Peringatan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya. Peringatan ini dikeluarkan karena adanya potensi hujan lebat dan angin kencang yang bisa terjadi hingga 10 Februari 2026 mendatang. Puncak dari kejadian ini terjadi pada 3 Februari lalu, yang ditandai dengan hujan deras dan angin kencang berkecepatan tinggi.
Dampak Cuaca Ekstrem di Kota Surabaya
Cuaca ekstrem yang melanda Surabaya selama sepekan terakhir menimbulkan berbagai dampak serius. Pada hari Selasa (3/2/2026), hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan pada papan reklame. Hujan mulai turun sekira pukul 16.00 WIB di sejumlah titik, seperti wilayah Jalan Kranggan, Bubutan, Tidar, dan sekitarnya. Angin kencang kemudian muncul tidak lama setelah hujan turun, memperparah kondisi cuaca.
Pohon Tumbang dan Kerusakan Fasilitas
Salah satu dampak terbesar dari cuaca ekstrem adalah tumbangnya puluhan pohon di berbagai titik Kota Surabaya. Terdapat lebih dari 14 lokasi yang mengalami insiden pohon tumbang. Selain itu, beberapa rumah warga juga terkena dampak langsung dari kejadian tersebut. Misalnya, sebuah rumah di Jalan Kalibutuh Timur rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Di samping itu, papan reklame di Jalan Tidar, Sawahan juga mengalami kerusakan.
Listrik Padam Total
Kondisi terparah terjadi di Jalan Kranggan, Bubutan, di mana listrik padam total akibat tiang listrik patah terkena angin kencang. Warga harus menghadapi gelap-gelapan karena tidak ada pasokan listrik.
Imbauan dari Pemkot Surabaya
Untuk mengurangi risiko kejadian serupa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau warga agar lebih waspada. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan diri saat cuaca ekstrem terjadi. “Cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir sangat luar biasa. Beberapa kejadian seperti robohnya reklame dan tumbangnya pohon sudah terjadi,” ujarnya.
Eri juga mengingatkan warga untuk tidak berteduh di bawah pohon rindang saat hujan turun. “Saat hujan, mohon jangan berteduh di bawah pohon. Lebih aman berlindung di dalam bangunan, karena sekarang kecepatan angin sulit diprediksi. Seperti kemarin, angin kencang bisa menumbangkan pohon besar dan reklame,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca bisa berubah secara tiba-tiba, terutama pada malam hari. Meski pada siang hari angin terasa normal, potensi hujan deras dan angin kencang tetap harus diwaspadai. “Siang hari mungkin terasa biasa, tapi malam hari bisa berubah mendadak. Hujannya juga tidak bisa diperkirakan. Karena itu saya minta warga Surabaya lebih mawas diri,” tambahnya.
Prakiraan Cuaca Hari Ini
Secara umum, prakiraan cuaca Surabaya hari ini, Sabtu (7/2/2026), bervariasi. BMKG Juanda memprediksi Kota Surabaya akan mengalami perubahan cuaca cukup signifikan, mulai dari berawan, hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.
Pagi Hari
Sekitar pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB, Surabaya diprediksi berawan. Suhu udara berkisar antara 27-28 derajat Celcius. Kecepatan angin cukup kencang di angka 15,3 – 20,3 kilometer (km) per jam.
Siang Hari
Memasuki pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, Kota Pahlawan mulai diguyur hujan. Awalnya, hujan turun dengan intensitas ringan. Perlahan hujan akan berubah menjadi hujan lebat disertai petir. Pada saat ini, terdapat peningkatan suhu udara di angka 31-34 derajat Celcius. Namun, kecepatan angin bertiup sangat kencang dengan kecepatan 27 km/jam.
Sore hingga Malam Hari
Pukul 16.00 WIB, hujan diprediksi berhenti dan cuaca kembali berawan. Suhu udara perlahan turun di titik terendah, yakni 26 derajat Celcius. Kondisi ini bertahan hingga malam hari.






