Kinerja Ekonomi Indonesia yang Menjanjikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah menyelesaikan sebagian besar kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan berbagai mitra internasional. Pernyataan ini disampaikan dalam forum Indonesia Economic Summit di Jakarta. Airlangga menjelaskan bahwa beberapa kesepakatan penting telah selesai difinalisasi, termasuk perjanjian antara Indonesia dan Kanada (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/ICA-CEPA), serta perundingan dengan Uni Eropa (perjanjian IEU-CEPA) dan kawasan Eurasia (EREU).
Peran Presiden Prabowo dalam Stabilitas Kawasan
Airlangga menilai keaktifan Presiden Prabowo Subianto dalam geopolitik turut berkontribusi terhadap stabilitas kawasan. Ia mengungkapkan bahwa sikap Presiden Prabowo membantu ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas, sehingga menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara global.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah negara yang hadir dalam forum tersebut, termasuk Australia. Ia menyebut bahwa Perdana Menteri Australia telah bertemu Presiden Prabowo pada Desember lalu, dan saat ini Australia memiliki program investasi terbesar di Jakarta.
Kerja Sama dengan Jepang dan Negara G20
Selain itu, Airlangga menyebut Jepang telah meluncurkan inisiatif ASEAN Zero Emission Community dengan pendanaan sebesar US$ 500 juta yang ditujukan untuk pengembangan energi terbarukan. Bersama negara-negara G20, Jepang juga menyiapkan pendanaan sekitar ¥ 21,4 miliar untuk Indonesia. Hingga saat ini, Indonesia telah memanfaatkan sekitar US$ 3,5 miliar dari dana tersebut. Airlangga menjelaskan bahwa masih terdapat miliaran dana lain yang akan diinvestasikan di Indonesia dan telah masuk dalam pipeline.
Kerja Sama Regional dengan Singapura dan Inggris
Dalam hal kerja sama regional, Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki kawasan ekonomi khusus dan tengah membahas rencana ekspor energi hijau ke Singapura. Selain itu, kedua negara juga bekerja sama dalam program pengembangan sumber daya manusia digital.
Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia baru-baru ini memperkuat kerja sama dengan Inggris, khususnya melalui kolaborasi dengan universitas-universitas yang tergabung dalam Russell Group. Ia mengatakan Presiden Prabowo telah menetapkan rencana pembangunan 10 universitas baru di bidang sains, teknologi, teknik, matematika, dan kedokteran. Universitas-universitas seperti Cambridge, King’s College, dan Imperial College London disebut bersedia mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia. Inggris juga disebut sedang mempersiapkan penandatanganan kerja sama CEPA dengan Indonesia.
Indikator Ekonomi Domestik yang Positif
Dari sisi domestik, Airlangga menyampaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren positif. Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia pada Januari berada di level 52,6, yang menandakan fase ekspansi, dan telah bertahan di zona tersebut selama enam bulan terakhir. Indeks kepercayaan konsumen tercatat meningkat ke level 123,5.
Airlangga menjelaskan bahwa inflasi pada tahun ini diperkirakan berada di kisaran 3,53–3,55 persen. Angka tersebut dipengaruhi oleh basis inflasi yang rendah pada kuartal terakhir tahun sebelumnya, setelah pemerintah memberikan subsidi listrik sebesar 50 persen.
Kinerja Perdagangan dan Cadangan Devisa
Neraca perdagangan Indonesia tetap mencatat surplus selama 68 bulan berturut-turut. Dalam lima tahun terakhir, kinerja perdagangan Indonesia disebut selalu positif. Cadangan devisa di Bank Indonesia saat ini mencapai sekitar US$ 142 miliar, yang dinilai cukup untuk membiayai impor lebih dari enam bulan.
Reformasi Pasar Modal
Airlangga juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengumumkan reformasi pasar modal. Ia menjelaskan bahwa agenda reformasi tersebut berfokus pada empat pilar utama, yaitu likuiditas, transparansi, tata kelola, dan penegakan hukum.







