Persebaya Surabaya Kehilangan Dua Bintang di Bursa Transfer
Di tengah persaingan sengit dalam kompetisi Super League 2025/2026, skuad Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan setelah dua pemain bintangnya resmi berpindah ke klub lain. Langkah ini terjadi di bursa transfer paruh musim dan menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan dari beberapa klub yang sedang tertekan.
Pemain Eks Persebaya Bergabung dengan Klub Zona Degradasi
Dua klub yang saat ini berada di papan bawah klasemen, yaitu Persis Solo dan Semen Padang, memanfaatkan kesempatan ini untuk merekrut pemain eks Persebaya Surabaya. Kedua klub tersebut melihat peluang besar untuk mengangkat performa mereka dengan kedatangan pemain-pemain berkualitas.
Khusus untuk Persis Solo, mereka berhasil mendapatkan tanda tangan Dejan Tumbas, seorang striker asal Serbia. Sementara itu, Semen Padang juga resmi menyematkan nama Diego Mauricio, penyerang asal Brasil, sebagai tambahan baru di lini depan mereka.
Proses Transfer Tanpa Biaya
Salah satu hal yang menarik dari proses transfer ini adalah bahwa kedua klub tidak harus membayar biaya transfer apa pun. Karena status bebas transfer dari kedua pemain tersebut, Persis Solo dan Semen Padang hanya perlu melakukan adu cepat dan bujuk rayu agar bisa mengamankan jasa mereka.
Ini menjadi langkah berani bagi kedua klub karena mereka sedang menghadapi tekanan besar untuk bertahan di kasta tertinggi. Namun, dengan kehadiran pemain-pemain berpengalaman, mereka berharap bisa mengubah situasi negatif menjadi positif.
Konsekuensi yang Mengancam
Bagi para pemain, keputusan untuk bergabung dengan klub zona merah tentu saja memiliki konsekuensi. Mereka harus siap menghadapi uji coba berat dan pertaruhan besar terhadap karier profesional mereka. Jika gagal membawa klub baru lolos dari ancaman degradasi, potensi reputasi mereka bisa tercoreng.
Sebaliknya, jika mampu memberikan dampak positif, maka pengalaman ini bisa menjadi awal yang baik untuk masa depan mereka. Bagi Dejan Tumbas dan Diego Mauricio, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka di lingkungan yang berbeda.
Profil Dejan Tumbas
Dejan Tumbas lahir pada 5 Agustus 1999 di Krivaja, Yugoslavia. Dengan tinggi badan 1,87 meter, Tumbas dikenal sebagai penyerang bertipe fisikal yang memiliki fleksibilitas posisi. Ia bisa bermain sebagai penyerang depan-tengah, sayap kanan, hingga bek kiri.
Selama berada di Persebaya Surabaya, Tumbas mencatatkan 30 penampilan di semua ajang. Ia berhasil mencatatkan dua assist, enam kartu kuning, satu kartu merah, serta total waktu bermain sebesar 2.436 menit. Nilai pasar Tumbas saat ini berada di kisaran Rp3,48 miliar.
Persis Solo berharap bahwa pengalaman dan fleksibilitas Tumbas bisa menjadi solusi untuk masalah produktivitas lini depan mereka.
Profil Diego Mauricio
Diego Mauricio Machado de Brito lahir di Rio de Janeiro pada 25 Juni 1991. Di usia 34 tahun, ia memiliki rekam jejak yang cukup menonjol di berbagai liga. Tinggi badannya 1,83 meter membuatnya cocok bermain sebagai penyerang depan-tengah dengan gaya bermain yang mengandalkan penempatan posisi dan penyelesaian akhir.
Meskipun hanya tampil tujuh kali bersama Persebaya Surabaya dengan total 225 menit bermain tanpa gol, Diego memiliki catatan yang sangat mengesankan di klub-klub sebelumnya. Bersama Odisha FC, ia mencetak 57 gol dan 19 assist dalam 110 pertandingan. Di Asia Timur, ia juga sempat tampil produktif bersama Gangwon FC dengan 20 gol dan 13 assist dari 74 laga.
Semangat dan pengalaman Diego Mauricio menjadi modal besar bagi Semen Padang dalam upaya bertahan di kasta tertinggi.
Babak Baru dalam Karier
Kini, Dejan Tumbas dan Diego Mauricio memulai babak baru dalam karier mereka. Publik sepak bola Indonesia akan menantikan apakah langkah berani ini akan berujung pada kisah heroik atau justru menjadi perjudian yang mahal. Dengan harapan besar dari klub barunya, semoga keduanya mampu membuktikan bahwa keputusan ini adalah langkah yang tepat.







