Persiapan dan Harapan Presiden Prabowo Subianto dalam Kunjungan ke Amerika Serikat
Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto telah mematangkan strategi sebelum bertolak ke Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace) serta bertemu dengan Presiden AS Donald Trump. Rencana ini menjadi bagian dari upaya penguatan hubungan bilateral antara kedua negara, terutama dalam bidang ekonomi dan diplomasi.
Sebelum keberangkatan, Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri ke kediamannya di Hambalang, Bogor, untuk menyamakan posisi kebijakan dan mematangkan strategi negosiasi ekonomi. Salah satu fokus utama adalah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART), yang dikenal sebagai “tarif Trump” karena berkaitan dengan kesepakatan tarif impor antara Indonesia dan AS.
Kunjungan ini juga membawa harapan terkait isu Palestina. Indonesia berharap dapat menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara yang adil, bermartabat, dan sesuai hukum internasional. Selain itu, kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat posisi diplomasi ekonomi Indonesia di tingkat global.
Kedatangan ke Amerika Serikat
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke AS pada Senin (16/2/2026) dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Ia didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam perjalanan ini, Presiden akan menghadiri forum strategis di AS, termasuk Konferensi Tingkat Tinggi Board of Peace Gaza. Selain itu, ia akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas penguatan hubungan Indonesia-AS serta kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo diagendakan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump. Dalam pertemuan tersebut, akan dibahas penguatan hubungan Indonesia-AS serta kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi dengan adanya beberapa perundingan serta perjanjian dagang.
Persiapan dan Rencana Kerja Sama Ekonomi
Sebelum keberangkatan, Presiden Prabowo telah mematangkan strategi untuk meningkatkan produktivitas industri, memperluas akses pasar, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam rantai pasok global. Strategi ini menjadi bagian dari persiapan perundingan dengan Pemerintah AS.
Pertemuan dengan sejumlah menteri dilakukan di Hambalang, Bogor, pada Minggu (15/2/2026). Tujuan utamanya adalah menyamakan posisi kebijakan serta mematangkan strategi negosiasi ekonomi. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan di AS akan mencakup pertemuan bisnis dan investasi antara pelaku usaha Indonesia dan AS, sebagai bagian dari rangkaian acara Penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Presiden RI dengan Presiden AS.
Kesepakatan Tarif Impor
Negosiasi tentang tarif impor antara Indonesia dan AS telah rampung. Kedua negara telah menyelesaikan proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting). Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal AS. Sementara itu, AS menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen, serta memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kesepakatan dipastikan akan ditandatangani bulan ini. Dokumen kesepakatan resmi ditargetkan siap sebelum akhir Januari 2026, sehingga penandatanganan dapat dilakukan pada agenda bulan Februari ini.
Harapan Terkait Isu Palestina
Soal isu Palestina, Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta berharap Presiden Prabowo menegaskan dukungan untuk kemerdekaan Palestina dalam KTT BoP di AS nanti. Forum ini harus menjadi ruang untuk memperkuat komitmen terhadap kemerdekaan Palestina.
Selain itu, kehadiran Presiden RI di forum perdana Dewan Perdamaian juga harus mendorong penghentian segera seluruh bentuk kekerasan dan memastikan perlindungan maksimal bagi warga sipil Palestina. Stabilitas dan keamanan merupakan prasyarat utama bagi proses perdamaian yang berkelanjutan.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) yakin bahwa Presiden Prabowo akan mempertimbangkan dinamika global, situasi Palestina, dan kepentingan Indonesia. MUI telah menyampaikan enam poin tausiyah kepada Presiden sebagai rujukan sikap dalam menyikapi BoP dan perkembangan isu Palestina. Salah satu poin utama adalah jaminan terhadap kemerdekaan Palestina.







