampus Bantah

    20 Februari 2026

    Peristiwa Tabrak Lari Panther di Tulungagung Selesai Damai, Hartoyo Dapat Bentor Baru

    20 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 20 Februari 2026
    Trending
    • Jadwal Imsak dan Sholat 5 Waktu Kayuagung OKI Ramadan 1447 H 2026
    • Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Mahasiswi KKN Dikaitkan, Kampus Bantah
    • Peristiwa Tabrak Lari Panther di Tulungagung Selesai Damai, Hartoyo Dapat Bentor Baru
    • Jadwal Pertukaran Uang Baru 2026 di PINTAR BI Periode 2: Syarat dan Cara Tukar di Kantor Cabang BI BCA BNI BRI
    • Ketua BEM UGM Jadi Korban Teror, Narasi LGBT dan Penyalahgunaan Dana Muncul, Ibu Juga Disasar
    • 5 Teknik Mindfulness Saat Puasa untuk Tenangkan Pikiran dan Perkuat Ibadah, Salah Satunya Mendengarkan Ceramah
    • Makna Niat Puasa Ramadan: Awal Kewajiban Ibadah dari Terbit hingga Terbenam Matahari
    • Respons Menggemparkan Aremania Meski Arema FC Kalahkan Semen Padang, Evaluasi dan Sorotan 1 Sosok
    • 6 tips feng shui mengusir energi negatif di rumah, ini saran ahli
    • Tempat Suci untuk Penyembuhan di Lombok
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Mengapa Awal Ramadan Berbeda di Indonesia?

    Mengapa Awal Ramadan Berbeda di Indonesia?

    adm_imradm_imr20 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perbedaan Penetapan Awal Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia

    Penetapan awal bulan Ramadan di Indonesia sering kali mengalami perbedaan antar organisasi masyarakat (ormas) Islam. Pada Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026, terjadi perbedaan dalam penentuan tanggal awal Ramadan. Muhammadiyah memutuskan untuk menjalankan ibadah puasa lebih awal, yaitu pada Rabu (18/2/2026), sementara pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan awal Ramadan pada Kamis (19/2/2026).

    Terkait perbedaan ini, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menyampaikan bahwa seluruh ormas Islam di Indonesia sebenarnya memiliki kesamaan pandangan mengenai kewajiban berpuasa (Qad’i). Namun, perbedaan sering muncul dalam metode penentuan waktu pelaksanaannya (Ijtihadi).

    “Begini, sebenarnya kan dalam sidang isbat ini kita ingin ada kesamaan bagi seluruh umat Islam di Indonesia dalam penetapan awal Ramadan. Tapi kita tahu bahwa lebih dari 90 ormas Islam di Indonesia memiliki kesamaan dalam ibadah yang Qad’i, tapi masih ada perbedaan dalam ibadah yang sifatnya Ijtihadi. Dalam berpuasa ini, yang Qad’i itu adalah puasanya, tidak boleh tidak puasa,” ujar Romo di Jakarta, dikutip Rabu (18/2/2026).

    “Tapi kapan itu dimulai itu ada Ijtihad yang mungkin antara ormas yang satu dengan yang lain ada perbedaan-perbedaan. Sebenarnya sidang isbat ini dimaksudkan untuk mengeliminasi perbedaan-perbedaan itu. Kalau kita lihat, ini kan sidang isbat tiap tahun,” sambungnya.

    Sidang Isbat sebagai Wadah Silaturahmi dan Diskusi Ilmiah

    Menurut Romo Syafi’i, Sidang Isbat bukan sekadar ritual penetapan tanggal Hijriah, melainkan momen penting untuk mempertemukan berbagai pandangan ilmiah dari para pakar dan tokoh agama. Pemerintah bertindak sebagai fasilitator yang memegang mandat penetapan waktu ibadah.

    “Sederhana aja kok, memutuskan kapan awal Ramadan, nanti kapan awal syawal. Tapi ada subtansi orang tidak lihat. Saya melihat dalam sidang isbat ini ada silaturahmi yang digelorakan karena diundang semua tokoh Islam, ormas Islam, para pakar,” ucap dia.

    Selain itu, pemerintah juga terbuka terkait perbedaan pandangan yang disampaikan ormas Islam yang hadir pada sidang isbat.

    “Yang kedua, ada keterbukaan soal pandangan-pandangan yang bersifat ilmiah. Bahkan dalam pertemuan ini juga dipertemukan sudut pandang antara satu dengan yang lain untuk bisa sama-sama berada dalam komando pemerintah yang memang diberi mandat untuk penetapan kapan itu dilakukannya awal Ramadan, awal syawal, dan awal Zulhijjah. Tetapi tetap saja ini tidak menjadi harga mati kalau itu soal yang menyangkut Ijtihad,” kata dia.

    Sikap Saling Menghormati

    Dalam kesempatan itu, terkait kerap terjadi sweeping rumah makan saat bulan puasa, Romo Syafi’i menekankan pentingnya toleransi dua arah. Umat Islam yang berpuasa diharapkan menghormati mereka yang tidak berkewajiban puasa, sehingga keberadaan fasilitas tempat makan tetap diperlukan.

    “Artinya apa? Sedapat mungkin dibuatlah suasana yang itu menunjukkan penghormatan dari mereka yang tidak puasa kepada orang yang berpuasa. Tapi mungkin kita yang berpuasa ini harus menyadari juga, ternyata kan enggak semua orang berpuasa, sehingga masih memungkinkan ada fasilitas-fasilitas yang masih terus bisa dinikmati oleh orang yang tidak puasa,” ujar dia.

    Oleh karena itu, orang yang kerap melakukan sweeping seharusnya memahami, jangan sampai umat Islam berpuasa, semua pihak harus merasakan menahan lapar dan haus.

    “Kan enggak mungkin gara-gara kita puasa, maka semuanya harus merasakan puasa. Dalam arti yang enggak puasa pun karena keyakinan yang berbeda, harus tidak bisa makan, tidak bisa minum, dan sebagainya. Tapi harus dipertimbangkan pada koridor membangun kebersamaan, membangun kekompakan, saling menghormati sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan-perbedaan,” ucap dia.

    Tegaskan Tidak Ada Aksi Sweeping

    Romo Syafi’i juga memastikan, tindakan main hakim sendiri atau sweeping oleh ormas tidak boleh terjadi. Ia menilai, kondisi masyarakat saat ini sudah semakin kondusif dan saling menghargai.

    “Enggak ada, enggak ada. Enggak ada sweeping-sweeping lah. Itulah bentuk penghormatan kita bahwa selain kita yang berpuasa, masih ada kok saudara kita yang tidak berpuasa. Tapi bagi yang tidak berpuasa, ya memang kita enggak puasa tapi hormati dong orang yang puasa,” kata dia.

    Mengenai aturan keamanan, Romo menyerahkan sepenuhnya kepada institusi yang berwenang, karena ranah Kemenag adalah pada aspek keagamaan.

    “Kita kan wilayah kita keagamaan. Kalau wilayahnya itu keamanan, pasti bukan wilayah Kementerian Agama. Itu ada institusi lain yang berwenang ke arah itu. Tapi kita melihat suasana hari ini kan semakin kondusif ya,” imbuhnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Potret Pengeluaran Warga RI: Kelas Atas Mendominasi, Kelas Bawah Mulai Naik

    By adm_imr20 Februari 20260 Views

    Daftar lengkap komisaris dan direksi baru BBCA

    By adm_imr19 Februari 20260 Views

    Mahasiswa Hong Kong Diusir Usai Desak Penyelidikan Kebakaran 2025

    By adm_imr19 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jadwal Imsak dan Sholat 5 Waktu Kayuagung OKI Ramadan 1447 H 2026

    20 Februari 2026

    Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Mahasiswi KKN Dikaitkan, Kampus Bantah

    20 Februari 2026

    Peristiwa Tabrak Lari Panther di Tulungagung Selesai Damai, Hartoyo Dapat Bentor Baru

    20 Februari 2026

    Jadwal Pertukaran Uang Baru 2026 di PINTAR BI Periode 2: Syarat dan Cara Tukar di Kantor Cabang BI BCA BNI BRI

    20 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kukar 2026 dari Kemenag, Download di Sini

    19 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?