Daftar Warga Jambi yang Terjebak dalam Pekerjaan Scam di Kamboja
Berikut adalah sembilan warga Jambi yang terjebak dalam pekerjaan scam di Kamboja:
- Andri Budi Sanjaya (Jambi)
- Deri Setiawan (Jambi)
- Dison (Jambi)
- Rangga Gustianto (Kabupaten Batang Hari-Muara Bulian)
- Rizky Warnizon (Jambi)
- Vikky Pratama Putra (Jambi)
- Audy Lyliana Putri (Jambi)
- Syehdi (Kabupaten Sarolangun)
- Chilva Shety Priyanka Elwani (Jambi)
Andri Budi Sanjaya, salah satu korban, menyampaikan bahwa ia telah menerima daftar nama WNI yang akan dipulangkan ke Indonesia. Para korban yang dipulangkan dibagi menjadi dua kategori: yang memiliki paspor dan yang tidak memiliki paspor.
WNI tanpa paspor berjumlah 249 orang, dua di antaranya berasal dari Jambi, yaitu Deri Setiawan (nomor urut 77) dan Dison (nomor urut 83). Sementara itu, WNI yang memiliki paspor berjumlah 258 orang, tiga di antaranya dari Jambi, yaitu Rangga Gustianto asal Muara Bulian (nomor 194), Rizky Warnizon (nomor 216), dan Vikky Pratama Putra (nomor 242).
Keberadaan Audy Lyliana Putri Masih Belum Diketahui
Pada Senin (16/2), sebanyak 15 WNI dijadwalkan terbang ke Indonesia dan diantar menggunakan kendaraan KBRI menuju bandara. “Yang terbang hari ini 15 orang, mayoritas dari Medan,” ujarnya.
Di tengah proses pemulangan, keberadaan seorang warga Jambi lainnya, Audy Lyliana Putri, belum diketahui hingga saat ini. Andri menuturkan belum menemukan nama tersebut di penampungan tempatnya berada. “Sampai sekarang atas nama Audy tidak ada di penampungan. Yang ada di sini hanya saya dan Syahdi,” katanya.
Ia menduga masih ada WNI yang berada di luar penampungan, baik di hotel maupun kembali bekerja di perusahaan scam. Di sisi lain, Andri sendiri sempat terkendala persoalan paspor. Dia kehilangan paspor saat melarikan diri dari perusahaan tempatnya bekerja. Dokumen tersebut disebut-sebut sempat dipegang pihak lain sehingga tidak terdata di KBRI.
“Saya sudah buat laporan baru karena paspor dianggap tidak ada. Nama saya belum muncul dalam daftar keberangkatan,” ungkapnya.
Kondisi Penampungan yang Semakin Padat
Menurut Andri, mayoritas korban di penampungan berasal dari Medan, Sumatera Utara. Pada Selasa (17/2), tercatat ada 27 WNI yang dipulangkan. Mereka berasal dari beberapa daerah, seperti Jawa Barat, Bandung, Medan, Jakarta, dan Jambi.
“Korban yang tidak memiliki paspor tetap dapat dipulangkan setelah mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP),” ujar Andri saat dihubungi Infomalangraya.commelalui pesan WhatsApp. Namun, dia mengaku belum mengetahui detail lokasi seluruh nama dalam daftar tersebut.
“Saya sudah umumkan pakai mikrofon, siapa orang Jambi supaya berkumpul. Mungkin ada yang malu atau belum tahu,” ujarnya.
Dia menggambarkan kondisi para WNI memprihatinkan, sebagian tidak memiliki biaya untuk pulang dan harus menunggu proses administrasi. Dalam video yang dikirim Andri Budi kepada Tribun Jambi, tampak para WNI berdiri berbaris di penampungan. Seorang perempuan memegang pengeras suara dan menyampaikan permohonan bantuan kepada pemerintah Indonesia.

Video itu diakhiri dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Perempuan tersebut diketahui bernama Armaha Yarapini br Sinaga, asal Binjai, yang sebelumnya bekerja sebagai juru masak di perusahaan yang sama dengan Andri.
Dalam pernyataannya, para korban memohon pemerintah Indonesia, termasuk Presiden dan Kementerian Luar Negeri, mempercepat proses pemulangan, terlebih menjelang Ramadan. Andri juga menyebut Dinas Sosial Kota Jambi telah menghubungi KBRI Kamboja. Pihak dinas disebut meminta nama lengkap dan nomor kontaknya.
“Katanya minta nama dan nomor saya. Itu yang saya tanyakan ke koordinator KBRI,” ujarnya.
Tindakan Pemerintah dan Imigrasi
Di sisi lain, kondisi penampungan disebut semakin padat. Andri menjelaskan ada pemindahan perempuan hamil dan pasangan suami istri ke lokasi terpisah demi kondisi yang lebih layak. “Tempatnya sudah penuh. Sebagian dipindahkan karena beda tradisi dan fasilitas terbatas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Teknologi dan Informasi (Tekkim) Imigrasi Jambi, Parizal Ham, menuturkan rencana penjemputan WNI di ayah masuk wewenang Direktorat Jenderal Imigrasi. Pihaknya berkoordinasi dengan KBRI terkait hal tersebut. Namun, sampai saat ini pihaknya juga belum mendapatkan informasi.
“Kalau memang ada pemulangan ya, kita enggak tahu apa-apa ini,” katanya via telepon WhatsApp kepada Tribun Jambi, Selasa (17/2).

Terkait kasus tersebut, Parizal menjelaskan pihaknya telah menolak pembuatan paspor untuk TKI non-prosedural. “Yang namanya TKI non-prosedural itu, pada saat permohonan paspor itu sudah kita ditolak, tidak akan kita berikan. Terindikasi bahwa dia TKI non prosedural enggak bakal dikasih paspor itu, kita tolak dan kita tangguhkan, sudah pasti itu,” jelasnya.
Imigrasi mengimbau masyarakat Jambi agar berhati-hati terhadap oknum yang menjanjikan gaji besar saat bekerja di luar negeri. “Berlibur atau mau jalan-jalan ke luar negeri harus miliki paspor. Kalaupun mau bekerja di sana (luar negeri), pakailah yang prosedural, ada BP4MI, Nakertrans, dan sebagainya. Ya, silakan koordinasikan,” pungkasnya.






