Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Dugaan Pelanggaran Disiplin. Siapa Pria Tampan Keluar Hotel Bareng Pejabat Pemkab Malang? (Bag.2)

    4 Juli 2026

    Dugaan Pelanggaran Disiplin. Siapa Pria Tampan Keluar Hotel Bareng Pejabat Pemkab Malang? (Bag.1)

    3 Juli 2026

    HUT Bhayangkara ke-80: KNPI Dukung Polri Berantas Kekerasan Perempuan Berbasis Relasi Kuasa ‎

    1 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 5 Juli 2026
    Trending
    • Dugaan Pelanggaran Disiplin. Siapa Pria Tampan Keluar Hotel Bareng Pejabat Pemkab Malang? (Bag.2)
    • Dugaan Pelanggaran Disiplin. Siapa Pria Tampan Keluar Hotel Bareng Pejabat Pemkab Malang? (Bag.1)
    • HUT Bhayangkara ke-80: KNPI Dukung Polri Berantas Kekerasan Perempuan Berbasis Relasi Kuasa ‎
    • Poster HUT ke-80 Bhayangkara Siap Pakai, Cetak atau Bagikan ke Media Sosial
    • Apakah Olahraga Malam Bisa Kurangi Berat Badan?
    • Dua Orang Akui Jadi Ajudan Gubernur, Tipu 227 Warga Sumberporong Malang
    • Hakim Dwi Elyarahma Pimpin Sidang Perdana Kasus Suap Hery Susanto Hari Ini
    • KPK Selidiki Hilman Latief, Ungkap Skandal Kuota Haji dan Keterlibatan Fuad Hasan Masyhur
    • Denice Zamboanga Mundur dari Gelar Juara Dunia MMA untuk Jadi Ibu
    • Libur Sekolah, Penumpang KA di Stasiun Blitar Naik 500 Orang/Hari
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Penelitian sosial menguatkan semangat belajar dan solidaritas siswa melalui MBG

    Penelitian sosial menguatkan semangat belajar dan solidaritas siswa melalui MBG

    adm_imradm_imr17 Maret 20266 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Berdampak Positif pada Siswa dan Lingkungan Sekolah



    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah terbukti memberikan dampak yang signifikan terhadap siswa dan lingkungan sekolah. Hasil kajian sosiologi menunjukkan bahwa program ini tidak hanya membantu memastikan siswa mendapatkan asupan gizi yang cukup, tetapi juga berperan dalam membangun interaksi sosial serta meningkatkan semangat belajar di lingkungan sekolah.

    Manfaat MBG untuk Siswa dan Lingkungan Sekolah

    MBG memiliki manfaat luas, baik dari sisi kesehatan maupun perkembangan sosial siswa. Ketersediaan makanan bergizi yang teratur dapat membantu siswa mengikuti proses belajar dengan lebih fokus dan nyaman. Dalam hal ini, seorang sosiolog, Musni Umar, menyatakan bahwa MBG bisa menciptakan kesetaraan, kebersamaan, dan kedekatan satu sama lain. Selain itu, siswa bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan nyaman karena tidak dalam lapar.

    Musni mengungkapkan pengalaman pribadinya saat masih kecil di Kendari, Sulawesi Tenggara. Saat itu ia terbiasa berangkat sekolah tanpa sarapan, sehingga kondisi tubuhnya cenderung kurus dan sering sakit. Kondisi ini berubah saat ia menjadi mahasiswa dan tinggal di asrama dengan jadwal makan bersama yang teratur.

    Menurut Musni, di masa depan akan tumbuh tunas-tunas bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki solidaritas tinggi terhadap sesama karena kedekatan satu sama lain sewaktu makan bersama. Ia pun mendorong pemerintah untuk memperbaiki berbagai persoalan yang selama ini mendera program ini.

    Peran MBG dalam Budaya Sekolah

    Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyatakan bahwa program MBG yang digagas pemerintah menjadi pondasi baru dalam menciptakan pendidikan bermutu di Indonesia. MBG tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada budaya sekolah. Praktik makan bersama menciptakan ruang interaksi sosial yang lebih inklusif dan memperkuat kebersamaan di antara siswa.

    Toni melanjutkan, kegiatan makan bersama menjadi sarana pembelajaran karakter yang alami. Siswa belajar disiplin, menjaga kebersihan, dan menghargai makanan. Ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus melalui pendekatan formal, tetapi dapat tumbuh melalui pengalaman keseharian yang dirancang secara bermakna.

    Pengalaman sosial ini menjadi penting untuk membangun empati, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. MBG membuka peluang bagi sekolah untuk membangun budaya belajar yang sehat dan positif. MBG juga berpotensi membentuk ulang relasi pedagogis di sekolah. Aktivitas makan bersama menciptakan momen non-formal yang mempertemukan siswa dan guru dalam suasana yang lebih setara dan humanis.

    Interaksi semacam ini memperkuat rasa aman psikologis (psychological safety) yang menjadi pondasi penting bagi pembelajaran mendalam. Ketika siswa merasa dihargai dan terhubung secara sosial, mereka cenderung lebih berani bertanya, bereksplorasi, dan terlibat aktif dalam proses belajar.

    Penelitian dan Respon Masyarakat

    Hasil penelitian Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia Maret 2026 serta kajian Research Institute of Socio-Economic Development pada Februari 2026 juga menunjukkan hal sama. Riset dilaksanakan pada 30 sekolah dengan 1.267 sampel (siswa, guru, orang tua, dan pengelola dapur MBG) di lima kabupaten/kota (Kota Kupang, Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Pesisir Selatan).

    Hasilnya menunjukkan bahwa program MBG mampu memperkuat kebersamaan di antara seluruh siswa dan guru di sekolah. Tak hanya dari aspek sosiologis, Program MBG juga mampu meringankan beban orang tua secara ekonomi, khususnya dari kalangan menengah ke bawah.

    Sekitar 72% orang tua melaporkan anak mereka menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, sedangkan 55% menyatakan anak lebih mudah menerima variasi jenis makanan yang sebelumnya jarang dikonsumsi. Temuan paling menggembirakan dari riset ini adalah tingginya penerimaan masyarakat, dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Para orang tua siswa yang ditemui di lapangan umumnya memberikan penilaian yang sangat positif terhadap program ini.

    Kesimpulan

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan membangun budaya belajar yang sehat di sekolah. Dengan adanya MBG, siswa lebih fokus dalam belajar, guru dan siswa saling terhubung, serta orang tua merasa lebih ringan dalam memenuhi kebutuhan anak. Program ini menjadi pondasi penting dalam menciptakan pendidikan bermutu di Indonesia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Hakim Dwi Elyarahma Pimpin Sidang Perdana Kasus Suap Hery Susanto Hari Ini

    By adm_imr30 Juni 20263 Views

    Contoh Soal IPS Kelas 7 SMP: Lokasi Absolut dan Relatif Semester 1

    By adm_imr30 Juni 20264 Views

    Cara Mendaftar Beasiswa Stimulan Paser 2026 yang Masih Dibuka

    By adm_imr30 Juni 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Dugaan Pelanggaran Disiplin. Siapa Pria Tampan Keluar Hotel Bareng Pejabat Pemkab Malang? (Bag.2)

    4 Juli 2026

    Dugaan Pelanggaran Disiplin. Siapa Pria Tampan Keluar Hotel Bareng Pejabat Pemkab Malang? (Bag.1)

    3 Juli 2026

    HUT Bhayangkara ke-80: KNPI Dukung Polri Berantas Kekerasan Perempuan Berbasis Relasi Kuasa ‎

    1 Juli 2026

    Poster HUT ke-80 Bhayangkara Siap Pakai, Cetak atau Bagikan ke Media Sosial

    30 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?