Kehadiran Sego Babat Mas Bull yang Menarik Perhatian Pengunjung Bazar Ramadan
Di tengah ramainya berbagai jajanan berbuka puasa di Bazar Ramadan di Jalan Arjuno, terdapat satu lapak yang selalu mengundang antrean pembeli. Aroma rempah yang menggoda dari wajan panas membuat banyak pengunjung tidak bisa menahan lapar saat melintas.
Lapak tersebut adalah Sego Babat Mas Bull, sebuah kuliner spesialis olahan jeroan sapi yang menjadi salah satu primadona di bazar Ramadan Kota Batu tahun ini. Seporsi nasi hangat yang disajikan dengan babat sapi berbumbu, sambal pedas, tahu, serundeng, serta lalapan dibanderol hanya Rp13.000. Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang kuat, menu ini cepat mencuri perhatian para pengunjung yang berburu menu berbuka puasa.
Ady, yang akrab disapa Bulux, pemilik Sego Babat Mas Bull, mengaku telah menjalankan usaha kuliner ini sekitar tiga tahun. Menurutnya, usaha tersebut berkembang berkat rekomendasi pelanggan yang puas dengan cita rasa masakannya. “Pemasarannya dari orang mulut ke mulut karena cocok sama rasa masakan saya. Mayoritas pembeli dari Kota Batu, tapi banyak juga wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu,” ujarnya.
Keunikan dan Rempah yang Membuat Menu Lebih Spesial
Menurut Bulux, keunggulan menu yang ia sajikan terletak pada racikan rempah yang membuat jeroan sapi tidak berbau amis atau “premus”. Lapaknya juga menawarkan berbagai lauk tambahan seperti babat rawis, paru, limpa, usus iso, daging empal, sate komoh, hingga sate usus, selain babat.
Bulux menegaskan bahwa konsistensi rasa menjadi kunci agar pelanggan tetap setia. “Saya tidak ingin membuat pembeli, khususnya yang sudah langganan, kecewa. Jadi dari rasa yang tetap konsisten dan juga penampilannya terus saya pertahankan sampai sekarang,” ucapnya.
Jadwal Berjualan dan Pendapatan Harian
Di hari biasa, Bulux berjualan di Jalan Diponegoro, tepatnya sebelum pertigaan SMP Islam Kota Batu, mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB untuk melayani pelanggan yang mencari menu sarapan. Selama Ramadan, ia memindahkan lapaknya ke Bazar Ramadan di Jalan Arjuno dan mulai berjualan sejak pukul 15.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Bulux mengaku mampu meraup pendapatan rata-rata sekitar Rp1 juta per hari, baik saat Ramadan maupun di hari biasa, dari usaha tersebut.
Pengalaman Pelanggan Setia
Sugalih, salah satu pelanggan setia, warga Kelurahan Sisir, mengaku sudah menjadi langganan Sego Babat Mas Bull sejak sekitar satu tahun terakhir. Ia menyukai rasa gurih babat dan serundeng yang berpadu dengan sambal pedas asin khas.
“Tidak tahu kenapa meskipun sederhana tapi rasanya nikmat dan lezat. Apalagi buat sarapan, cocok pol. Seenak itu hanya Rp13 ribu,” katanya. Sugalih menambahkan, salah satu hal yang membuatnya terus kembali membeli adalah aroma jeroan yang tidak amis seperti di tempat lain.
“Yang paling beda dari lainnya itu di sini gak bau premus jeroannya,” jelasnya. Saat Ramadan dan cuaca sering diguyur hujan, Sugalih tetap menyempatkan diri datang ke bazar demi menikmati menu favoritnya.
“Sekarang saat Ramadan buka di Bazar Jalan Arjuno, saya tetap datang. Meski sering hujan, tapi rela demi sambal babat yang nikmat,” pungkas Sugalih.







