Kecelakaan Maut di Sungai Desa Ketangga, Seorang Bocah Tewas Tenggelam
Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di sungai yang terletak di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada hari Sabtu (25/4/2026). Peristiwa ini terjadi setelah korban, yang dikenal sebagai Alfin, terpeleset saat sedang bermain melompat dari tebing.
Peristiwa tersebut berawal ketika Alfin bersama sekitar 10 temannya sedang bermain di sekitar aliran sungai. Dalam kejadian tersebut, korban diduga mencoba melompat dari sebuah batu besar. Namun, naasnya, tubuhnya menghantam batu di bawah permukaan air, menyebabkan Alfin pingsan dan tidak mampu menyelamatkan diri.
Proses pencarian dilakukan oleh tim SAR dan warga sekitar selama beberapa jam. Pada pukul 17.40 WITA, korban akhirnya ditemukan di dasar sungai dalam kondisi terjepit di sela-sela batu. Saat ditemukan, korban menunjukkan tanda-tanda luka di bagian mulut dan pendarahan, yang diperkirakan disebabkan oleh benturan keras dengan batu saat jatuh.
Kondisi Sungai yang Menyulitkan Pencarian
Menurut keterangan warga setempat, seperti Haryanto Hardani, proses pencarian sempat menghadapi kendala karena kondisi sungai yang dalam dan air yang keruh. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, anak-anak lain langsung berteriak meminta bantuan, tetapi arus air cukup kuat dan posisi korban sulit terlihat.
“Kami semua kaget dan sangat berduka. Alfin adalah anak yang baik. Saat kejadian, anak-anak lain langsung berteriak minta tolong, tapi arus air cukup kuat dan posisi korban tidak terlihat. Tim pencari sempat kesulitan karena medan berbatu dan air yang keruh,” ujar Haryanto.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak, terutama saat musim kemarau. Meskipun debit air sungai terlihat kecil, sering kali terdapat lubang dan arus bawah yang berbahaya.
Penyebab Utama Kecelakaan
Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi bernama Desta (13), korban terpeleset saat hendak memegang tali untuk melompat dari tebing setinggi kurang lebih 10 meter.
“Saat giliran Alfin yang hendak melompat, ia terpeleset dan jatuh dari atas tebing. Korban sempat membentur batu di pinggir sungai sebelum akhirnya jatuh ke dalam air dan tenggelam,” tutur Darwis.
Tim SAR Kabupaten Lombok Timur tiba di lokasi pada pukul 16.30 WITA setelah berkoordinasi dengan Kapolsek Suela. Pencarian pun dilakukan bersama masyarakat dan aparat.
“Pukul 17.30 WITA, korban akhirnya ditemukan di dasar sungai dalam posisi terjepit di sela-sela batu. Saat ditemukan, terdapat luka di bagian mulut dan pendarahan, diperkirakan akibat benturan keras dengan batu saat jatuh,” jelas Darwis.
Lokasi yang Sering Jadi Tempat Bermain Anak-Anak
Darwis mengungkapkan bahwa lokasi Dam Sungai Otak Desa memang kerap dijadikan tempat bermain anak-anak. Berdasarkan catatan SAR, kejadian serupa pernah terjadi di lokasi yang sama pada tahun 2012 dan 2016.
“Catatan kami, pada tahun 2012 dan 2016 pernah terjadi kejadian tenggelam di sungai yang sama. Ini adalah kejadian ketiga kalinya, dan seluruh korban adalah anak-anak,” ungkapnya.
Menurut Darwis, kurangnya pengawasan dari orang tua menjadi salah satu faktor penyebab utama. Kedua orang tua korban diketahui sedang berada di Sumbawa untuk bekerja, sehingga Alfian tinggal bersama neneknya.
Keluarga Menerima Musibah dengan Lapang Dada
Keluarga korban telah menerima musibah ini dengan lapang dada. Mereka menganggap kejadian tersebut sebagai takdir dan musibah.
“Keluarga menyatakan ikhlas dan tidak menuntut pihak mana pun. Saat ini situasi di lokasi dalam keadaan aman dan terkendali,” tutupnya.






