Kenaikan Harga Sembako di Palembang Menjelang Ramadan
Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, harga sembako di sejumlah pasar di Kota Palembang mulai mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi sekitar 10 hari sebelum Ramadan, yang biasanya menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mempersiapkan kebutuhan harian mereka.
Kenaikan harga sembako ini dinilai wajar karena berbarengan dengan perayaan Imlek, yaitu hari besar keagamaan masyarakat Tionghoa. Hal ini memicu peningkatan permintaan terhadap berbagai komoditas sembako, sehingga memengaruhi harga pasar.
Masyarakat mulai menyimpan bahan-bahan kebutuhan yang tahan lama sebelum harga melambung tinggi, karena biasanya harga akan naik lagi menjelang Idul Fitri. Dengan demikian, banyak orang memilih untuk menyetok sembako lebih awal agar tidak terkena kenaikan harga yang lebih besar.
Komoditas yang Paling Terdampak
Kenaikan harga paling terasa terjadi pada komoditas seperti cabai, telur, bawang merah, dan bawang putih. Harga cabai, baik cabai merah maupun cabai rawit, meningkat signifikan. Selain itu, harga beras, gula, dan tepung terigu juga mengalami kenaikan, meskipun tidak sebesar kenaikan pada cabai, bawang, dan telur.
Selain faktor Ramadan dan Imlek, momentum dua perayaan besar yang berlangsung bersamaan ini turut mendorong peningkatan permintaan sembako, sehingga harga semakin terkerek naik. Di samping itu, bulan Ruwah atau kebiasaan masyarakat menggelar sedekah Ruwah juga ikut mendorong kenaikan harga.
Pengamatan dari Pedagang
Marni, salah satu pedagang sayur di pasar Sako, mengatakan bahwa harga modalnya naik, sehingga harga jual pun ikut naik. Ia menyebutkan bahwa pasokan bawang dan cabai masih stabil dan banyak jumlahnya, tetapi harganya saja yang naik.
Ia menambahkan bahwa pola kenaikan harga selalu terjadi setiap tahun saat menjelang Ramadan. Biasanya, kenaikan harga cabai dan bawang ini akan terus berlangsung hingga seminggu setelah Ramadan dan bakal naik lagi dua pekan menjelang lebaran.
Persiapan Konsumen
Nila, salah satu konsumen, mengatakan bahwa kenaikan harga sembako membuatnya menyetok sembako lebih awal agar saat harga melambung, dia sudah punya stok aman. Ia menyebutkan bahwa ia sudah menyetok gula, sirup, telur, ayam, bawang, dan cabai, lalu masuk ke freezer agar tahan berbulan-bulan.
Sementara itu, Pipit pemilik usaha kue basah mengatakan bahwa ia sudah menyetok bahan pembuatan kue untuk pesanan Ramadan hingga lebaran mendatang sejak sekarang. Namun, sembako yang distok hanya sembako yang tahan lama saja, seperti gula, minyak goreng, tepung terigu, dan margarin.
Prediksi Kenaikan Harga
Diprediksi menjelang hari H Ramadan nanti, harga semua jenis sembako bakal naik lebih tinggi lagi. Biasanya kenaikan paling tinggi berlaku untuk ayam, daging, cabai, bawang, dan telur.
Data Harga Sembako di Palembang
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Palembang, harga sembako di sejumlah pasar tradisional sejak dua pekan menjelang Ramadan memang merangkak naik. Meski harga naik, stok sembako tercukupi.
Daftar Harga Sembako di Palembang:
- Beras
- Medium: Rp 13.500/kg
Premium: Rp 15.000/kg
Gula Pasir
- Curah: Rp 17.500/kg
Kemasan: Rp 18.000/kg
Minyak Goreng
- Curah: Rp 19.000/liter
Kemasan: Rp 20.000/kg
Tepung Terigu
Rp 13.000/kg
Daging Sapi
Rp 140.000/kg
Daging Ayam Ras
Rp 33.000/kg
Telur Ayam Ras
Rp 29.000/kg
Bawang
- Merah: Rp 40.000/kg
Putih: Rp 36.000/kg
Cabai
- Cabai Merah Besar: Rp 35.000/kg
- Cabai Merah Keriting: Rp 40.000/kg
- Cabai Rawit Merah: Rp 35.000/kg
Cabai Rawit Burung: Rp 80.000/kg
Udang
Rp 80.000/kg
Ikan Kembung
Rp 35.000/kg
Mi Instan
Rp 3.000/bungkus
Tempe
Rp 20.000/kg
Tahu Mentah
Rp 15.000/kg
Pisang Ambon / Pisang Lokal
Rp 15.000/kg
Susu Balita
- Dancow Vanila: Rp 45.000/dus (400–500 g)
SGM atau SGM Eksplor: Rp 41.000/dus (400 g)
Jeruk
Rp 20.000/kg
Kacang-kacangan
- Kacang Merah: Rp 29.000/kg
- Kacang Tanah: Rp 24.000/kg
- Kacang Hijau: Rp 21.000/kg
- Kacang Kedelai: Rp 16.000/kg
Peringatan dari Bank Indonesia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, menghimbau agar mewaspadai kenaikan harga sembako yang berujung pada naiknya angka inflasi di Sumsel karena dampak peningkatan konsumsi masyarakat pada periode Tahun Baru Imlek dan Ramadan.
Tekanan harga pangan dan hortikultura berpotensi muncul seiring curah hujan yang diprediksi masih tinggi hingga Februari. Disamping itu, perlu penguatan koordinasi pasokan dan distribusi pangan utamanya pada komoditas strategis yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan jelang Ramadan dan Idul Fitri seperti telur, daging ayam ras, aneka bawang dan aneka cabai agar ketersediaan tetap terjaga dan harga tetap terkendali.







