Jadwal Kepulangan Jemaah Umrah dari Kalimantan Tengah
Sebanyak 4 jasa travel umrah dijadwalkan memulangkan 134 jemaah asal Kalimantan Tengah pada 4 dan 8 Maret 2026. Data ini diperoleh dari laporan resmi yang disampaikan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Dari total jemaah tersebut, tercatat 55 jemaah pria dan 79 jemaah wanita.
Daftar Jemaah yang Akan Kembali ke Tanah Air
PT Alifa Raya Tour Palangka Raya
Mengirimkan 50 jemaah, terdiri dari 18 pria dan 32 wanita. Jemaah berangkat pada 25 Februari 2026 dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 8 Maret 2026.PT Makarim Elakhlak Tourindo Pangkalan Bun
Memberangkatkan 13 jemaah, yaitu 4 pria dan 9 wanita. Jadwal keberangkatan adalah 25 Februari 2026 dan kepulangan dijadwalkan pada 8 Maret 2026.PT Deyafah Haramain Syarifain Sampit
Mengirimkan 40 jemaah, dengan rincian 22 pria dan 18 wanita. Jemaah berangkat pada 22 Februari 2026 dan akan kembali ke Tanah Air pada 4 Maret 2026.PT Alkamila Pangkalan Bun
Memberangkatkan 31 jemaah, terdiri dari 11 pria dan 20 wanita. Jadwal keberangkatan 25 Februari 2026 dan kepulangan dijadwalkan pada 8 Maret 2026.
Seluruh jemaah yang terlibat dalam perjalanan ini masih sesuai dengan rencana awal. Hingga saat ini, tidak ada perubahan jadwal penerbangan maupun pembatalan dari maskapai.
Tanggapan dari Kementerian Agama
Ketua Tim Kerja Bina Umrah dan Haji Khusus Kanwil Kemenhaj Kalteng, Taufik Rahman, menjelaskan bahwa situasi kepulangan jemaah umrah tetap berjalan lancar. Menurutnya, biasanya jadwal tertunda hanya terjadi jika ada transit, seperti di Doha atau Qatar. Namun, untuk penerbangan langsung, hingga saat ini tidak ada kendala.
Ia juga menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan mengenai jemaah yang gagal berangkat maupun gagal pulang. Seluruh keberangkatan dan kepulangan jemaah wajib dilaporkan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 4 Tahun 2025.
Di Kalimantan Tengah sendiri, terdapat 107 PPIU berizin, baik kantor pusat maupun cabang. Meski situasi di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian, Kemenag memastikan arus kepulangan jemaah umrah tetap berjalan normal dan terpantau.
Rekomendasi dari Wali Kota Palangka Raya
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan saran agar masyarakat mempertimbangkan penundaan keberangkatan umrah sementara. Hal ini dilakukan karena eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan jemaah.
Fairid menjelaskan bahwa sekitar 50 warga Palangka Raya masih berada di Tanah Suci dan akan kembali ke Indonesia pada 8 Maret 2026. Ia menekankan bahwa keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama.
Ia juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan biro travel yang memberangkatkan jemaah asal Palangka Raya untuk memastikan kondisi dan jadwal kepulangan mereka. Fairid berharap seluruh jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan aman dan tanpa kendala berarti.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan pembatalan jemaah asal Palangka Raya. Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus memantau perkembangan situasi sembari berkoordinasi dengan pihak terkait.







