Komentar Projo Mengenai Peran Jusuf Kalla dalam Karier Politik Jokowi
Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Jusuf Kalla yang menyebut bahwa Joko Widodo bisa menjadi presiden berkat peran besar JK. Ia menegaskan bahwa kemenangan Jokowi tidak hanya berasal dari satu individu, melainkan hasil dari kepercayaan dan kehendak rakyat Indonesia.
Freddy mengungkapkan bahwa sistem demokrasi di Indonesia dibangun di atas kerja sama berbagai elemen masyarakat, bukan hanya peran individu tertentu. Ia menekankan bahwa proses demokrasi sebenarnya adalah proses kolektif yang melibatkan banyak pihak, termasuk partai politik, relawan, dan masyarakat luas.
Penghargaan kepada Tokoh Bangsa
Meskipun menolak klaim bahwa kemenangan Jokowi hanya karena peran JK, Freddy tetap menghormati Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi penting dalam perjalanan demokrasi nasional. Ia mengakui peran JK dalam dinamika politik, termasuk pada Pilpres 2014, sebagai bagian dari sejarah politik Indonesia.
“Kami menghormati Bapak Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi nyata dalam perjalanan demokrasi Indonesia, termasuk dalam Pilpres 2014,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa kemenangan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia. Baginya, mandat kepemimpinan lahir dari suara publik, bukan dari satu figur semata.
Rekam Jejak Kepemimpinan Jokowi
Freddy juga menyoroti bahwa perjalanan Joko Widodo hingga mencapai kursi kepemimpinan nasional tidak terlepas dari rekam jejaknya yang kuat. Latar belakang sebagai pemimpin daerah hingga kedekatannya dengan masyarakat menjadi faktor penting yang membangun kepercayaan publik.
“Keberhasilan Joko Widodo tidak dapat dilepaskan dari rekam jejak kepemimpinan beliau yang lahir dari bawah, kerja nyata, serta kedekatan dengan rakyat. Faktor inilah yang menjadi fondasi utama kepercayaan publik,” jelas Freddy.
Peran Projo dalam Proses Politik
Lebih lanjut, Freddy memaparkan sudut pandang Projo sebagai organisasi relawan yang sejak awal mengawal perjalanan politik Joko Widodo. Menurutnya, kemenangan tersebut juga ditopang oleh kekuatan lain yang tak kalah penting, seperti soliditas relawan, dukungan partai politik, terutama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), serta partisipasi aktif masyarakat luas.
Di akhir pernyataannya, Freddy mengajak semua pihak untuk menjaga narasi kebangsaan tetap sehat. Ia mengingatkan agar proses demokrasi tidak disederhanakan menjadi klaim personal, melainkan dipahami sebagai hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa.
“Kami mengajak semua pihak untuk menjaga narasi kebangsaan yang sehat, tidak menyederhanakan proses demokrasi menjadi klaim personal, serta tetap menjunjung tinggi semangat persatuan,” ungkapnya.
Prinsip Kedaulatan Rakyat
Freddy menegaskan kembali prinsip bahwa kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat. Ia menekankan bahwa demokrasi Indonesia adalah milik rakyat, dan setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu.
Sebelumnya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengatakan ia punya peran besar dalam karier politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia menyatakan bahwa dirinya yang membawa Jokowi ke Jakarta dan memberikan dukungan untuk menjadi gubernur.
“Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu. Jokowi jadi presiden karena saya,” kata JK dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Termul adalah singkatan dari Ternak Mulyono, sebuah istilah gaul politik yang sering digunakan di media sosial Indonesia sebagai sindiran atau kritik terhadap pendukung atau loyalis Jokowi.
Pernyataan itu disampaikan dalam konteks mencuatnya video ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diduga bermuatan penistaan agama. Muncul dugaan video itu tersebar sebab JK pernah menyinggung terkait ijazah Jokowi.
Padahal, lanjut JK, dirinya punya banyak peran dalam membantu Jokowi menaiki tangga karier politiknya dari Solo ke Jakarta.
“Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa,” tuturnya.
Ia juga mengeklaim Presiden ke-5 RI yang juga merupakan Ketua PDIP, Megawati Soekarnoputri, berterima kasih padanya sebab membantu Jokowi.
“Sehingga waktu dia menang jadi gubernur, setelah ke Ibu Mega, datang sama saya ucapan terima kasih,” pungkas JK.






