Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Raya Pare-Wates
Pada hari Kamis (12/2/2026) malam, terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus pariwisata rombongan jemaah ziarah dan mobil pikap Gran Max di Jalan Raya Pare – Wates, Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Peristiwa ini menimbulkan luka pada sopir Gran Max dan mengakibatkan gangguan lalu lintas di lokasi kejadian.
Kecelakaan terjadi di ruas jalan yang berada di utara lapangan Desa Jarak. Faktor utama yang diduga menyebabkan kecelakaan adalah kondisi jalan yang gelap dan menikung, sehingga membatasi jarak pandang pengemudi.
Kendaraan yang Terlibat dalam Kecelakaan
Mobil pikap Gran Max warna putih dengan nomor polisi AG 9643 PG dikemudikan oleh Arip (24), warga Ponggok Kabupaten Blitar. Mobil tersebut membawa muatan telur. Sementara itu, bus pariwisata warna biru milik PT Wali Songo Asnifah dengan nomor polisi W 7626 UQ dikemudikan oleh Fuad Hasim (31), warga Desa Gurung Beduk Candi Kabupaten Sidoarjo. Bus ini mengangkut 59 penumpang yang merupakan rombongan jemaah ziarah wali.
Penyebab Kecelakaan
Menurut keterangan dari Kapolsek Plosoklaten AKP Dwi Widodo, kecelakaan bermula saat bus melaju dari arah selatan menuju utara. Saat sampai di lokasi kejadian, bus mencoba mendahului truk pasir yang berada di depannya. Pada saat bersamaan, mobil Gran Max melaju dari arah berlawanan. Kondisi jalan yang gelap dan menikung menyebabkan jarak pandang terbatas, hingga akhirnya terjadi tabrakan.
Benturan keras tidak dapat dihindari, sehingga sopir Gran Max terjepit bodi kendaraan. Warga sekitar dan petugas kepolisian langsung melakukan evakuasi terhadap korban.
Korban dan Kerugian Material
Arip, sopir Gran Max, mengalami luka lecet serta patah kaki sebelah kanan. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri untuk mendapatkan perawatan medis dan menjalani visum et repertum. Sementara itu, seluruh penumpang bus dilaporkan dalam kondisi selamat. Meski demikian, beberapa penumpang sempat mengalami syok akibat insiden tersebut.
Akibat kecelakaan tersebut, jalur Pare-Wates sempat tersendat karena proses evakuasi sopir Gran Max. Dari sisi kerugian materiil, mobil Gran Max mengalami kerusakan cukup parah di bagian bodi depan serta kedua ban depan pecah. Muatan telur yang dibawa juga dilaporkan mengalami kerusakan. Adapun bus pariwisata mengalami kerusakan pada bodi kanan depan, kaca bus pecah, serta kedua ban depan juga pecah akibat benturan.
Tindakan yang Dilakukan
Dwi menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan kendaraan yang terlibat untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Ia juga mengimbau kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur yang minim penerangan dan menikung, serta tidak memaksakan mendahului jika jarak pandang terbatas.
Kasus kecelakaan ini kini ditangani lebih lanjut oleh Unit Laka Satlantas Polres Kediri guna mengetahui secara pasti penyebab dan unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.







