Peristiwa Siswi MTs di Pontianak yang Meninggal Dunia
Di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) ditemukan meninggal dunia setelah menghadapi persoalan di lingkungan sekolah. Jenazah korban ditemukan di kediamannya di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Kamis (22/1/2026) pagi.
Awal mula kejadian ini bermula dari kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) yang digelar pada Sabtu (17/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, terjadi laporan kehilangan uang sekitar Rp 200.000. Pihak sekolah kemudian melakukan penelusuran dan menemukan indikasi keterlibatan korban dalam kejadian tersebut. Rekaman CCTV menunjukkan bahwa korban sempat berada di lokasi kejadian.
Menurut Aris Sujarwono, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, korban diduga meminjam uang kas PMR untuk kebutuhan kegiatan dan berencana mengembalikannya. Namun, rencana itu belum sempat disampaikan secara resmi. Korban kemudian dipanggil oleh wali kelas dan mengakui bahwa uang tersebut masih berada di rumahnya.
Pada hari berikutnya, korban sempat bertemu dengan rekan-rekan PMR dan menyampaikan bahwa uang itu hanya dipinjam sementara. Meski begitu, ia merasa malu dan sedih sehingga akhirnya mengambil langkah nekat.
Pesan Siswi MTs Sebelum Meninggal
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat menuliskan sepucuk surat yang ditujukan kepada orang tuanya. Dalam surat tersebut, ia mengungkapkan perasaan takut, malu, dan tidak sanggup menghadapi situasi di sekolah.
“Ma, maaf ye udah bikin mama kecewa, kite takut ma besok ke sekolah karne name udah udah jelek. Kemarin dipanggil guru same kakak kelas. Makenye takut dan malu mau datang ke sekolah lagi,” tulisnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak kuat menghadapi dampak dari permasalahan yang telah terjadi, meski persoalan tersebut telah diselesaikan di lingkungan sekolah.
“Gak kuat ngadepinnya. Makasih ya ma karne udah jadi ibu yang baik. Makasih udah dengerin cerita ini tanpa emosi, mama gak perlu sedih karena ini dak perlu disedihkan,” lanjutnya.
Di bagian akhir surat, almarhumah menitipkan pesan agar keluarga yang ditinggalkan tetap bahagia dan meminta agar persoalan tersebut tidak diperpanjang.
“Tolong permasalahan ini jangan diramaikan, (aku) cuma pengen dikuburkan dengan layak,” pungkasnya.
Kontak Bantuan
Bunuh diri bukanlah jalan keluar dari persoalan apa pun. Setiap masalah, seberat apa pun, selalu memiliki kemungkinan untuk dibicarakan dan dicarikan bantuan. Jika Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau membutuhkan teman untuk berbagi, jangan ragu untuk mencari pertolongan profesional.
Berbagi cerita dan meminta bantuan adalah langkah berani, bukan tanda kelemahan. Layanan dukungan kesehatan mental dan konseling dapat diakses melalui Into The Light Indonesia di tautan berikut: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling.






