Belasungkawa atas Kehilangan Sosok Inspiratif
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan ungkapan duka cita yang mendalam atas berpulangnya musisi kebanggaan tanah air, Vidi Aldiano. Kabar duka ini menyebar luas setelah Vidi meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16.33 WIB di Jakarta. Ia meninggalkan duka mendalam bagi publik, terutama bagi para penggemarnya dan rekan-rekan di dunia seni.
Vidi Aldiano, pelantun lagu “Nuansa Bening”, dikenal sebagai sosok yang gigih dan kreatif. Kepergiannya di usia 35 tahun menjadi kehilangan besar bagi dunia seni Indonesia. Melalui pernyataan resminya, Gibran menyebut bahwa Vidi bukan sekadar penyanyi biasa, melainkan representasi dari kegigihan dan dedikasi generasi muda. Baginya, semangat Vidi dalam melahirkan karya-karya bermutu hingga akhir hayatnya menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk terus berkontribusi bagi bangsa.
Ungkapan duka tersebut disampaikan Gibran melalui unggahan di media sosial Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, ia memajang foto Vidi Aldiano dengan latar yang khidmat disertai simbol bunga sebagai tanda penghormatan terakhir. Tidak hanya melalui unggahan utama, pasangan dari Presiden Prabowo Subianto ini juga meninggalkan jejak komentar di akun resmi milik almarhum. Gibran menulis kalimat yang menyentuh hati mengenai warisan karya yang ditinggalkan oleh pria bernama lengkap Oxavia Aldiano tersebut.
“Innalilahi wainnailaihi rojiun, telah wafat Vidi Aldiano bin Harry Aprianto,” tulis pesan duka yang tersebar luas di media sosial X. Pesan tersebut merinci bahwa Vidi wafat didampingi oleh seluruh keluarga besar yang telah ikhlas akan kepergiannya menghadap Sang Pencipta. Kepergiannya disebut sebagai perjalanan menuju “Cahaya Ilahi” setelah perjuangan panjang.
Komposer ternama Andi Rianto juga menjadi salah satu sosok yang pertama kali mengonfirmasi kehilangan ini. Melalui unggahan di Instagram Story, Andi menyampaikan salam perpisahan yang singkat namun penuh makna kepada sahabatnya itu. Melalui pernyataan resmi kepada awak media, pihak keluarga memastikan bahwa musisi berbakat tersebut kini telah tenang. Ayahanda Vidi, Harry Aprianto, mengonfirmasi rincian waktu kematian putranya kepada rekan-rekan media di Jakarta.
“Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO,” bunyi pesan singkat tersebut. Keluarga merinci bahwa momen kepergian Vidi terjadi saat ia dikelilingi oleh kasih sayang yang luar biasa dari orang-orang terdekatnya. Ketegaran Vidi selama ini memang selalu berhasil memukau banyak orang yang mengenalnya.
Sebelum kabar duka ini datang, publik sempat menyoroti perubahan fisik Vidi yang cukup signifikan. Di tengah upayanya untuk sembuh, Vidi tampak lebih kurus dengan kulit yang terlihat lebih pucat dari biasanya. Meskipun penampilannya sempat disebut “glowing” oleh warganet, banyak yang menyadari bahwa itu adalah tanda-tanda kelelahan tubuh akibat prosedur medis yang berat. Namun, Vidi selalu menanggapi kekhawatiran publik dengan sikap yang tenang.
“Kalau merasa lebih bagus, makasih, tapi glowing enggak cukup, yang cukup itu harus sehat,” ujar Vidi dalam sebuah wawancara medio Oktober 2025 lalu, yang kini menjadi kenangan pahit bagi para fans. Bagi suami dari Sheila Dara ini, aspek terpenting dalam hidupnya bukanlah sekadar penampilan luar. Ia sangat fokus pada perjuangan untuk mendapatkan kembali kesehatannya melalui berbagai macam terapi.
Vidi, yang meninggal di usia 35 tahun, sebelumnya sempat mengakui bahwa tubuhnya yang lebih kurus adalah hasil dari program diet ketat yang menjadi bagian dari rangkaian treatment kanker ginjalnya. Ia selalu memupuk harapan agar setiap langkah pengobatan yang dijalaninya dapat membuahkan hasil positif. Optimisme inilah yang membuat banyak orang merasa sangat kehilangan ketika takdir berkata lain.
Perjalanan panjang Vidi melawan penyakit ini dimulai sejak ia pertama kali divonis mengidap kanker ginjal pada tahun 2019 silam. Sejak itu, hidupnya berubah menjadi serangkaian jadwal pemeriksaan medis yang tiada henti. Ia tidak pernah menyerah dan terus berusaha mencari kesembuhan hingga ke luar negeri, termasuk menjalani pengobatan intensif di Penang, Malaysia. Dedikasinya terhadap kesembuhan menjadi inspirasi bagi penyintas kanker lainnya.

Meskipun harus menahan rasa sakit dan kelelahan, Vidi tetap berusaha tampil profesional di atas panggung. Ia sering kali terlihat tetap ceria di depan kamera, seolah ingin menunjukkan bahwa semangat hidup tak boleh padam. Namun, pada Sabtu sore ini, raga sang musisi akhirnya mencapai batasnya. Perjuangan panjang selama bertahun-tahun itu pun berakhir dengan ketenangan di pelukan keluarga besar yang mencintainya.
Kepergian Vidi meninggalkan lubang besar di hati para insan musik Indonesia. Mereka mengagumi tidak hanya suaranya, tetapi juga kepribadiannya yang hangat dan selalu mendukung rekan sejawatnya. Sheila Dara, sang istri yang setia mendampingi di setiap langkah perjuangan, kini harus merelakan belahan jiwanya. Dukungan publik pun mengalir deras untuk memberikan kekuatan bagi aktris tersebut.
Kini, panggung musik Indonesia mungkin akan terasa lebih sepi tanpa kehadiran sosok Vidi yang energik. Namun, sebagaimana pesan Wapres Gibran, karyanya akan tetap abadi sebagai inspirasi bagi dunia seni tanah air. Selamat jalan, Vidi Aldiano. Perjuanganmu yang gigih telah usai, dan kini saatnya kamu beristirahat dalam damai tanpa lagi merasakan sakit. Indonesia akan selalu mengenangmu sebagai talenta muda yang luar biasa.







