Pentingnya Memahami Interaksi Obat dengan Susu
Setiap kali mendapatkan resep obat, dokter atau apoteker biasanya akan memberikan petunjuk penggunaan yang jelas. Beberapa obat harus diminum sebelum makan, sementara yang lain sebaiknya dikonsumsi setelah makan agar tidak menimbulkan gangguan pada lambung. Mereka juga sering mengingatkan pasien tentang makanan atau minuman tertentu yang perlu dihindari karena bisa mengurangi efektivitas obat.
Salah satu minuman yang sering menjadi perhatian adalah susu. Meskipun kaya akan nutrisi dan menjadi bagian dari kebiasaan harian banyak orang, susu ternyata bisa menyebabkan interaksi negatif jika dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu. Oleh karena itu, penting untuk memahami obat apa saja yang tidak boleh dikonsumsi bersama susu, agar manfaat obat tetap optimal dan risiko kesehatan terhindari.
Daftar Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Susu
Antibiotik Tetrasiklin
Tetrasiklin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi, seperti infeksi saluran pernapasan, saluran kemih, dan kondisi kulit seperti jerawat dan rosasea. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri.
Tetrasiklin tidak boleh dikonsumsi bersama susu karena kalsium dalam susu dapat mengikat antibiotik dan menghambat penyerapan oleh tubuh. Hal ini bisa membuat infeksi tidak terobati secara efektif.
Untuk menghindari interaksi ini, konsumsi tetrasiklin 1 jam sebelum atau 2 jam setelah mengonsumsi produk susu.Suplemen Zat Besi
Zat besi adalah mineral penting yang diperlukan untuk produksi hemoglobin dalam sel darah merah. Tubuh tidak bisa memproduksi zat besi sendiri, sehingga perlu didapat melalui makanan atau suplemen.
Kalsium dalam produk susu dapat mengganggu penyerapan zat besi. Oleh karena itu, suplemen zat besi tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan susu. Beri jeda minimal 2 jam antara konsumsi susu dan zat besi.Lithium
Lithium adalah obat yang digunakan untuk mengurangi episode manik pada penderita gangguan bipolar. Obat ini membantu menstabilkan suasana hati.
Penggunaan lithium dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan kalsium dalam tubuh. Karenanya, jika sedang menjalani pengobatan dengan lithium, disarankan untuk mengurangi atau menghindari konsumsi susu dan produk susu lainnya.Bifosfonat
Bifosfonat adalah obat yang digunakan untuk mengatasi osteoporosis dan kelainan tulang lainnya. Obat ini bekerja dengan memperlambat kerusakan tulang dan meningkatkan kepadatan tulang.
Ketika bifosfonat dikonsumsi bersama susu, kalsium dalam susu dapat berikatan dengan bifosfonat, mengurangi efektivitas obat. Ini meningkatkan risiko patah tulang.Obat Tiroid
Hipotiroidisme adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak cukup memproduksi hormon tiroid. Dalam kasus ini, pasien biasanya diberi obat untuk membantu menormalkan kadar hormon.
Semua obat tiroid sebaiknya diminum saat perut kosong. Beberapa bahkan tidak boleh dikonsumsi bersama susu karena bisa mengganggu penyerapan obat oleh tubuh.Pengobatan HIV
Dolutegravir adalah obat antiretroviral yang digunakan untuk mengobati HIV/AIDS. Obat ini juga diresepkan sebagai profilaksis untuk mencegah infeksi HIV setelah terpapar.
Jika dikonsumsi tanpa makanan lain, dolutegravir bisa berinteraksi dengan kalsium dalam susu, menyebabkan penyerapan obat berkurang. Disarankan untuk meminum dolutegravir 2 jam sebelum atau 6 jam setelah mengonsumsi susu atau makanan kaya kalsium.Fluoroquinolon
Fluoroquinolon adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan dan saluran kemih. Obat ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri.
Fluoroquinolon tidak boleh dikonsumsi bersama susu karena bisa mengurangi efektivitas obat. Hal ini berpotensi membuat kuman lebih sulit diobati di masa depan.

Jika kamu sedang mengonsumsi salah satu dari obat-obatan di atas, segera tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat tersebut.







