Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Sekjen PDIP Hasto Kritik Kadernya, Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kepala Dinas LH

    24 April 2026

    Isu 750 Dapur MBG Bikin Uya Kuya Khawatir, Teringat Peristiwa Penjarahan Rumahnya Akibat Hoax

    24 April 2026

    PGI Surabaya gelar turnamen golf, tema From Hero to Champion

    24 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 24 April 2026
    Trending
    • Sekjen PDIP Hasto Kritik Kadernya, Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kepala Dinas LH
    • Isu 750 Dapur MBG Bikin Uya Kuya Khawatir, Teringat Peristiwa Penjarahan Rumahnya Akibat Hoax
    • PGI Surabaya gelar turnamen golf, tema From Hero to Champion
    • Ahli Sebut Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Tak Ganggu Ekonomi Rakyat
    • Sidang Pertama 29 April 2026, Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diajukan Ke Pengadilan Militer
    • Renungan Harian Katolik: Mencari Tuhan atau Hanya Berkat-Nya?
    • 5 Cara Efektif Meningkatkan Imunitas untuk Cegah Campak
    • Harga Pangan Cirebon Pekan Ketiga April: Cabai Makin Pedas, Beras Stabil
    • Ulasan Geely EX2 Max: Mobil listrik harian yang hemat dan nyaman di jalan raya
    • Cara Naik KA Bathara Kresna: Tiket Rp4.000 dari Solo ke Wonogiri, Wisata dan Kuliner Terjangkau
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Sejarah Pancasila: Asal-usul, Hari Lahir, dan Kekuatan Ideologi Nasional

    Sejarah Pancasila: Asal-usul, Hari Lahir, dan Kekuatan Ideologi Nasional

    adm_imradm_imr24 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah Pancasila sebagai Ideologi Negara

    Pancasila, sebagai ideologi negara Indonesia, memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. Proses perumusan dasar negara ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui perdebatan dan usulan dari para tokoh bangsa. Dua peringatan penting dalam sejarah Pancasila adalah Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni dan Hari Kesaktian Pancasila yang dirayakan setiap 1 Oktober. Kedua momen ini memiliki latar belakang historis yang berbeda.

    Janji Kemerdekaan yang Memicu Segalanya

    Sejarah lahirnya Pancasila tidak dapat dipisahkan dari tekanan perang yang dialami Jepang. Pada 7 September 1944, Perdana Menteri Jepang Kuniaki Koiso menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia untuk menarik simpati bangsa Indonesia agar mau berpihak kepada Jepang dalam melawan tentara Sekutu. Janji tersebut diberikan karena posisi Jepang yang semakin terdesak. Pada 29 April 1945, janji kemerdekaan diulangi dalam bentuk Makluman Gunseikan, yang juga memuat dasar pembentukan BPUPKI.

    BPUPKI bertugas menyelidiki dan mengumpulkan usulan-usulan yang akan dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia. Sidang pertama BPUPKI digelar pada 29 Mei 1945 di Gedung Chuo Sangi In, yang kini dikenal sebagai Gedung Pancasila.

    Usulan Dasar Negara oleh Tokoh-Tokoh

    Dalam sidang tersebut, tiga tokoh utama memberikan usulan rumusan dasar negara. Mereka adalah Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno. Setiap tokoh mengusulkan lima dasar negara.

    Soepomo mengusulkan:
    1. Persatuan
    2. Kekeluargaan
    3. Keseimbangan lahir dan batin
    4. Musyawarah
    5. Keadilan rakyat

    Moh. Yamin mengusulkan:
    1. Peri Kebangsaan
    2. Peri Kemanusiaan
    3. Peri Ketuhanan
    4. Peri Kerakyatan
    5. Kesejahteraan Rakyat

    Pidato Soekarno dan Lahirnya Nama Pancasila

    Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato yang menjadi tonggak paling dikenang dalam sejarah perumusan dasar negara. Dalam pidato tersebut, ia mengusulkan lima prinsip, yaitu:
    1. Kebangsaan Indonesia
    2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
    3. Mufakat atau Demokrasi
    4. Kesejahteraan Sosial
    5. Ketuhanan yang Maha Esa

    Nama “Pancasila” sendiri diperoleh dari seorang ahli bahasa yang tidak disebutkan namanya secara eksplisit dalam pidato. Panca berarti lima, sedangkan sila berarti asas atau dasar. Pidato itu awalnya disampaikan tanpa judul, dan baru mendapat sebutan “Lahirnya Pancasila” dari mantan Ketua BPUPK Dr. Radjiman Wedyodiningrat.

    Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta

    Setelah sidang pertama BPUPKI berakhir, dibentuklah Panitia Kecil untuk merumuskan kembali gagasan Soekarno. Panitia Kecil kemudian menunjuk sembilan orang perumus yang dikenal sebagai Panitia Sembilan. Anggota Panitia Sembilan antara lain Soekarno sebagai ketua, Moh. Hatta, Ki Bagus Hadikusumo, dan tokoh-tokoh nasional lainnya.

    Pada 22 Juni 1945, Panitia Sembilan berhasil merumuskan Pancasila dalam dokumen yang dikenal sebagai Piagam Jakarta. Rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta berbunyi: “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Namun, rumusan ini mendapat keberatan dari wakil-wakil Protestan dan Katolik yang dikuasai Angkatan Laut Jepang.

    Pengesahan Final pada 18 Agustus 1945

    Sehari sebelum pengesahan, Moh. Hatta menerima pesan keberatan atas rumusan sila pertama tersebut. Hatta kemudian mengajak Ki Bagus Hadikusumo, Wakhid Hasyim, Kasman Singodimejo, dan Teuku Hasan untuk rapat pendahuluan. Demi menjaga persatuan bangsa, mereka sepakat mengubah sila pertama menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa.”

    Rumusan final Pancasila lalu disahkan pada 18 Agustus 1945 dalam sidang PPKI, sehari setelah proklamasi kemerdekaan. Pengesahan itu dilakukan bersamaan dengan disahkannya UUD 1945 sebagai undang-undang dasar negara. Rumusan resmi Pancasila yang kita kenal hari ini pun berbeda dengan usulan awal Soekarno, terutama pada urutan dan susunan redaksinya.

    Dua Peringatan yang Berbeda Makna

    Banyak masyarakat Indonesia belum memahami perbedaan antara Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila. Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni, merujuk pada pidato Soekarno di sidang BPUPKI tahun 1945. Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober, dan latar belakangnya sama sekali berbeda. Peringatan 1 Oktober lahir karena ideologi Pancasila kembali dikuatkan pemerintah pasca peristiwa G30S.

    Pada masa pemerintahan Soeharto, hari itu menjadi legitimasi untuk mengembalikan Pancasila sebagai ideologi negara dan menolak paham lain. Dosen Ilmu Sejarah FIB UNAIR Arya Wanda Wirayuda menjelaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila dapat dikatakan mitologisasi pemerintah untuk menguatkan Pancasila.

    Nilai Pancasila dalam Kehidupan Nyata

    Pancasila bukan sekadar teks dalam pembukaan UUD 1945, melainkan panduan moral bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai Pancasila senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sila pertama menuntut penghormatan antar umat beragama dan kebebasan menjalankan ibadah masing-masing. Sila kedua mendorong persamaan derajat, sikap tenggang rasa, dan keberanian membela kebenaran. Sila ketiga menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sila keempat mendorong partisipasi rakyat dalam pembangunan dan menghormati perbedaan pendapat. Sila kelima menegaskan bahwa keadilan sosial berlaku di semua bidang kehidupan, baik materi maupun spiritual.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    10 Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Kartini 2026, Singkat dan Bermakna

    By adm_imr24 April 20264 Views

    Setelah Marak Premanisme, Tanah Abang Jadi Zona Tawuran

    By adm_imr23 April 20261 Views

    Jusuf Kalla Sebut Jokowi Jadi Presiden karena Jasa, Sekjen Projo: Jejak dan Keinginan Rakyat

    By adm_imr23 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sekjen PDIP Hasto Kritik Kadernya, Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kepala Dinas LH

    24 April 2026

    Isu 750 Dapur MBG Bikin Uya Kuya Khawatir, Teringat Peristiwa Penjarahan Rumahnya Akibat Hoax

    24 April 2026

    PGI Surabaya gelar turnamen golf, tema From Hero to Champion

    24 April 2026

    Ahli Sebut Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Tak Ganggu Ekonomi Rakyat

    24 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?