Penyediaan Arena Latihan Resmi untuk Komunitas Drag Bike di Kabupaten Jombang
Polres Jombang sedang berupaya keras dalam menekan maraknya balap liar di jalan umum. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mencari lokasi resmi untuk latihan para pehobi otomotif atau penggemar balapan. Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi komunitas drag bike secara legal dan aman, sekaligus mengurangi kejadian balap liar yang sering menimbulkan gangguan.
Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah sekitar Terminal Kepuhsari, tepatnya di Jalan Raya Mastrip, Desa Kepuh Permai, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Lokasi ini dinilai strategis karena memiliki akses yang baik dan potensi untuk dikaji dari sisi teknis maupun sosial. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan pasti mengenai penggunaannya sebagai arena latihan resmi.
Upaya Kolaboratif antara Pihak Berwajib dan Pemerintah Daerah
Penyediaan arena latihan resmi ini tidak dilakukan sendirian oleh Polres Jombang. Tidak hanya aparat kepolisian, tetapi juga pemerintah daerah turut terlibat dalam merancang langkah-langkah tersebut. Hal ini ditandai dengan adanya peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan bersama Bupati dan Wakil Bupati Jombang, serta unsur Forkopimda dan kepala OPD terkait.
Tujuan dari peninjauan ini adalah untuk mengidentifikasi titik-titik potensial yang dapat digunakan sebagai lokasi latihan bersama. Dalam prosesnya, kapolres menjelaskan bahwa peninjauan masih dalam tahap awal dan belum menetapkan satu titik tertentu sebagai lokasi final. Ia menyebutkan bahwa pertimbangan utama bukan hanya kondisi jalan, tetapi juga keselamatan, kelancaran lalu lintas, dampak terhadap warga sekitar, serta aspek keamanan secara menyeluruh.
Menjawab Isu yang Beredar di Masyarakat
Beberapa waktu lalu, muncul informasi di masyarakat tentang rencana penggunaan kawasan Terminal Kepuhsari sebagai arena drag bike tahun mendatang. Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, membantah informasi tersebut. Menurutnya, wacana tersebut masih sebatas kajian dan belum diputuskan.
“Belum ada keputusan. Semua masih kita evaluasi bersama. Jika nanti dinilai memenuhi syarat, bisa saja digunakan. Namun tetap ada opsi lokasi lain,” ujar kapolres dalam keterangan yang diterima.
Strategi untuk Mengurangi Balap Liar
Lebih lanjut, Ardi menekankan bahwa penyediaan tempat latihan resmi ini merupakan bagian dari strategi menekan maraknya balap liar di jalan umum. Namun, fasilitas tersebut hanya dapat direalisasikan jika ada komitmen kuat dari komunitas otomotif.
“Intinya, kami ingin memberi ruang yang aman dan legal. Tetapi konsekuensinya jelas, tidak boleh lagi ada balap liar. Latihan bersama harus dijalankan secara tertib dan bertanggung jawab,” katanya melanjutkan.
Alternatif Lokasi dan Proses Evaluasi
Terkait alternatif lokasi lain, kapolres memastikan seluruhnya masih berada di wilayah Kabupaten Jombang. Pembahasan lanjutan akan dilakukan melalui koordinasi internal antara Polres, Pemkab, Forkopimda, serta perwakilan komunitas balap motor. Hal ini menunjukkan bahwa pihak berwajib tidak hanya fokus pada satu lokasi, tetapi siap mengevaluasi berbagai opsi yang tersedia.
Sementara soal waktu dimulainya program latihan bersama, pihak kepolisian belum menetapkan jadwal pasti. Kapolres menjelaskan bahwa semua persiapan harus dilakukan dengan matang agar manfaatnya maksimal dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Kesimpulan
Kegiatan penyediaan arena latihan resmi bagi komunitas drag bike di Kabupaten Jombang merupakan langkah penting dalam upaya mengurangi balap liar di jalan umum. Dengan kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan komunitas, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pihak. Meski belum ada keputusan akhir, langkah awal ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengembangkan olahraga balap motor secara legal dan bertanggung jawab.







