Perseteruan Keluarga Denada dan Ressa Rizky Rossano Memanas
Perseteruan antara Ressa Rizky Rossano dengan keluarga penyanyi Denada kembali memanas setelah adik kandung Denada, Muhammad Abdullah Surkaty, memberikan klarifikasi terkait sengketa mobil yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan publik.
Kasus ini bermula dari tuntutan pengakuan anak kandung dan dugaan penelantaran. Namun, perseteruan ini kini melebar ke urusan fasilitas materi, salah satunya adalah sengketa satu unit mobil yang pernah diberikan oleh mendiang Emilia Contessa, ibu kandung Denada.
Pihak Ressa Rizky sebelumnya mengklaim bahwa mereka hanya diberi uang muka sebesar 20 juta rupiah untuk mobil Avanza. Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Muhammad Abdullah Surkaty, klaim tersebut tidak sesuai dengan fakta yang tercantum dalam dokumen kontrak.
Bantahan dari Adik Denada
Muhammad Abdullah Surkaty menyatakan bahwa almarhumah ibu kandungnya, Emilia Contessa, telah membayar uang muka sebesar 105 juta rupiah untuk mobil tersebut. Ia menunjukkan bukti kontrak yang menyebutkan jumlah tersebut.
“Namun, informasi tersebut tidak sesuai dengan dokumen kontrak antara saya dengan perusahaan pembiayaan, di mana dalam kontrak tersebut tercantum total uang muka yang telah dibayarkan adalah sebesar Rp 105 juta,” ujarnya.
Selisih angka yang sangat besar antara klaim pihak Ressa dan bukti dokumen menjadi poin utama yang ditekankan oleh Muhammad. Ia ingin meluruskan bahwa mendiang Emilia Contessa telah memberikan bantuan yang jauh lebih besar dari apa yang dituduhkan selama ini.
Tanggung Jawab Pembayaran Cicilan Mobil
Selain itu, Muhammad juga menjawab klaim pihak Ressa yang merasa terbebani oleh cicilan bulanan mobil pengganti. Berbeda dengan pengakuan pihak Ressa yang merasa dikejar-kejar petugas leasing, Muhammad justru menyatakan bahwa tanggung jawab pembayaran cicilan masih berada di tangan keluarga mereka.
“Selain itu, beredar juga informasi mengenai pembayaran cicilan mobil Avanza tersebut. Dengan ini saya ingin menyampaikan bahwa pembayaran cicilan mobil Avanza sampai dengan saat ini masih kami bayarkan,” lanjutnya.
Muhammad menegaskan bahwa kemunculannya ke publik bukan untuk mengganggu proses hukum yang sedang berjalan atau mendahului keputusan hakim di Banyuwangi. Ia hanya ingin menjaga kehormatan almarhumah ibundanya agar tidak terus-menerus dikaitkan dengan informasi yang menurutnya tidak sesuai fakta dokumen.
Peran Kuasa Hukum Ressa Rizky Rossano
Kuasa hukum Ressa Rizky Rossano, Ronald Armada, menekankan bahwa kendaraan tersebut tidak diberikan sebagai hadiah, sebab Ressa yang harus menyicil sendiri dengan susah payah. “Eh kamu membelikan mobil yang mana, wong anak disuruh nyicil sendiri kok,” ucap Ronald Armada.
Ironisnya, mobil yang sudah dibayarkan Ressa setiap bulannya itu ternyata bukan atas nama Ressa, melainkan adik dari Denada, Muhammad Abdullah Surkaty.
Masalah ini mencuat ke publik dan disebut-sebut sebagai salah satu pemantik utama yang membuat hubungan kedua belah pihak retak. Bahkan kini masalah rumah tangga mereka berujung pada gugatan hukum pada 26 November 2025 lalu.
Berdasarkan cerita yang disampaikan pihak keluarga Ressa dalam berbagai kesempatan, persoalan bermula saat Ressa masih duduk di bangku SMA. Kala itu, mendiang Emilia Contessa memberikan sebuah mobil yang dianggap sebagai kado atau pemberian tulus. Namun, belakangan diketahui bahwa kendaraan tersebut ternyata masih dalam status kredit atau belum lunas.
Konflik semakin meruncing ketika Emilia Contessa memutuskan untuk menjual mobil lama Ressa karena dianggap sudah kurang layak pakai. Mobil tersebut terjual dengan harga Rp 99 juta. Menurut pihak Ressa, dari hasil penjualan itu, mendiang Emilia hanya memberikan uang sebesar Rp 20 juta sebagai uang muka (DP) untuk mobil pengganti jenis Avanza. Akibatnya, cicilan mobil pengganti yang mencapai angka Rp 4 juta per bulan harus ditanggung oleh pihak Ressa.
Kondisi ini membuat Ratih Puspita Dewi, wanita yang merawat Ress sejak bayi, kaget karena sempat didatangi oleh petugas penagih (leasing) ke rumahnya. Padahal saat itu Ressa sendiri belum memiliki penghasilan karena belum bekerja.
Klarifikasi ini kini memberikan sudut pandang baru yang kontras bagi publik. Masyarakat kini mulai melihat sisi lain dari kasus ini, terutama mengenai peran Emilia Contessa dan keluarganya dalam pengelolaan aset dan cicilan mobil yang menjadi sengketa.







