Di tengah pertumbuhan pesat penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai sektor, dua raksasa teknologi dunia, Cisco dan NVIDIA, meluncurkan ekspansi besar dalam inisiatif Secure AI Factory. Inisiatif ini bertujuan untuk membantu organisasi menerapkan AI secara masif di seluruh infrastruktur mereka, baik di pusat data maupun di lokasi edge.
Membawa AI ke Lokasi Edge
Ekspansi ini memberikan kerangka kerja yang memungkinkan pelanggan mengembangkan teknologi AI dari skala besar hingga lokasi edge lokal. Di sini, pengambilan keputusan secara real-time menjadi sangat penting. Dengan demikian, area operasional seperti pabrik, rumah sakit, hingga kendaraan bergerak dapat menjadi lebih lincah dan efisien.
Langkah strategis ini juga memungkinkan perusahaan, penyedia layanan cloud, serta institusi pemerintahan untuk beralih dari fase uji coba ke produksi dalam skala penuh. Integrasi yang lebih sederhana membuat waktu implementasi yang biasanya memakan bulan-bulan bisa dipangkas menjadi hitungan minggu tanpa mengorbankan standar keamanan.
Pandangan dari CEO Cisco dan NVIDIA
CEO Cisco, Chuck Robbins, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah jawaban atas keraguan banyak organisasi dalam mengoperasionalkan AI. Ia menegaskan bahwa sebagian besar organisasi memahami potensi AI dalam transformasi bisnis, namun masih mencari cara untuk menerapkannya secara aman dan dalam skala besar.
Sementara itu, pendiri dan CEO NVIDIA, Jensen Huang, menekankan bahwa keamanan harus diintegrasikan ke dalam setiap lapisan, mulai dari silikon hingga perangkat lunak. Ia menilai bahwa kemitraan antara Cisco dan NVIDIA membangun fondasi yang aman untuk infrastruktur AI, mulai dari core hingga edge.
Inovasi Teknis yang Mendukung
Dalam aspek teknis, Cisco memperkenalkan dukungan terhadap NVIDIA RTX PRO™ GPU 4500 Blackwell Server Edition di seluruh portofolio Cisco UCS dan Cisco Unified Edge. Inovasi ini memungkinkan perusahaan menjalankan beban kerja AI yang berat di lokasi edge tanpa memerlukan ruang dan energi setingkat pusat data.
Selain itu, Cisco mengumumkan desain referensi Cisco AI Grid yang menggabungkan kekuatan Cisco Mobility Services dengan GPU NVIDIA. Hal ini membantu penyedia layanan menghadirkan managed services AI dengan keandalan setingkat operator (carrier-grade).
Untuk mendukung kinerja AI dalam skala masif, Cisco meluncurkan seri switch berkecepatan tinggi terbaru, N9100. Perangkat ini memiliki kapasitas hingga 102,4 Tbps dan ditenagai oleh switch siliconNVIDIA Spectrum-6 Ethernet. Pelanggan kini memiliki fleksibilitas untuk memilih jalur arsitektur referensi yang sesuai, baik yang berbasis program NVIDIA Cloud Partner (NCP) maupun arsitektur yang dikembangkan berbasis Cisco Silicon One.
Keamanan yang Diperkuat
Aspek keamanan turut diperkuat melalui integrasi perlindungan di setiap lapisan. Cisco memperluas penerapan kebijakan Hybrid Mesh Firewall ke dalam Data Processing Units (DPU) NVIDIA BlueField yang terintegrasi pada server GPU NVIDIA. Hal ini memungkinkan ancaman diblokir di tingkat server sebelum mencapai data sensitif organisasi.
Fitur Cisco AI Defense kini juga mendukung dan mengamankan platform pengembangan agen otonom terbaru milik NVIDIA, yaitu OpenShell. Fitur ini memberikan kontrol dan pagar pengaman (guardrails) untuk memantau tindakan agen AI guna memastikan alur kerja tetap berjalan aman.
Penilaian dari Analis IDC
Analis dari IDC, Mary Johnston Turner, menilai kemitraan ini hadir di titik krusial industri saat beban kerja AI mulai bergerak mendekati sumber data. Menurutnya, kolaborasi antara Cisco dan NVIDIA memberikan pilihan yang dibutuhkan pelanggan untuk mengatasi kompleksitas integrasi serta meningkatkan skala operasional tanpa menciptakan celah keamanan baru.







