Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia akan menghadapi Iran dalam laga final Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu malam, 7 Februari 2026. Skuad Garuda akan menjalani pertandingan final pertama mereka di level Asia dan akan menghadapi tim yang telah mendominasi futsal Asia selama hampir tiga dekade.
Final ini menjadi pertemuan antara harapan baru dan tradisi lama. Timnas Futsal Indonesia datang dengan semangat yang tinggi, dukungan penuh dari publik tuan rumah, serta kepercayaan diri yang meningkat seiring perjalanan turnamen yang konsisten. Namun, Iran hadir dengan beban sejarah dan kekuatan nyata: 13 gelar juara dari 17 edisi Piala Asia Futsal, sebuah rekor yang membuat mereka hampir selalu dijagokan.
Dominasi Iran dalam edisi 2026 terlihat dari statistik. Mereka menang lima pertandingan sejak fase grup tanpa kekalahan. Mereka mencetak 22 gol dan hanya kebobolan 11, menunjukkan karakter tim yang agresif tetapi tetap mampu mengambil risiko untuk mengontrol permainan. Di bawah arahan pelatih Vahid Shamsaei, Iran tidak hanya mengandalkan reputasi, melainkan memainkan futsal dengan tempo tinggi dan variasi serangan yang kaya.
Dari sudut pandang angka dan sejarah, Indonesia hampir pasti dianggap sebagai underdog. Namun, pelatih Hector Souto justru melihat status tersebut sebagai ruang bernapas. Tekanan, menurutnya, lebih besar berada di kubu Iran. “Bagaimana kami bisa merasa tertekan jika ini adalah final pertama kami? Iran-lah yang seharusnya tertekan. Mereka wajib menang karena tradisi juara mereka,” ujar Souto.
Ia bahkan menegaskan betapa kecilnya toleransi kegagalan bagi lawannya. “Dari 105 pertandingan di Piala Asia Futsal, Iran hanya kalah empat kali. Mereka juara 13 kali dari 17 edisi. Jika mereka kalah besok, itu adalah kegagalan besar bagi mereka. Kami bisa gagal, tapi mereka tidak boleh.”
Pernyataan itu bukan sekadar perang urat saraf. Dalam konteks taktik, Indonesia memang tidak berada pada posisi ideal untuk memainkan futsal dengan risiko tinggi sepanjang laga. Souto menyadari keterbatasan fisik dan kedalaman skuad bila dibandingkan dengan Iran. Karena itu, pendekatan yang lebih pragmatis menjadi opsi paling masuk akal.
“Kami tidak bisa bermain dengan intensitas pressing tinggi selama 40 menit penuh melawan tim sekuat Iran,” kata Souto. “Kami harus bermain pintar, mengatur tempo, dan membawa pertandingan hingga menit-menit akhir dengan peluang kemenangan.”
Strategi tersebut mengisyaratkan bahwa Indonesia akan lebih selektif dalam menekan, berusaha menutup ruang di area tengah, serta memaksimalkan momen transisi. Dukungan publik tuan rumah berpotensi menjadi energi tambahan, terutama jika pertandingan bisa dijaga tetap ketat hingga paruh kedua. Dalam futsal, satu kesalahan kecil atau satu momen individual sering kali cukup untuk mengubah arah laga.
Di sisi lain, Iran datang dengan sikap yang relatif tenang. Shamsaei memilih untuk menanggalkan narasi sejarah dan unggulan. Baginya, final ini berdiri sebagai pertandingan baru yang tidak sepenuhnya bisa diukur dari masa lalu.
“Kami memiliki jarak trofi dengan tim lain, tapi besok adalah pertandingan baru, hari yang baru, dan trofi yang baru,” kata Shamsaei. Ia menegaskan rasa hormatnya kepada Indonesia dan tim pelatihnya. “Kami sangat menghormati pelatih Indonesia, tapi besok kami fokus untuk bermain fair play.”
Pernyataan itu menegaskan satu hal: Iran tidak akan terjebak dalam euforia rekor. Mereka datang dengan kesadaran bahwa Indonesia, sebagai tuan rumah, memiliki sesuatu yang tak bisa dihitung oleh statistik—keberanian untuk bermimpi tanpa beban sejarah.
Final ini, pada akhirnya, bukan hanya tentang siapa yang lebih kuat di atas kertas. Ini adalah pertemuan antara pengalaman dan momentum, antara tradisi dan ambisi. Indonesia mungkin tidak diunggulkan, tetapi mereka memiliki peluang jika mampu tampil disiplin, sabar, dan berani, serta mengambil risiko di saat yang tepat. Bagi Iran, laga ini adalah ujian untuk sekali lagi membuktikan bahwa mereka betul-betul dominan di futsal Asia.
Head to Head Kedua Tim
- 28/09/2022 Iran 5-0 Indonesia
5 Pertandingan Terakhir Timnas Futsal Indonesia
- 05/02/2026 Indonesia 5-3 Jepang
- 03/02/2026 Indonesia 3-2 Vietnam
- 31/01/2026 Indonesia 1-1 Irak
- 29/01/2026 Kirgizstan 3-5 Indonesia
- 27/01/2026 Indonesia 5-0 Korea Selatan
5 Pertandingan Terakhir Timnas Futsal Iran
- 05/02/2026 Irak 2-4 Iran
- 03/02/2026 Iran 7-4 Uzbekistan
- 01/02/2026 Iran 5-2 Afganistan
- 30/01/2026 Arab Saudi 0-2 Iran
- 28/01/2026 Iran 4-1 Malaysia
Perkiraan Susunan Pemain Utama
Indonesia: Ahmad Habiebie; Rizki Xavier, Mochammad Iqbal, Israr Megantara, Firman Adriansyah;
Pelatih: Hector Souto
Iran: Bagher Mohammadi; Mohammadhossein Derakhshani, Mahdi Karimi, Salar Aghapour, Behrooz Azimihematabadi;
Pelatih: Vahid Shamsaei
Prediksi
Jika bisa memaksa pertandingan berjalan ketat, terkendali, dan bertahan hingga menit-menit akhir, sejarah emas buat Indonesia akan tercipta. Namun jika Iran mampu memaksakan ritme sejak awal, final ini bisa kembali menjadi panggung yang membuktikan bahwa mereka adalah penguasa futsal Asia.







