Fokus Peningkatan Kualitas Program Makan Bergizi Gratis di Tahun 2026
Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tulungagung mengumumkan fokus utamanya pada peningkatan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan menekan keluhan terkait pelaksanaan program tersebut.
Korwil BGN Kabupaten Tulungagung, Sebrina Mahardika, menyatakan bahwa tahun 2025 akan menjadi fokus pada kuantitas, yaitu pertumbuhan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sementara itu, tahun 2026 akan berfokus pada kualitas layanan yang diberikan.
Perbaikan Menu, Sarana Prasarana, dan Pengawasan SDM
Peningkatan kualitas program MBG mencakup beberapa aspek penting, seperti perbaikan menu makanan, sarana dan prasarana, serta pengawasan sumber daya manusia (SDM). Selain itu, pengadaan bahan baku juga akan ditekankan agar dapat dikontrol dengan ketat.
Sebrina menjelaskan bahwa sebagian besar pasokan bahan baku diadakan oleh mitra SPPG. Namun, pihak BGN meminta agar bahan baku tersebut bisa dikontrol secara ketat. Jika kualitasnya jelek, maka tidak boleh diterima.
Jika harga dari mitra terlalu tinggi, direkomendasikan untuk mencari penyuplai lain. Setiap SPPG harus mampu mencari harga terbaik dengan kualitas terbaik. BGN menekankan bahwa tidak boleh ada monopoli dalam pengadaan bahan baku. Oleh karena itu, penyuplai harus sebanyak mungkin, setidaknya 15 penyuplai di satu SPPG.
Penyediaan Bahan Baku yang Lebih Terkontrol
Sebrina mengatakan bahwa saat ini masih ada temuan SPPG yang nota belanjanya hanya 2 sampai 5. Hal ini menunjukkan bahwa pengadaan bahan baku belum sepenuhnya optimal.
Saat ini, terdapat 8 SPPG di Kabupaten Tulungagung yang dihentikan sementara (suspend). Dari 8 SPPG tersebut, 1 di antaranya karena tidak memiliki pengawas gizi, sedangkan 4 lainnya terkait kasus keracunan.
Proses perbaikan terhadap SPPG yang dihentikan sementara sedang berlangsung sesuai rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Temuan dan Rekomendasi BGN
Temuan terhadap SPPG antara lain adalah belum adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tidak tersedianya filter air, tidak memiliki tandon air, dekat dengan kandang, dan menggunakan air galon isi ulang. BGN merekomendasikan setiap SPPG menggunakan air yang sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).
Saat ini, terdapat 116 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Tulungagung, termasuk 8 yang sedang dalam proses perbaikan.
Persyaratan Sekolah dalam Program MBG
Dalam hal sekolah yang menolak program MBG, Sebrina menjelaskan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. Sekolah yang menolak diminta untuk membuat pemberitahuan. Namun, sikap sekolah yang menolak pada hari itu belum bisa dijelaskan lebih lanjut oleh Sebrina.
“Yang pasti akan mubazir, karena sudah terlanjur dimasak. Menu itu tetap dibayarkan, karena jauh-jauh hari sudah dibelanjakan,” ujarnya.
Kesimpulan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung terus mengalami peningkatan kualitas. Fokus pada tahun 2026 adalah perbaikan menu, sarana prasarana, pengawasan SDM, serta kontrol ketat terhadap bahan baku. Proses perbaikan terhadap SPPG yang dihentikan sementara sedang berlangsung, dengan harapan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.






