Pertahanan Bali United benar-benar menjadi sorotan tajam setelah mengalami kekalahan telak dari Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Dalam pertandingan pekan ke-20 Super League 2025/2026, Bali United kalah dengan skor 1-3. Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena sebelumnya Persebaya tidak pernah menang di Gianyar sejak 2018.
Kekalahan yang Menyakitkan
Meski tampil penuh determinasi, Bali United gagal meraih poin penuh di hadapan pendukung sendiri. Koordinasi lini belakang yang rapuh menjadi faktor utama kekalahan tersebut. Gol pembuka Persebaya lahir pada menit ke-26 melalui sepakan Mihailo Perovic yang tak mampu diantisipasi kiper Mike Hauptmeijer. Gol ini menjadi sinyal awal buruknya performa pertahanan Bali United.
Pada babak kedua, dominasi Persebaya semakin kentara. Alfan Suaib sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-69, disusul sundulan Risto Mitrevski di menit ke-73 yang membuat skor melebar menjadi 3-0. Bali United baru bisa mencetak gol hiburan pada menit ke-88 lewat Jordy Bruijn. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah nasib Serdadu Tridatu.
Masalah Utama dalam Pertandingan
Beberapa masalah muncul selama pertandingan, antara lain:
Buruknya koordinasi pertahanan
Absennya sejumlah pemain belakang akibat cedera dan akumulasi kartu membuat lini pertahanan Bali United terlihat kacau. Situasi ini dimanfaatkan oleh Persebaya yang piawai membaca ruang. Bali United telah kebobolan sembilan gol dalam tiga laga terakhir, sebuah catatan yang mengkhawatirkan.Lemahnya transisi permainan
Skema high press yang diterapkan demi mengejar kemenangan justru membuka banyak celah di area pertahanan sendiri. Ketika serangan Bali United patah, para pemain tengah dan belakang kerap terlambat melakukan track back. Persebaya dengan mudah mengeksploitasi ruang kosong melalui kecepatan Alfan Suaib dan Gali Freitas.Buruknya efektivitas serangan
Fakta ketiga yang krusial adalah buruknya efektivitas penyelesaian akhir Bali United. Sejumlah peluang emas sebenarnya tercipta lewat Mirza Mustafic dan Teppei Yachida, tetapi gagal berbuah gol akibat penyelesaian yang kurang tenang. Penampilan solid Ernando Ari di bawah mistar Persebaya juga menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.
Klasemen dan Reaksi Pelatih
Kekalahan ini membuat posisi Bali United tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan 28 poin. Serdadu Tridatu belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir. Sementara itu, Persebaya Surabaya mendapat suntikan moral besar setelah meraih tiga poin yang membawa mereka naik ke posisi ke-5 dengan 35 poin.
Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, menyampaikan kekecewaannya atas hasil pertandingan. Dia menilai rencana tim tidak berjalan maksimal karena mampu diredam oleh Persebaya. Johnny menegaskan bahwa para pemain telah berusaha keras, tetapi masih ada kesulitan dalam menciptakan gol.
Evaluasi dan Tantangan Berikutnya
Evaluasi menyeluruh menjadi prioritas bagi tim pelatih Bali United. Fokus utama tertuju pada kualitas umpan akhir dan konsentrasi lini belakang. Johnny menekankan pentingnya memperbaiki final pass dan fokus pertahanan agar tidak kebobolan di laga berikutnya.
Ujian berat sudah menanti Bali United pada pekan selanjutnya. Serdadu Tridatu akan melakoni laga tandang sulit melawan Persija Jakarta. Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Bali United untuk bangkit dari keterpurukan. Jika pertahanan masih bapuk, ancaman hasil buruk kembali mengintai Serdadu Tridatu.







