Ketersediaan BBM di Kabupaten Bone Dinyatakan Aman
Ketua Komisi II DPRD Bone, Andi Muhammad Idris Rahman atau yang akrab disapa Andi Alang, memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bone dalam kondisi aman. Pernyataan ini disampaikannya setelah melakukan pengawasan langsung ke sejumlah SPBU di Bone, menyusul ramainya antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir.
Andi Alang menegaskan bahwa antrean panjang bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM atau penimbunan, melainkan karena kepanikan masyarakat. Menurutnya, banyak warga mengumpulkan kendaraan untuk mengisi BBM sekaligus, sehingga stok cepat habis sebelum sore hari.
“Tidak langka, juga tidak ada penimbunan. Antrean terjadi karena masyarakat panik. Banyak yang mengumpulkan kendaraan untuk mengisi BBM sekaligus, sehingga stok cepat habis sebelum sore hari,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan, padahal pasokan masih mencukupi kebutuhan. Andi Alang mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar.
“Sejauh ini koordinasi kami dengan Pertamina berjalan baik. Saya sebagai pengawas SPBU di Kabupaten Bone memastikan stok saat ini aman,” jelasnya.
Ia juga menyebut penambahan kuota BBM tidak mengalami kendala dan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. “Penambahan kuota tidak ada persoalan. Jadi sampai saat ini, kondisi BBM di Bone masih aman,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menilai kepanikan masyarakat dipicu oleh berbagai informasi yang berkembang, termasuk isu kenaikan harga BBM dan kondisi geopolitik internasional. “Banyak masyarakat panik karena mengira akan terjadi kelangkaan atau kenaikan harga. Ini juga dipengaruhi isu global, seperti konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel,” katanya.
Menurutnya, informasi tersebut membuat masyarakat membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Padahal, pemerintah telah menjamin ketersediaan BBM dalam beberapa waktu ke depan. “Saya mengimbau masyarakat tidak perlu terlalu panik menghadapi situasi ini,” tegasnya.
Andi Alang memastikan, dalam 20 hari ke depan pasokan BBM di Kabupaten Bone masih aman dan terkendali. “Pemerintah menjamin ketersediaan BBM. Untuk 20 hari ke depan tidak ada masalah,” tandasnya.
Antrean Mengular Hingga 1 Kilometer
Sebelumnya, kelangkaan BBM di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dilaporkan semakin parah dalam beberapa hari terakhir. Pantauan Infomalangraya.com, Minggu (29/3/2026), di sejumlah titik di Kota Watampone, antrean kendaraan mengular hingga sekitar satu kilometer. Kondisi ini terjadi hampir di seluruh SPBU di wilayah kota, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan BBM.
Beberapa SPBU yang mengalami antrean panjang antara lain SPBU Jalan Jenderal Ahmad Yani, SPBU Lapawawoi, SPBU Palakka, SPBU Agus Salim, SPBU Jalan Gatot Subroto, hingga SPBU Panyula. Antrean didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang menunggu giliran pengisian BBM.
Sejumlah pengendara bahkan mematikan mesin kendaraan untuk menghemat sisa bahan bakar. Salah seorang pengendara, Anju, mengaku telah mengantre hampir satu jam namun belum mendapatkan BBM. Ia datang sejak pagi dengan harapan bisa lebih cepat memperoleh bahan bakar.
“Sudah hampir satu jam antre, tapi belum juga dapat. Saya datang dari pagi supaya cepat, tapi ternyata tetap lama,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan pengendara lain, Ikbal, yang mengaku harus mengantre hingga berjam-jam. Ia menyebut telah menunggu hampir lima jam demi mendapatkan BBM. Menurutnya, waktu yang dihabiskan tidak sebanding dengan jumlah BBM yang diperoleh.
“Beli bensin sekitar 20 liter, tapi habis waktu antre sampai lima jam lebih. Ibaratnya, bensin juga terpakai untuk antre,” katanya.
Pertamina Pastikan Stok Aman
Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pasokan BBM tetap aman. Sales Branch Manager Sulsel II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, mengatakan pihaknya memahami meningkatnya kebutuhan masyarakat seiring tingginya mobilitas.
“Namun dapat kami pastikan bahwa stok BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya. Ia juga mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian BBM di SPBU resmi.
“Dengan pengisian di SPBU, masyarakat mendapatkan harga sesuai ketentuan serta kualitas dan takaran yang terjamin,” tambahnya. Pertamina terus memantau distribusi dan berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk menjaga kelancaran pelayanan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. “Kami ingin masyarakat merasa tenang. Pertamina terus berupaya menjaga pasokan dan distribusi agar tetap lancar,” ujarnya.
Ia juga menyebut masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 jika membutuhkan informasi terkait BBM. Pertamina menegaskan komitmennya menjaga distribusi energi agar tetap andal dan merata.







