Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jadwal Final Liga Champions Malam Ini: PSG vs Bayern dan Atletico vs Arsenal

    30 April 2026

    Gempa Terkini Blitar, Cek Informasi Lengkap BMKG

    30 April 2026

    Kondisi Pemain Tidak 100 Persen, Bernardo Bocorkan Ruang Ganti Persebaya Jelang Lawan Arema FC

    30 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 30 April 2026
    Trending
    • Jadwal Final Liga Champions Malam Ini: PSG vs Bayern dan Atletico vs Arsenal
    • Gempa Terkini Blitar, Cek Informasi Lengkap BMKG
    • Kondisi Pemain Tidak 100 Persen, Bernardo Bocorkan Ruang Ganti Persebaya Jelang Lawan Arema FC
    • Trump umumkan foto penembak acara makan malam koresponden Gedung Putih
    • Legenda Buka Rahasia Bangkitkan Kejayaan Sepak Bola Banyuwangi
    • 20 pantun lucu untuk membangkitkan suasana acara
    • Start tertunda bikin deg-degan? MotoGP ubah aturan Jerez untuk keselamatan pembalap
    • 50 Ucapan Selamat Haji 2026 Penuh Makna, Doa Kelancaran Ibadah di Tanah Suci
    • Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 26 April 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
    • 12 Tafsir Mimpi Minum Kopi, Peringatan dan Harapan Perubahan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hiburan»Peringatan Kudus dan Pelindung Hari Senin 27 April 2026

    Peringatan Kudus dan Pelindung Hari Senin 27 April 2026

    adm_imradm_imr30 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Santo Petrus Kanisius, Imam dan Pujangga Gereja

    Santo Petrus Kanisius lahir pada tanggal 8 Mei 1521 di Nijmegen, Belanda. Saat itu, Nijmegen masih termasuk bagian dari wilayah keuskupan Agung Cologne dan berada di bawah kekuasaan Jerman. Ia adalah putra tertua dari Yakob Kanis, yang menjabat sebagai Walikota Nijmegen. Ayahnya juga menjadi guru pribadi bagi anak-anak raja dari Lorraine.

    Petrus mengalami pergolakan hebat dalam tubuh Gereja akibat munculnya gerakan Reformasi pimpinan Martin Luther. Pada usia 14 tahun, ia masuk Universitas Cologne dan mencapai gelar Magister (Master of Arts) pada usia 19 tahun. Awalnya, ia bercita-cita menjadi ahli hukum, sehingga melanjutkan studinya di Universitas Louvain. Namun, ia kemudian berubah haluan dan mulai tertarik dengan kehidupan membiara. Ketertarikannya ini berkaitan erat dengan cara hidup para pertapa di biara Kartusian yang dilihatnya selama belajar di Cologne.

    Karena itu, ia kembali ke Cologne untuk belajar Teologi. Di sana, ia mengikuti latihan-latihan rohani Santo Ignatius dari Loyola, yang dipimpin oleh Petrus Faber, seorang imam Yesuit yang saleh. Latihan rohani ini sungguh meresap dalam hatinya, sehingga Petrus memutuskan untuk menjadi seorang imam Yesuit juga. Niatnya untuk memasuki biara Kartusia dibatalkannya.

    Pada umur 22 tahun, Petrus memasuki Serikat Yesus. Di Cologne, ia turut mendirikan rumah Yesuit pertama, tempat ia menjalani masa novisiatnya. Pada tahun 1546, ia ditabhiskan menjadi imam dan segera terkenal sebagai pengkhotbah ulung. Kardinal Otto Truchess von Waldburg, Uskup Augsburg, memilihnya menjadi teolog pribadinya pada Konsili Trente. Dalam konsili itu, Petrus mendapat kesempatan untuk berbicara, baik di Trente maupun di Bologna. Kemudian ia dipanggil ke Roma oleh Santo Ignatius sendiri, dan pada tahun 1548 ia dikirim untuk mengajar retorik di sekolah Yesuit Pertama di Messina, Sisilia.

    Sebagai jawaban terhadap permohonan Raja William IV dari Bavaria, yang membutuhkan professor-professor Katolik untuk melawan ajaran-ajaran bidaah, Paus Paulus III (1543-1549) mengirimkan Petrus dan dua orang imam Yesuit lainnya ke Ingolstadt untuk mengajar di sebuah universitas yang ada disana. Pada tahun 1550, setahun setelah Petrus mengucapkan kaul kekal dalam serikat Yesus, Petrus diangkat menjadi rektor Universitas Ingolstadt. Melalui khotbah-khotbah dan katekasenya, ia berhasil membangkitkan lagi semangat hidup keagamaan di kalangan umat di wilayah itu.

    Santa Zita, Pengaku Iman

    Santa Zita lahir di Monte Sagrati, Italia Tengah pada tahun 1218. Pada umur 12 tahun, ia menjadi pelayan/pembantu rumah pada keluarga Pagano Di Fatinelli, seorang pengusaha tekstil yang kaya. Zita juga bekerja di pabrik orangtuanya sebagai buruh, menunjukkan perilaku yang saleh dan murah hati. Hal ini menimbulkan amarah dari pelayan-pelayan yang lain. Selain itu, ia pun dimarahi oleh orangtuanya karena mengambil sejumlah besar makanan dan pakaian untuk dibagi-bagikan kepada para miskin.

    Namun, keluarga Fatinelli memahami maksud Zita dan turut menambahkan bantuan kepadanya untuk melanjutkan karya-karya cinta kasih. Setelah beberapa tahun, ia dibiarkan membantu anak-anak dan menjadi pengurus rumah tangga Fatinelli. Dalam tahun-tahun terakhir hidupnya, keluarga Fatinelli membebaskan dia dari tugas-tugas rumah dan membiarkan dia mengunjungi orang-orang sakit dan para tawanan di penjara.

    Setelah kematiannya, jenazahnya dikuburkan di gereja Santo Frediano di Lucca. Ia meninggal pada tanggal 27 April 1278 di Lucca, dekat tempat kelahirannya. Pada tahun 1696, ia digelari “kudus” oleh Sri Paus Innocentio XII (1691-1700).

    Santa Lydia Longley, Pengaku Iman

    Lydia Longley lahir pada tahun 1674 di Groton, sebuah daerah koloni Inggris di Amerika Serikat. Keluarga Longley penganut agama Protestan Puritan, yang keras sekali pandangan hidupnya. Ibunya meninggal dunia ketika Lydia bersama tiga orang adiknya: Will, Jemina dan John masih kecil. Dalam usia remajanya, Lydia terpaksa menggantikan ibunya dalam mengurusi adik-adiknya. Hal ini dilakukannya sampai saat ayahnya William Longley menikah lagi dengan Crips Deliverance, seorang janda muda. Semenjak itu, Crips mengambil alih lagi tugas-tugas Lydia sebagai ibu rumah tangga.

    Dari perkawinan kedua ini, William memperoleh lagi empat orang anak: Yosef, Betty, Richard dan Mathaniel. William mendidik anak-anaknya penuh disiplin bahkan keras. Mereka dilatih untuk bekerja, berdoa dan menulis. Lydia dibebani tugas mendampingi adik-adiknya dalam melaksanakan tugas-tugas itu. Setiap minggu mereka bersama orang Kristen lainnya, dan mendengarkan khotbah pendeta Hobart. Selain itu, Willliam melatih anak-anaknya menggunakan senjata untuk membela diri bila ada suatu bahaya. Bahaya besar yang selalu mengancam hidup mereka ialah serangan orang-orang Indian yang masih biadab.

    Pada tahun 1694, daerah Groton diserang oleh orang-orang Indian Abenaki. Ayah dan ibunya bersama beberapa orang lainnya mati terbunuh dalam peristiwa itu. Tinggallah Lydia, Betty dan John dibiarkan hidup oleh orang-orang Indian itu. Mereka dibawa sebagai tawanan ke New France, daerah koloni Prancis. Di tengah perjalanan itu, Betty meninggal dunia dan John dipisahkan dari Lydia.

    Setibanya di New France, Lydia dihadapkan ke depan penguasa Prancis setempat. Disana hadir juga tuan Le Ber, seorang duda yang beragama Katolik. Oleh Tuan Le Ber, Lydia ditebus dan diangkat menjadi anaknya sendiri. Semenjak itu, kehidupan Lydia tergantung sepenuhnya pada kebaikan hati Le Ber dan anak-anaknya Pierre dan Jeanne. Ia merasa senang karena diperlakukan sebagai anak kandung dengan cara hidup Katolik dari keluarga Le Ber, maupun dari segenap warga kota New France.

    Lydia kemudian berkenalan dengan Pastor Pere Meriel, imam di New France dan suster-suster Notre Dame. Atas pemintaan Tuan Le Ber, seorang suster datang mengajarkan bahasa Prancis kepada Lydia. Pada suatu hari, Lydia diperkenalkan pada suster Mere Bourgooys, pendiri kongregasi tersebut. Pertemuannya dengan suster Mere Bourgooys menumbuhkan dalam hatinya keinginan untuk menjadi suster juga.

    Atas pengaruh keluarga Le Ber, suster-suster dan pastor Meriel, Lydia kemudian dipermandikan menjadi Katolik pada tanggal 24 April 1696 dengan nama Magdalena. Kemudian ia diterima menjadi suster dengan nama suster Magdalena. Pada tanggal 19 September 1699, ia mengikrarkan kaul kekal. Setelah bertugas di New France selama beberapa tahun, Lydia dikirim ke pulau Orleans untuk menjadi superior biara Keluarga Kudus disana. Ia meninggal dunia pada tanggal 21 Juni 1758 dan dimakamkan di kapela Kanak-Kanak Yesus di Montreal.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Mengenal Jaranan Tril Blitar, Kesenian Unik dengan Musik Beda

    By adm_imr29 April 20261 Views

    3 Drama Korea Tersembunyi Bintang Chungmuro Tahun 2026

    By adm_imr29 April 20260 Views

    Ahmad Dhani Buka Suara Soal Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Tamu Spesial Datang

    By adm_imr29 April 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jadwal Final Liga Champions Malam Ini: PSG vs Bayern dan Atletico vs Arsenal

    30 April 2026

    Gempa Terkini Blitar, Cek Informasi Lengkap BMKG

    30 April 2026

    Kondisi Pemain Tidak 100 Persen, Bernardo Bocorkan Ruang Ganti Persebaya Jelang Lawan Arema FC

    30 April 2026

    Trump umumkan foto penembak acara makan malam koresponden Gedung Putih

    30 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?