Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    90 Topik Nuzulul Quran 2026 yang Menarik dan Modern

    10 Maret 2026

    Waktu Imsak dan Sholat Subuh 8 Maret 2026 di Tasikmalaya

    10 Maret 2026

    50 Soal Seni Budaya Kelas 9 Lengkap Kunci Jawaban USBN 2026

    10 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 10 Maret 2026
    Trending
    • 90 Topik Nuzulul Quran 2026 yang Menarik dan Modern
    • Waktu Imsak dan Sholat Subuh 8 Maret 2026 di Tasikmalaya
    • 50 Soal Seni Budaya Kelas 9 Lengkap Kunci Jawaban USBN 2026
    • Ekonomi digital tumbuh pesat, 3,7 juta pengemudi pendukung utama
    • Obat Rindu, Warga Binaan Lapas Tulungagung Dapat Berbuka Bersama Keluarga Saat Ramadan
    • Mengapa Suspensi Kiri Mobil Lebih Cepat Rusak?
    • Jawaban Pertamina soal antrean panjang BBM di Malang: pantau terus
    • Harga tiket BXSea Bintaro, destinasi wisata favorit saat ngabuburit Ramadan
    • Pembaruan klasemen Liga 1: Persaingan juara memanas, Borneo FC naik ke puncak usai kalahkan Persebaya
    • Strategi Banjir Lamongan: Wagub Emil Dardak Siapkan Jaringan Pengaman Baru
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»PMI Manufaktur Naik, Angin Segar untuk Saham Sektor Industri

    PMI Manufaktur Naik, Angin Segar untuk Saham Sektor Industri

    adm_imradm_imr9 Maret 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Infomalangraya.com.CO.ID – JAKARTA.

    Aktivitas manufaktur Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda penguatan pada bulan Februari 2026. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia mencapai level 53,8 pada periode tersebut, meningkat dari posisi Januari 2026 yang berada di angka 52,6. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir dan mengindikasikan ekspansi sektor manufaktur yang semakin kuat.

    Sejumlah Sektor yang Berpotensi Terdorong

    Menurut Hendry Wijaya, Financial Educator Manager Sucor Sekuritas, kenaikan PMI manufaktur biasanya menjadi katalis positif bagi saham-saham sektor manufaktur, setidaknya hingga Semester I-2026. Beberapa sektor yang berpotensi terdorong antara lain:

    • Sektor otomotif

      Sektor ini biasanya paling cepat merasakan dampak peningkatan aktivitas produksi. Ketika output manufaktur meningkat, penjualan mobil dan motor cenderung ikut terkerek. Kenaikan volume produksi dan penjualan pada akhirnya berpeluang mendongkrak laba emiten otomotif.

    • Sektor barang konsumsi atau fast moving consumer goods (FMCG)

      Saat aktivitas ekonomi membaik, daya beli masyarakat umumnya ikut meningkat sehingga volume penjualan produk kebutuhan sehari-hari terdorong. Meski pergerakannya relatif stabil dan tidak terlalu agresif, sektor ini tetap berpotensi tumbuh lebih cepat di tengah fase pemulihan ekonomi.

    • Sektor kesehatan dan farmasi

      Peningkatan aktivitas industri dapat mendorong produksi dan distribusi. Namun, sektor ini masih sensitif terhadap kenaikan harga bahan baku impor dan pelemahan rupiah. Apalagi, ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz berpotensi meningkatkan biaya distribusi dan produksi.

    • Sektor industri dan bahan baku

      Ketika pabrik beroperasi lebih intensif, kebutuhan bahan baku dan kemasan ikut meningkat. Sektor ini kerap menjadi penerima manfaat awal saat siklus industri mulai membaik.

    Prospek Saham Sektor Manufaktur

    Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menambahkan bahwa kenaikan indeks mengindikasikan peningkatan pesanan baru, output, serta kepercayaan pelaku industri. Sehingga prospek saham sektor manufaktur mulai dari otomotif, kesehatan, hingga consumer goods dinilai tetap positif setidaknya hingga Semester I-2026.

    “momentum ini berpotensi mendukung pertumbuhan pendapatan dan perbaikan margin emiten yang memiliki eksposur kuat pada pasar domestik,” ucap Abida.

    Selain itu, pelaku pasar umumnya memandang data PMI sebagai indikator awal arah pertumbuhan ekonomi riil, sehingga kenaikan signifikan ini memperkuat sentimen terhadap sektor siklikal.

    Meski demikian, investor tetap mencermati faktor eksternal seperti kondisi global, nilai tukar, dan harga komoditas yang dapat memengaruhi biaya produksi. Pendekatan selektif dengan fokus pada emiten berfundamental kuat dan memiliki rekam jejak kinerja stabil tetap menjadi strategi yang relevan.

    Tantangan dan Peluang di Tahun 2026

    Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati mengingatkan bahwa prospek sektor otomotif, konsumer, dan kesehatan di 2026 masih dibayangi sejumlah tantangan. Di sektor otomotif, penjualan kendaraan masih menghadapi risiko suku bunga yang berpotensi lebih tinggi. Adapun sektor consumer goods dinilai belum menunjukkan pertumbuhan signifikan, sementara sektor kesehatan tetap sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar.

    “Dengan dinamika yang terjadi saat ini, kami justru melihat peluang di sektor pertambangan seperti batubara, minyak mentah dan emas. Hal ini sejalan dengan dinamika global saat ini,” ungkap Ike.

    Rekomendasi Saham

    Secara selektif, Hendry menjagokan saham PT Astra International Tbk (ASII). Menurutnya, emiten ini merupakan pemimpin pasar otomotif nasional dengan bisnis terdiversifikasi, mulai dari mobil, sepeda motor, pembiayaan hingga tambang. Kenaikan produksi dan penjualan kendaraan dinilai akan cepat tercermin pada kinerja ASII, ditopang arus kas yang kuat serta rekam jejak pembagian dividen yang konsisten.

    Dari sektor konsumer, ia memilih PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Emiten ini memiliki merek yang kuat dan jaringan distribusi nasional. Ketika konsumsi rumah tangga membaik, volume penjualan dinilai berpotensi langsung meningkat. Selain itu, kinerjanya relatif lebih stabil dibandingkan sektor siklikal berat.

    Selain itu, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) juga dinilai menarik. Emiten ini memiliki kinerja ekspor yang kuat dengan pasar domestik yang tetap solid. Ketika aktivitas manufaktur meningkat, volume ekspor umumnya turut terdorong.

    Bagi investor, Hendry menyarankan untuk tetap mencermati aliran dana dan tren pergerakan harga saham, khususnya bagi trader. Pasar, kata dia, tidak hanya merespons satu angka, tetapi menunggu konsistensi kinerja dan konfirmasi dari laporan keuangan emiten.

    Adapun Abida memilih saham ASII yang dapat dijadikan pertimbangan investor. Alasannya, ASII memiliki eksposur yang luas di sektor otomotif dan manufaktur komponen, serta dukungan diversifikasi bisnis yang kuat. Pemulihan daya beli dan peningkatan produksi industri dapat menopang volume penjualan kendaraan dan kontribusi lini bisnis terkait.

    “Dengan fundamental yang relatif solid dan posisi pasar yang dominan, ASII dinilai berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan momentum ekspansi manufaktur,” tambah Abida.

    Sementara Hendry menyarankan investor untuk mencermati saham ASII, ICBP dan MYOR di target harga masing-masing Rp 6.900-Rp 7.200, Rp 8.400-Rp 8.600 dan Rp 2.250-Rp 2.400 per saham. Sementara itu, Abida merekomendasikan buy saham ASII di target harga Rp 7.450 per saham.

    Adapun Ike mengimbau investor untuk lebih peka dan fleksibel dalam mengevaluasi serta menyusun portofolio saham, mengingat dinamika ekonomi yang berubah dengan cepat. Menurut dia, pelaku pasar perlu sigap beradaptasi dan melakukan rotasi ke sektor-sektor yang tengah memiliki momentum.

    Untuk jangka pendek, Ike melihat peluang pada saham batubara seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Ia mematok target harga masing-masing di level Rp 27.400 dan Rp 3.240.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    90 Topik Nuzulul Quran 2026 yang Menarik dan Modern

    By adm_imr10 Maret 20261 Views

    Menanti Persetujuan RKAB, Prospek Kinerja Antam (ANTM) Tahun 2026

    By adm_imr9 Maret 20262 Views

    Mental Kekurangan: Kenali Tanda-Tandanya

    By adm_imr9 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    90 Topik Nuzulul Quran 2026 yang Menarik dan Modern

    10 Maret 2026

    Waktu Imsak dan Sholat Subuh 8 Maret 2026 di Tasikmalaya

    10 Maret 2026

    50 Soal Seni Budaya Kelas 9 Lengkap Kunci Jawaban USBN 2026

    10 Maret 2026

    Ekonomi digital tumbuh pesat, 3,7 juta pengemudi pendukung utama

    10 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?