Pengumuman Pemecatan Odivan Koerich dan Kehadiran Walisson Maia
Manajemen Arema FC telah resmi mengakhiri kerja sama dengan bek jangkung Odivan Koerich setelah hanya tampil dalam 8 pertandingan selama putaran pertama Super League 2025/2026. Pemain asal Brasil ini berkontribusi sebanyak 475 menit di lapangan, namun keputusan untuk melepasnya bukan semata-mata karena kualitas individu, melainkan strategi taktik untuk memperkuat kedalaman skuat di putaran kedua.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh oleh tim pelatih dan manajemen. Ia menegaskan bahwa langkah ini dilakukan demi memaksimalkan komposisi tim agar lebih kompetitif di sisa musim. Meski Odivan Koerich harus pergi lebih cepat dari yang diharapkan, manajemen tetap memberikan apresiasi atas kontribusinya selama membela Singo Edan.
Langkah Taktis untuk Meningkatkan Performa Tim
Arema FC menilai bahwa komposisi tim masih perlu dimaksimalkan, khususnya di sektor pertahanan. Keputusan untuk melepas Odivan Koerich merupakan bagian dari strategi pembenahan skuad Singo Edan agar tampil lebih kompetitif di sisa musim. Inal juga menekankan bahwa keputusan ini tidak semata-mata soal individu, melainkan murni demi kepentingan tim dan target klub ke depan.
Manajemen Arema FC berharap perubahan ini dapat membuat tim lebih solid dan kompetitif dalam persaingan papan klasemen Super League musim ini. Selain itu, mereka juga akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian skuad demi mencapai target hingga akhir musim.
Kehadiran Walisson Maia sebagai Pemain Baru
Dengan keluarnya Odivan Koerich, Singo Edan masih memiliki satu slot pemain asing, sehingga Walisson Moreira Farias Maia diperkenalkan sebagai amunisi baru pada Rabu (4/2/2026). Bek senior kelahiran Brasil berusia 34 tahun ini datang dengan modal pengalaman panjang di kompetisi elit Serie A Brasil serta reputasi apik sebagai pemain yang membawa timnya promosi.
Meskipun latihan perdana di Lapangan Dreams Football Pitch Pakis diguyur hujan deras, antusiasme pemain bertinggi 187 cm ini menjadi sinyal positif bagi ambisi Arema FC menjaga kestabilan di laga-laga krusial mendatang. Berposisi sebagai bek tengah, Walisson Maia diperkenalkan manajemen Arema FC pada Kamis atau sehari setelah Odivan Koerich pamit.

Alasan Pemilihan Walisson Maia
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan bahwa perekrutan Walisson Maia merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan manajemen bersama jajaran tim pelatih. Langkah cepat ini diambil menyusul kebutuhan mendesak tim terhadap tambahan tenaga di sektor belakang, yang dinilai perlu peningkatan dari sisi kedalaman maupun kualitas.
Inal menjelaskan bahwa Walisson dipilih karena dinilai memiliki karakter permainan yang cocok dengan kebutuhan Singo Edan saat ini. Manajemen pun menaruh harapan besar agar Walisson Maia bisa segera beradaptasi dan memberi dampak positif. Dengan kualitas yang dimilikinya, ia diharapkan dapat membantu meningkatkan performa serta kestabilan pertahanan Arema FC.
Profil Lengkap Walisson Maia
Walisson Maia atau yang memiliki nama lengkap Walisson Moreira Farias Maia lahir di Natividade, Brasil pada 21 Agustus 1991. Karier sepak bola Walisson bermula saat dirinya bermain untuk klub Serie A Brasil, Coritiba, pada 2012 atau saat usianya menginjak 21 tahun. Namun, awal karier Walisson tak berlangsung mulus bersama klub tersebut. Ia hanya tercatat satu kali diturunkan sebagai starter sebelum akhirnya menyudahi kariernya di sana.
Setelah itu, Walisson memilih bermain untuk sejumlah klub Serie B dan Serie C hingga kembali lagi ke liga tertinggi Brasil kala menerima kembali pinangan Coritiba pada 2015. Total di sana, Walisson sukses mengemas 88 pertandingan selama empat tahun bermain dengan torehan 3 gol dan 1 asis selama 7.034 menit bermain. Adapun sejauh ini jumlah tersebut menjadi raihan pertandingan terbanyaknya di sebuah klub.
Kurang lebih sembilan tahun hanya berlaga di negara asalnya, Walisson kemudian memberanikan diri untuk mencicipi transfer luar negeri pertamanya pada 2021 di Liga Kuwait bersama Al-Fahaheel SC. Namun, di sana Walisson belum sempat mencatatkan namanya dalam satu pertandingan pun. Kondisi tersebut membuatnya memilih hijrah ke Liga Vietnam untuk membela Da Nang FC dalam 13 pertandingan di musim 2021/2022.
Debut luar negeri yang kurang memuaskan itu akhirnya membuat sang pemain memutuskan kembali ke tanah airnya. Sekembalinya ke Brasil, Walisson bergabung dengan klub Serie B, Criciuma. Di sana, Walisson turut berjasa membawa Criciuma naik tahta ke Serie A di musim 2024. Kendati turut berkontribusi dalam naik levelnya klub tersebut, Walisson menyudahi kontraknya di sana hingga akhirnya memilih kembali berseragam Vila Nova untuk kali kedua, setelah pada musim 2021 juga sempat bermain di sana.
Kini, nilai pasar pemain dengan tinggi badan 187 cm tersebut mencapai Rp434,54 juta.







