Penertiban PKL di Beberapa Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan
Puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lamongan dikerahkan untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Lamongrejo dan Jalan Ki Sarmidi Mangun Sarkoro, pada Kamis (26/3/2026). Penertiban ini dilakukan karena aktivitas PKL yang semakin meluas dan dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama saat jam-jam sibuk.
Aktivitas PKL Mengganggu Lalu Lintas
Selain di Jalan Lamongrejo, puluhan PKL di Jalan Ki Sarmidi Mangun Sarkoro juga menjadi sasaran penertiban. Ruas jalan tersebut selama ini dikenal sebagai pusat jajanan dan wahana permainan anak-anak, yang sebenarnya hanya diperbolehkan beroperasi pada sore hingga malam hari. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, para PKL mulai membuka lapaknya sejak pagi hingga malam hari, sehingga memicu kemacetan.
Kemacetan terjadi hampir setiap hari, terutama saat jam kerja serta waktu keberangkatan dan kepulangan siswa di SDN Jetis III dan SDN Jetis IV. Hal ini disebabkan oleh penggunaan bahu jalan di sisi kanan dan kiri yang dipenuhi lapak PKL, sehingga mempersempit badan jalan.
Penertiban di Jalan Laras-Liris
Tak hanya itu, penertiban juga menyasar PKL di Jalan Laras-Liris. Ruas jalan yang baru saja selesai dibangun tersebut sebelumnya telah diminta untuk dikosongkan dari lapak semi permanen sebelum proses pembangunan dimulai. Kini, para PKL diminta untuk tidak lagi mendirikan lapak secara permanen di lokasi tersebut. Seluruh material lapak dan stan diwajibkan dibawa pulang, dan aktivitas berjualan hanya diperbolehkan pada sore hingga malam hari.
Aturan Penertiban yang Berlaku
Kasi Operasi Satpol PP Lamongan, Abd Rochman, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan agar sejumlah ruas jalan tetap steril dari PKL pada jam-jam tertentu. “Ruas jalan di Lamongrejo harus steril dari PKL. Begitu juga di Jalan Ki Sarmidi Mangun Sarkoro, PKL hanya boleh berjualan pada sore dan malam hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, aturan serupa juga berlaku di Jalan Laras-Liris, khususnya di bahu jalan sisi sungai yang tidak lagi diperbolehkan digunakan untuk mendirikan stan. “Termasuk Jalan Laras-Liris. Di bahu jalan sebelah kali tidak boleh lagi ada PKL yang mendirikan stan,” katanya.
Para PKL diminta untuk bergeser ke sisi timur jalan. Jika masih ada yang berjualan di sisi barat, maka lapak harus bersifat bongkar pasang. “Pagi sampai sore harus steril,” pungkasnya.
Peraturan dan Tindakan yang Diterapkan
Dalam penertiban ini, petugas Satpol PP juga memberikan sosialisasi kepada para PKL tentang aturan yang berlaku. Mereka diberi kesempatan untuk memindahkan barang dagangan mereka ke lokasi yang lebih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Para PKL yang masih melanggar akan dikenai tindakan tegas, termasuk penyitaan barang dan denda.
Pemantauan dan Pengawasan Berkelanjutan
Untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan, pihak Satpol PP akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan di lokasi-lokasi yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan agar tidak terulangnya kejadian seperti sebelumnya, di mana PKL kembali berjualan di tempat-tempat yang seharusnya tidak diperbolehkan.
Penertiban ini juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam berlalu lintas dan memastikan kebersihan serta keamanan ruas jalan yang menjadi jalur utama.







