Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Harga BBM Subsidi Masih Bisa Naik Meski Harga Non Subsidi Turun

    4 April 2026

    Angin Kencang Rusak Rumah dan RSUD Ploso di Jombang

    4 April 2026

    Ultimatum Noel untuk Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pemimpin KPK Harus Mundur

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 5 April 2026
    Trending
    • Harga BBM Subsidi Masih Bisa Naik Meski Harga Non Subsidi Turun
    • Angin Kencang Rusak Rumah dan RSUD Ploso di Jombang
    • Ultimatum Noel untuk Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pemimpin KPK Harus Mundur
    • Alasan Proyek PSEL Tidak Jadi Dibangun di Malang, Lahan dan Biaya Tinggi Jadi Penyebab Utama
    • 10 Makanan Pencerah Kulit yang Wajib Diketahui
    • Lima Bakmi Lezat di Jakarta Selatan untuk Makan Siang yang Menggugah Selera
    • Ayaka Miura vs. Chihiro Sawada, Dua Pertandingan MMA Lainnya Memeriahkan ONE Samurai 1
    • Mengunjungi Pohon Purba di Lombok Timur yang Dikelola Warga Binaan Lapas
    • Pahlawan Film The Hostage: Kisah Nyata TNI AL Selamatkan Sandera di Selat Malaka
    • Infinix Hot 60 Pro: HP 2 Jutaan dengan Layar AMOLED 144Hz dan Performa Gaming Hebat
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»AS Minta Kapalnya Hindari Perairan Iran

    AS Minta Kapalnya Hindari Perairan Iran

    adm_imradm_imr14 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peringatan AS untuk Kapal Berbendera Amerika Serikat di Selat Hormuz

    Pada hari Senin (9/2/2026), Amerika Serikat mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal berbendera AS agar menghindari perairan Iran saat melintasi Selat Hormuz. Imbauan ini dikeluarkan dalam rangka menanggapi meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Direkomendasikan agar kapal komersial berbendera AS yang melintasi perairan ini tetap menjaga jarak sejauh mungkin dari laut teritorial Iran tanpa mengorbankan keselamatan navigasi. Saat melintas ke arah timur di Selat Hormuz, kapal disarankan berlayar dekat dengan laut teritorial Oman.

    Peringatan tersebut juga mendesak para kapten kapal agar tidak memberikan izin kepada pasukan Iran untuk menaiki kapal AS. Jika pasukan Iran menaiki kapal komersial berbendera AS, awak kapal tidak boleh secara paksa melawan pihak yang menaiki kapal tersebut. Tidak melakukan perlawanan paksa tidak berarti memberikan persetujuan atas tindakan tersebut.

    Selat Hormuz Jadi Jalur Pelayaran Utama di Timur Tengah



    Secara historis, jalur pelayaran global dan kapal-kapal komersial kerap terancam oleh gejolak geopolitik, terutama di Timur Tengah. Selama konflik Iran-Irak pada tahun 1980-an, kedua negara menargetkan kapal-kapal dagang yang kemudian dikenal sebagai Perang Tanker. Belakangan ini, kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah. Mereka menyatakan bahwa tindakan tersebut bertujuan mengakhiri perang genosida Israel di Gaza.

    Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran utama di Timur Tengah, terutama bagi kapal tanker yang mengangkut minyak ke pasar global. Iran kerap mengancam akan menutup selat tersebut pada saat terjadinya ketegangan geopolitik. Pemerintah AS menyebut Selat Hormuz sebagai titik sempit minyak terpenting di dunia, karena lokasinya yang strategis sebagai pintu masuk maritim ke kawasan penghasil energi.

    Perundingan Iran-AS Disebut Berjalan Baik



    Kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Iran terus meningkat. Dalam beberapa pekan terakhir, Washington telah memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah sebagai respons terhadap tindakan keras aparat keamanan Iran dalam protes antipemerintah yang melanda negara tersebut. Pada akhir Januari, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggelar latihan militer angkatan laut di Selat Hormuz, yang memicu peringatan dari militer AS agar Teheran tidak melakukan tindakan yang tidak aman dan tidak profesional. Militer AS kemudian menyatakan telah menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekati salah satu kapal induknya di kawasan tersebut.

    Di tengah ketegangan itu, Iran dan AS mengadakan pembicaraan mengenai masa depan program nuklir Teheran di Oman pada Jumat (6/2/2026). Presiden AS, Donald Trump, menggambarkan perundingan tersebut sebagai hal yang sangat baik, seraya menambahkan bahwa perundingan selanjutnya akan dilanjutkan pekan ini.

    Trump Ingin Iran Stop Program Nuklir dan Rudalnya



    Pada Desember 2025, Trump memperingatkan bahwa Washington akan menyerang Iran jika negara tersebut berusaha membangun kembali program nuklir dan rudalnya. Pasukan AS sebelumnya mengebom tiga fasilitas nuklir utama Iran dalam perang Israel-Iran pada Juni 2025, ketika perundingan antara Teheran dan Washington masih berlangsung.

    Para pejabat Iran mengatakan bahwa negosiasi saat ini berfokus pada isu nuklir. Namun, pemerintahan Trump juga mengisyaratkan keinginan untuk membahas persenjataan rudal Iran dan dukungan Teheran terhadap aktor nonnegara di kawasan tersebut, seperti Hizbullah dan Hamas.

    Dalam isu nuklir, salah satu poin utama dalam perundingan sebelumnya adalah apakah Iran akan diizinkan memperkaya uranium di dalam negeri. Teheran, yang membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir, telah berulang kali menegaskan bahwa pengayaan uranium merupakan hak kedaulatannya dan tidak melanggar komitmennya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Tanggal 26 Juni 2026 Jatuh Pada Hari Apa? Daftar Peringatan Nasional dan Internasional

    By adm_imr4 April 20263 Views

    Megawati Berduka Atas Kematian Prajurit RI di Lebanon, Ajak Kekuatan Politik Bersatu

    By adm_imr4 April 20263 Views

    Profil Praka Farizal, Prajurit TNI Gugur dalam Tugas UNIFIL di Lebanon

    By adm_imr4 April 20268 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Harga BBM Subsidi Masih Bisa Naik Meski Harga Non Subsidi Turun

    4 April 2026

    Angin Kencang Rusak Rumah dan RSUD Ploso di Jombang

    4 April 2026

    Ultimatum Noel untuk Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pemimpin KPK Harus Mundur

    4 April 2026

    Alasan Proyek PSEL Tidak Jadi Dibangun di Malang, Lahan dan Biaya Tinggi Jadi Penyebab Utama

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?