Sosok Ipda Purnomo, Polisi yang Berjuang untuk Kemanusiaan
Ipda Purnomo, seorang anggota Polri yang dikenal sebagai sosok penuh kepedulian, telah menjalani perjalanan panjang dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) hingga membantu para guru PPPK dan pemulung, ia terus berupaya untuk menghadirkan perubahan positif di sekitarnya.
Awal Mula Perjalanan Kemanusiaan
Perjalanan kemanusiaan Ipda Purnomo dimulai ketika ia masih bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Banaran, Kabupaten Lamongan. Saat itu, ia melihat seorang ODGJ yang tidak terurus dan terlihat keliaran di jalanan. Rasa kasihan yang muncul membuatnya langsung menolong ODGJ tersebut. Dari situ, hati Ipda Purnomo semakin terbuka untuk terus membantu mereka yang membutuhkan.
Pada awalnya, ia menggunakan uang pribadi dari tunjangan sebagai anggota Polri untuk merawat ODGJ. Meskipun begitu, ia sering menghadapi tantangan, seperti sikap ODGJ yang tidak stabil dan sering mengganggu tetangga. Hal ini membuatnya harus mencari solusi yang lebih efektif.
Mendirikan Yayasan Berkas Bersinar Abadi
Setelah beberapa kali mengalami kesulitan, Ipda Purnomo memutuskan untuk mendirikan Yayasan Berkas Bersinar Abadi. Ia meminta izin kepada Bupati Lamongan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Sosial Kabupaten Lamongan. Meskipun awalnya disarankan untuk bergabung dengan Dinas Kesehatan, ia memilih untuk ikut Dinas Sosial karena kebutuhan ODGJ tidak hanya terbatas pada obat-obatan.
Yayasan ini kini telah merawat ratusan ODGJ dari berbagai daerah. Selain itu, Ipda Purnomo juga mendapatkan dukungan dari istrinya, Lilik Ika Wahyuni, yang turut serta dalam proses perawatan ODGJ. Bahkan, ia sempat dimarahi oleh istri saat mengajak ODGJ ke rumah sakit jiwa karena tidak memiliki dokumen keluarga.
Bantuan untuk Guru PPPK
Selain fokus pada ODGJ, Ipda Purnomo juga aktif dalam membantu warga kurang mampu. Salah satu aksi kemanusiaannya adalah memberikan bantuan dana sebesar Rp11,7 juta kepada 39 guru PPPK di Tuban yang masa kontraknya tidak diperpanjang. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk empati dan dukungan moral agar para guru tetap semangat meski sedang menghadapi kesulitan.
Bantuan ini diberikan sebagai persiapan bulan Ramadan. Menurut Ipda Purnomo, guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, ia merasa bahwa mereka layak mendapat perhatian ketika mengalami kesulitan.
Bantuan untuk Pemulung
Ipda Purnomo juga tidak pernah lupa untuk membantu masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Salah satu contohnya adalah bantuan kepada seorang pemulung bernama Muntama (56). Saat berkendara, ia melihat Muntama yang memikul karung berisi rongsokan. Tanpa ragu, ia menawarkan bantuan dengan mengantarkan pulang dan memberikan uang sebesar Rp1 juta untuk kebutuhan pokok selama Ramadan.
Konten YouTube sebagai Tambahan Pendapatan
Untuk mengelola yayasan yang kini merawat sebanyak 395 ODGJ, Ipda Purnomo juga memanfaatkan media sosial, termasuk YouTube, sebagai sumber tambahan pendapatan. Dengan konten-konten yang ia unggah, ia dapat memperluas jangkauan bantuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu kemanusiaan.
Kesimpulan
Dari awalnya hanya membantu ODGJ secara pribadi hingga mendirikan yayasan, Ipda Purnomo telah menjadi teladan dalam kepedulian terhadap sesama. Aksinya tidak hanya memberikan manfaat bagi ODGJ, guru PPPK, dan pemulung, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk berkontribusi dalam masyarakat.







