Sidang Pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang Ricuh
Sidang pemilihan ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang yang berlangsung di gedung DPRD berakhir dalam keadaan ricuh. Peristiwa ini terjadi setelah calon ketua, Zia’ul Haq dari Partai Gerindra, naik ke atas meja karena emosi setelah menolak sistem voting terbuka.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Zia’ul Haq tiba-tiba naik ke atas meja dan mulai melontarkan protes keras terhadap sistem penghitungan suara yang digunakan. Sementara itu, lawannya, Darmadi dari Partai PDIP, tetap diam dan tidak merespons dengan emosi yang sama.
Sikap tenang Darmadi ini mendapat apresiasi dari para peserta Cabang Olahraga (Cabor) yang hadir dalam sidang. Mereka menganggap bahwa Darmadi menunjukkan sikap profesional dan tenang meskipun situasi semakin memanas.
Zia bersama pendukungnya menolak hasil voting terbuka yang menunjukkan bahwa Darmadi telah memperoleh 34 suara. Menurut mereka, sistem tersebut tidak adil karena membuat perbedaan antara visi dan misi yang disampaikan dengan hasil akhir.
Protes Terhadap Sistem Voting Terbuka
Selama sidang berlangsung, Zia terus melontarkan protes terhadap sistem voting terbuka. Ia menggunakan mikrofon untuk menyampaikan keluhan kepada forum, sambil berdiri di atas meja. Suaranya terdengar tidak jelas karena campuran dengan suara para ketua Cabor yang juga sedang beradu argumen melalui pengeras suara.
“Kami tolak, jika panitia rapat menggunakan sistem voting terbuka, buat apa tadi kita disuruh paparan visi dan misi,” teriak Zia dengan nada keras.
Protes ini semakin memuncak saat anggota dewan tiga periode dari Gerindra tersebut naik meja. Situasi sidang yang dihadiri oleh 69 Cabor kian ricuh. Teriakan dan protes dari para peserta menjadi tak terkendali, sehingga suara mereka terdengar keras namun isinya tidak jelas.
Tindakan Skorsing Sidang
Zia bersama para pendukungnya terus menolak hasil penghitungan yang sudah disepakati forum. Bahkan, saat giliran voting untuk Zia, bukan hanya pendukungnya yang melayangkan protes, tetapi Zia sendiri juga tersulut emosi luar biasa.
Ia berdiri di depan forum sembari melakukan debat dengan ketua sidang, Mulyadi. Tak hanya Mulyadi, ketua Cabor pendukung Darmadi pun turut menjadi sasaran. Emosi Zia kian tak terkendali saat Unggul Nugroho, mantan anggota dewan tiga periode dari Gerindra, meminta perhitungan dilanjutkan karena menganggap perolehan Darmadi sah.
“Lanjut ketua sidang, kita sudah sepakat voting terbuka, kok dibantah sendiri,” tutur Unggul, yang juga menjabat sebagai ketua Cabor Karate.
Mengingat situasi yang kian tak terkendali setelah aksi naik meja tersebut, sidang akhirnya resmi dihentikan. Pimpinan sidang, Mulyadi, kemudian mengajak Darmadi dan Zia keluar ruangan menuju salah satu ruangan di gedung dewan.
Hingga pukul 17.20 WIB atau sekitar 1,5 jam berlalu, ketiganya belum kembali ke forum sehingga sidang mengalami skorsing yang cukup lama.







