Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Menulis di Zaman AI: Siapa Penulisnya?

    10 Februari 2026

    Bacaan Liturgi Senin 9 Februari 2026, Perayaan Santa Apolonia

    10 Februari 2026

    Itinerary Imlek 3 Hari 2 Malam di Singapura dengan Budget Rp 3,9 Juta

    10 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 11 Februari 2026
    Trending
    • Menulis di Zaman AI: Siapa Penulisnya?
    • Bacaan Liturgi Senin 9 Februari 2026, Perayaan Santa Apolonia
    • Itinerary Imlek 3 Hari 2 Malam di Singapura dengan Budget Rp 3,9 Juta
    • Lahan sempit? Ini 9 trik tata rumput depan, lega dan estetik 2026
    • Dipoligami Pesulap Merah, Ini Profil Ratu Rizky Nabila dan Mantan Suaminya, Alfath Fathier
    • Geely EX2, Mobil Listrik Penggerak Belakang dengan Harga Terjangkau
    • Berhenti dari lapangan hijau, Evan Dimas pilih jalan sendiri: mengajar, belajar, dan temukan makna sepak bola
    • Alam Kadu Cipaku Ciamis: Pengalaman Makan Liwet dan Nikmati Durian
    • 3 Virus Berbahaya yang Harus Diwaspadai Tahun 2026
    • Perbedaan Awal Puasa 2026: Muhammadiyah, BRIN, dan Kemenag, Siapa yang Lebih Dulu?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Simbol Kekuatan, Kebersamaan, dan Kebanggaan Madura: Karapan Sapi

    Simbol Kekuatan, Kebersamaan, dan Kebanggaan Madura: Karapan Sapi

    adm_imradm_imr10 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah dan Perkembangan Karapan Sapi di Madura

    Karapan sapi adalah salah satu tradisi khas masyarakat Madura yang tidak hanya dikenal sebagai hiburan rakyat, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat setempat. Tradisi ini tumbuh dari kebiasaan bertani dan beternak yang berkembang sejak ratusan tahun lalu. Sebagai warisan budaya yang masih lestari hingga kini, karapan sapi tidak sekadar perlombaan adu cepat, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan, kerja keras, serta kekompakan masyarakat Madura.

    Setiap penyelenggaraan karapan selalu menarik perhatian warga dan wisatawan karena memadukan unsur tradisi, kompetisi, dan perayaan rakyat dalam satu rangkaian kegiatan.

    Sejarah Karapan Sapi

    Lahirnya tradisi karapan sapi tidak lepas dari kondisi alam Pulau Madura yang dikenal kurang subur untuk lahan pertanian. Masyarakat setempat kemudian beralih memadukan mata pencaharian sebagai petani, peternak sapi, dan nelayan, terutama di wilayah pesisir.

    Sejarah tradisi ini berkaitan dengan peran seorang ulama asal Sumenep bernama Syekh Ahmad Baidawi atau yang dikenal sebagai Pangeran Katandur. Ia memperkenalkan teknik bercocok tanam menggunakan alat sederhana berupa bambu yang disebut “nanggala” atau “salaga”. Alat tersebut ditarik oleh sepasang sapi untuk membajak sawah dan ladang. Dari sinilah awal mula tradisi karapan sapi terbentuk. Masyarakat mulai memilih dan memelihara sapi-sapi terbaik agar kuat digunakan membajak lahan. Untuk mengetahui sapi mana yang paling kuat dan cepat, mereka kemudian mengadu kecepatan sapi tersebut. Kegiatan ini lambat laun berkembang menjadi tradisi yang digelar setelah musim panen. Awalnya hanya sebagai bentuk hiburan rakyat.

    Asal-usul Istilah Karapan

    Secara etimologi, istilah “karapan” memiliki dua versi asal-usul. Versi pertama menyebut kata tersebut berasal dari bahasa Madura, yakni “kerap” atau “kirap” yang berarti berangkat atau dilepas secara bersama-sama. Versi lain menyebutkan kata “kerapan” berasal dari bahasa Arab “kirabah” yang berarti persahabatan. Dalam pengertian umum saat ini, karapan dimaknai sebagai atraksi lomba pacuan khusus bagi binatang sapi.

    Tradisi ini tidak hanya berkembang di daratan utama Madura, tetapi juga memiliki variasi di Pulau Kangean yang mengenal pacuan kerbau bernama “mamajir”.

    Waktu dan Pelaksanaan Lomba

    Setiap tahun, sejumlah daerah di Pulau Madura rutin menggelar karapan sapi pada Agustus hingga September. Puncak perlombaan biasanya dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan pada akhir September atau Oktober untuk memperebutkan Piala Bergilir Presiden.

    Dalam perlombaan, sepasang sapi akan berlari menarik kereta kayu kecil tempat joki berdiri untuk mengendalikan laju sapi. Lintasan pacuan umumnya sepanjang 100 hingga 120 meter dengan waktu tempuh sekitar 10 hingga 15 detik.

    Jenis-jenis Karapan Sapi

    Karapan sapi memiliki beberapa jenis perlombaan yang dibedakan berdasarkan tingkatannya:

    • Kerap Keni

      Kerap keni merupakan tingkat awal dalam perlombaan karapan sapi. Pesertanya biasanya berasal dari satu kecamatan atau kewedanaan saja. Jarak lintasan sekitar 110 meter dan diikuti sapi-sapi yang masih muda atau belum terlatih. Selain kecepatan, penilaian juga dilihat dari kelurusan arah lari sapi.

    • Kerap Raja

      Kerap raja atau sering disebut kerap negara merupakan perlombaan tingkat lanjutan yang biasanya digelar di ibu kota kabupaten pada hari Minggu. Pesertanya merupakan para juara dari kerap keni. Lintasan balapnya sekitar 120 meter dan menjadi ajang bergengsi di tingkat daerah.

    • Kerap Onjangan

      Kerap onjangan adalah pacuan khusus yang pesertanya diundang oleh suatu daerah atau panitia penyelenggara. Kerapan ini umumnya digelar untuk memeriahkan peringatan hari besar atau acara tertentu, sehingga sifatnya lebih seremonial namun tetap kompetitif.

    • Kerap Karesidenen

      Kerap karesidenan merupakan perlombaan tingkat besar yang mempertemukan juara-juara dari empat kabupaten di Madura. Ajang ini biasanya digelar di Kota Pamekasan pada hari Minggu dan menjadi acara puncak untuk menutup musim karapan sapi setiap tahunnya.

    • Kerap Jar-jaran

      Kerap jar-jaran adalah kerapan yang dilakukan sebagai ajang latihan bagi sapi-sapi pacuan sebelum diturunkan ke perlombaan resmi. Dalam tahap ini, pemilik sapi menguji kecepatan, kekuatan, dan kesiapan sapi sebelum mengikuti kompetisi yang sebenarnya.

    Peran Orang-orang di Balik Karapan

    Dalam satu tim karapan sapi, terdapat sejumlah peran penting yang terlibat. Mulai dari pemilik sapi pacuan, tukang tongko yang mengendalikan sapi di atas kaleles, tukang tambeng yang menahan tali kekang sebelum dilepas, tukang gettak yang memberi aba-aba, tukang tonja yang menuntun sapi, hingga tukang gubra yang bertugas memberi semangat. Setiap peran memiliki tanggung jawab masing-masing untuk memastikan jalannya perlombaan berjalan lancar dan menarik.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Alam Kadu Cipaku Ciamis: Pengalaman Makan Liwet dan Nikmati Durian

    By adm_imr10 Februari 20260 Views

    Selada Air dan Sawi Putih Terbukti Paling Sehat Menurut Penelitian

    By adm_imr10 Februari 20260 Views

    Promo Member Indomaret Hingga 11 Februari: Fortune 2L Rp36.900, Qtela Rp12.900

    By adm_imr10 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Menulis di Zaman AI: Siapa Penulisnya?

    10 Februari 2026

    Bacaan Liturgi Senin 9 Februari 2026, Perayaan Santa Apolonia

    10 Februari 2026

    Itinerary Imlek 3 Hari 2 Malam di Singapura dengan Budget Rp 3,9 Juta

    10 Februari 2026

    Lahan sempit? Ini 9 trik tata rumput depan, lega dan estetik 2026

    10 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?