Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    6 strategi pemerintah jaga keamanan mudik Lebaran 2026

    17 Maret 2026

    Gempa M3,6 Guncang Blitar Jatim, Informasi BMKG

    17 Maret 2026

    Pemilik Restoran Gercep Jadi Tersangka, Terungkap Isu Uang Damai Rp1 Miliar, Ini Pernyataan Polisi

    17 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 18 Maret 2026
    Trending
    • 6 strategi pemerintah jaga keamanan mudik Lebaran 2026
    • Gempa M3,6 Guncang Blitar Jatim, Informasi BMKG
    • Pemilik Restoran Gercep Jadi Tersangka, Terungkap Isu Uang Damai Rp1 Miliar, Ini Pernyataan Polisi
    • Opini: Semangat Ekonomi di Bulan Ramadan
    • Apakah Puasa Pengaruhi Siklus Haid dan Menyebabkan Keterlambatan Mens?
    • PWI Kecam Peristiwa Tak Sedap dalam Laga Malut United vs PSM
    • Penelitian sosial menguatkan semangat belajar dan solidaritas siswa melalui MBG
    • Wisata Kalsel: Harga Tiket dan Jadwal Amanah Borneo Park Banjarbaru Saat Lebaran
    • Jadwal Imsak Maluku Utara 9 Maret 2026
    • Iran Klaim Kendali Selat Hormuz, Ancaman yang Mengancam Trump
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Apakah Puasa Pengaruhi Siklus Haid dan Menyebabkan Keterlambatan Mens?

    Apakah Puasa Pengaruhi Siklus Haid dan Menyebabkan Keterlambatan Mens?

    adm_imradm_imr17 Maret 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Proses yang Terjadi pada Tubuh Saat Berpuasa



    Berpuasa berarti menahan diri dari makan dan minum selama sejumlah waktu tertentu. Pada bulan Ramadan, puasa biasanya dilakukan dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Di Indonesia, durasi puasa rata-rata mencapai sekitar 13 jam 16 menit. Meski terdengar sederhana, proses yang terjadi dalam tubuh saat berpuasa lebih kompleks dari yang kita bayangkan.

    Pada 0—4 jam pertama setelah mulai berpuasa, tubuh memasuki fase anabolik. Dalam fase ini, tubuh akan menggunakan energi yang telah disimpan sebelumnya. Jika kamu melakukan sahur, makanan dan minuman yang dikonsumsi akan menjadi sumber energi untuk pertumbuhan sel dan jaringan. Pankreas akan menghasilkan hormon insulin yang membantu melepaskan glukosa dari cadangan makanan ke aliran darah dan menyimpan energi dalam sel untuk digunakan nanti.

    Setelah 4—16 jam, tubuh memasuki fase katabolik atau penguraian. Nutrisi tambahan mulai dilepaskan dari penyimpanan untuk digunakan sebagai sumber energi. Jika cadangan energi habis, tubuh akan mengandalkan lemak yang tersimpan. Proses ini melibatkan pembakaran lemak untuk menghasilkan bahan kimia bernama keton bodies yang menjadi sumber energi tambahan.

    Selain itu, tubuh juga akan melakukan autophagy, yaitu proses di mana sel-sel mati atau rusak akan dihancurkan dan dibuang. Autophagy dipengaruhi oleh tingkat hormon MTOR yang menurun. Proses ini memiliki manfaat besar bagi kesehatan, seperti mengurangi risiko penuaan, kanker, dan gangguan kesehatan kronis.

    Apakah Puasa Memengaruhi Siklus Haid?

    Siklus menstruasi sangat dipengaruhi oleh aktivitas harian, termasuk pola makan, olahraga, tingkat stres, dan konsumsi obat. Selama puasa, banyak perempuan mengalami perubahan rutinitas, seperti mengurangi frekuensi makan. Perubahan ini dapat memicu tubuh masuk ke mode lapar dan memprioritaskan nutrisi untuk area vital.

    Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Hamadan dan diterbitkan dalam Iran Journal of Reproductive Medicine menemukan bahwa perempuan yang berpuasa selama lebih dari 15 hari melaporkan menstruasi tidak teratur atau terlewat. Responden juga mengalami perubahan pendarahan selama 3 bulan pasca berpuasa.

    Di sisi lain, publikasi dalam Middle East Fertility Society Journal menemukan adanya perubahan siklus menstruasi pada remaja selama berpuasa. Perubahan ini terjadi pada volume darah, tetapi tidak ada perbedaan signifikan dalam siklus menstruasi.

    Tips Menjaga Kesehatan Menstruasi Saat Puasa Ramadan



    Meskipun puasa bisa memengaruhi siklus haid, hal ini tidak menghilangkan kewajiban untuk berpuasa. Untuk menjaga kesehatan menstruasi, penting untuk memperhatikan asupan nutrisi harian. Pastikan tubuh tetap mendapat energi yang cukup meski sedang tidak makan dan minum sepanjang hari.

    Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

    Konsumsi makanan yang tepat saat sahur dan berbuka puasa, seperti karbohidrat, protein, serat, serta mineral dan vitamin yang cukup. Hindari makan terburu-buru agar tubuh dapat mencerna makanan lebih lama.

    Pastikan cairan tubuh tercukupi dengan meminum air sesuai anjuran, meskipun sedang berpuasa. Aturan minum air bisa disesuaikan, terutama saat sahur dan berbuka.

    Istirahat cukup dan hindari stres yang dapat memengaruhi produksi hormon dan berpotensi menyebabkan menstruasi tidak teratur.

    Jika ingin berolahraga, pilih aktivitas ringan alih-alih latihan intensif agar cadangan nutrisi tetap terjaga.

    FAQ Seputar Puasa dan Siklus Haid

    Apakah puasa bisa memengaruhi siklus haid?

    Ya, puasa bisa memengaruhi siklus haid terutama jika terjadi perubahan pola makan dan jam tidur drastis. Namun efeknya berbeda pada setiap perempuan.

    Kenapa puasa bisa membuat haid terlambat?

    Perubahan asupan kalori dan stres fisik dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi. Hormon yang terganggu bisa membuat ovulasi tertunda sehingga haid ikut mundur.

    Kapan harus khawatir jika haid berubah saat puasa?

    Jika haid tidak datang lebih dari tiga bulan atau disertai perdarahan sangat banyak, perlu pemeriksaan medis. Kondisi itu bisa menandakan gangguan hormonal atau masalah kesehatan lain.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Mengapa Campak Bisa Menyebabkan Radang Otak?

    By adm_imr17 Maret 20261 Views

    Makna mimpi sakit dalam primbon Jawa, mimpi sakit aneh tanda keberuntungan

    By adm_imr17 Maret 20262 Views

    Hal-hal yang Membawa Pahala atau Mengurangi Puasa Ramadan

    By adm_imr16 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    6 strategi pemerintah jaga keamanan mudik Lebaran 2026

    17 Maret 2026

    Gempa M3,6 Guncang Blitar Jatim, Informasi BMKG

    17 Maret 2026

    Pemilik Restoran Gercep Jadi Tersangka, Terungkap Isu Uang Damai Rp1 Miliar, Ini Pernyataan Polisi

    17 Maret 2026

    Opini: Semangat Ekonomi di Bulan Ramadan

    17 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Contoh Khutbah Idul Fitri Terbaik 2026 Lengkap dengan PDF

    10 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?