Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Mourinho: Raja yang Terluka, Bahaya bagi Benfica vs Real Madrid

    17 Februari 2026

    Jangan Sembarangan Buka! Ini 5 Hal Penting yang Harus Diperiksa Sebelum Gunakan Sunroof

    17 Februari 2026

    AS Roma Beruntung, Donyell Malen Tajam Seperti Gabriel Batistuta

    17 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 17 Februari 2026
    Trending
    • Mourinho: Raja yang Terluka, Bahaya bagi Benfica vs Real Madrid
    • Jangan Sembarangan Buka! Ini 5 Hal Penting yang Harus Diperiksa Sebelum Gunakan Sunroof
    • AS Roma Beruntung, Donyell Malen Tajam Seperti Gabriel Batistuta
    • KAI Jember Tawarkan 28.032 Kursi dengan Harga Diskon
    • Artis Terpanas Saat Lihat Perang Knetz vs Netizen Indo, Akun Korea Jadi Tertarik Amanda Zahra
    • Airlangga Tunjukkan Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Baik dari Dunia
    • Dampak Pindahnya Maarten Paes ke Ajax, Calvin Verdonk: Kegilaan Timnas Terulang
    • Kronologi 10 Rekaman CCTV Rumah Inara Rusli Tersebar, Awalnya dari Ponsel ART yang Dipinjam Sopir
    • Ikuti Persib Bandung! Persebaya Masuk Lima Besar Tim Paling Produktif Era Tavares
    • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 16 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Dampak Pindahnya Maarten Paes ke Ajax, Calvin Verdonk: Kegilaan Timnas Terulang

    Dampak Pindahnya Maarten Paes ke Ajax, Calvin Verdonk: Kegilaan Timnas Terulang

    adm_imradm_imr17 Februari 202616 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pemain Timnas Indonesia, Maarten Paes, Resmi Bergabung dengan Ajax Amsterdam

    Maarten Paes resmi menandatangani kontrak jangka panjang bersama Ajax Amsterdam yang akan mengikatnya hingga tahun 2029 mendatang. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam kariernya sebagai kiper utama Timnas Indonesia. Dengan bergabung ke klub raksasa sepak bola Belanda, Paes diharapkan bisa memperkuat performa dan popularitasnya di tingkat internasional.

    Calvin Verdonk, rekan setim Paes di Timnas Indonesia, memprediksi bahwa kepindahan ini akan memicu kembali “kegilaan” dukungan fans Indonesia saat para pemain diaspora berkumpul untuk agenda Timnas bulan depan. Kepopuleran Paes yang saat ini memiliki 2,3 juta pengikut di Instagram diprediksi akan terus melonjak seiring penampilannya yang solid di kompetisi kasta atas Belanda.

    Dampak Kepindahan ke Ajax dan Meledaknya Popularitas

    Maarten Paes bergabung dengan Ajax lewat kontrak berdurasi hingga 2029. Sejak tanda tangan kontrak tersebut, bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, menilai bahwa Maarten Paes akan mendapatkan sorotan yang jauh lebih luas dibandingkan saat masih berkarier di Amerika Serikat.

    Faktor utama yang terlihat jelas adalah dampak media sosialnya yang langsung meledak sejak resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) saat masih membela FC Dallas. Kini, dengan bermain untuk Ajax dan menunjukkan penampilan yang solid, peluang kiper andalan skuad Garuda ini untuk semakin terkenal terbuka lebar.

    Verdonk menjelaskan, kepindahan Paes ke Ajax adalah langkah yang sangat tepat, mengingat statusnya sebagai pemain bintang akan memudahkan dirinya mendapatkan sorotan publik.

    Inspirasi bagi Generasi Muda dan Kembalinya Atmosfer Timnas

    Sorotan ini diperkirakan akan semakin tajam saat para pemain diaspora kembali bertugas untuk Timnas Indonesia pada Maret mendatang. Verdonk percaya, langkah karier Paes akan menginspirasi banyak pihak di tanah air.

    “Saya pikir transfer ini akan membuat lebih banyak anak-anak di sana ingin menjadi seperti Maarten Paes. Tapi bulan depan kita akan kembali ke sana (Indonesia). Kegilaan itu akan dimulai lagi. Indah, bukan?” kata Calvin Verdonk.

    Rahasia Kedekatan dengan Fans di Balik Jutaan Pengikut

    Pemain asal LOSC Lille ini melanjutkan, Paes merupakan sosok yang sangat hangat terhadap penggemar. Paes dikenal selalu terbuka saat ada ajakan berfoto bersama, terutama setelah menjalani agenda bersama skuad Garuda. Karakter personal inilah yang dinilai membuat sang kiper sangat populer hingga memiliki 2,3 juta pengikut di Instagram.

    Meskipun sesi latihan seringkali menguras tenaga, Paes tetap konsisten menjaga hubungan baik dengan pendukungnya. “Saya tidak selalu begitu. Terkadang setelah latihan, saya ingin langsung masuk. Maarten tidak. Baik atau buruk, dia selalu memberi tanda tangan atau foto,” ujar Verdonk.

    Dukungan Masif Fans Indonesia di Media Sosial

    Setelah menjadi bagian dari Timnas Indonesia, Verdonk sendiri mengakui sambutan dari para penggemar sangat luar biasa. Jumlah pengikut di Instagram meningkat drastis dan terus mengalirkan dukungan positif yang membuatnya merasa nyaman untuk terus memberikan kontribusi terbaik di lapangan.

    “Tiba-tiba akunmu meledak. Kamu mendapat banyak komentar dan lebih banyak lagi likes” ujar Verdonk. “Aku ditandai dalam berbagai pesan dan menerima banyak pesan pribadi. Kebanyakan positif. Mereka mengatakan bahwa mereka mencintaimu dan mendukungmu” imbuhnya.

    Daya Tarik Kompetisi Lokal dan Harapan Simon Tahamata

    Di saat Maarten Paes memilih kembali ke Eropa untuk bergabung dengan Ajax Amsterdam, fenomena sebaliknya justru terjadi di kompetisi domestik. Saat ini, tak sedikit pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang memutuskan untuk berkarier di Super League 2025/2026.

    Setidaknya ada 10 pemain naturalisasi yang sebelumnya merumput di luar negeri, bahkan Eropa, kini memilih bermain di tanah air. Sorotan utama tertuju pada Persib Bandung yang mendatangkan Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Dion Markx. Langkah serupa diikuti Persija Jakarta dengan memboyong empat pemain sekaligus, yakni Jordi Amat, Shayne Pattynama, Cyrus Margono, dan Mauro Zijlstra.

    Tidak ketinggalan, Dewa United mengamankan jasa Rafael Struick dan Ivar Jenner, sementara Bali United menjadi pelabuhan baru bagi Jens Raven. Banyaknya pemain diaspora yang bermain di Super League ini langsung menjadi sorotan pecinta sepak bola Tanah Air.

    Namun, Kepala Pemandu Bakat (Head of Scouting) PSSI, Simon Tahamata, justru menunjukkan reaksi berbeda terkait tren tersebut.

    Fokus Pembinaan di Tengah Invasi Pemain Diaspora

    Menurut Simon, hal terpenting saat ini adalah semua pemain berkompetisi di kasta teratas Liga Indonesia. Simon menilai kehadiran pemain naturalisasi bisa memberikan teladan yang bagus bagi pemain lokal, sehingga ia tidak mempermasalahkannya.

    “Naturalisasi campur dengan timnas di sini. Sekali lagi, Indonesia besar ada banyak bakat di sini,” ujar Simon Tahamata kepada awak media di Jakarta. Mantan pemain Ajax tersebut menegaskan, banyaknya pemain yang hijrah ke Super League tidak membuatnya pusing.

    Bagi Simon, fokus utama sepak bola Indonesia tetaplah memperbaiki sistem yang ada, terutama di sektor pembinaan agar kelak lahir pemain-pemain hebat dari tanah air.

    “Sekarang saya mau memberi pesan kepada pelatih-pelatih yang mulai dengan anak-anak muda. Saya ajak mereka main bola, mereka mempengaruhi anak-anak 12, 13 (tahun),” tegasnya.

    Simon memilih tetap fokus pada pembinaan karena percaya Indonesia memiliki banyak talenta. Ia percaya kehadiran para pemain naturalisasi di Super League yang levelnya kini dinilai telah meningkat bisa menjadi contoh bagi para pemain muda.

    “Jangan sampai mereka lihat contoh tidak bagus. Melatih dengan anak-anak, kita punya masa depan juga untuk bermain di tim nasional” ucapnya.

    “Contoh naturalisasi semua. Kalau saya, saya akan cari anak-anak di sini. Karena di sini ada banyak paket. Indonesia besar, ya,” tutur Simon mengakhiri.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Profil Prof Tirka Widanti, Kembali Pimpin Rektor Universitas Ngurah Rai 2026-2030

    By adm_imr17 Februari 20260 Views

    Jadwal Sekolah Jelang Puasa Ramadan 1447 H dan Liburan Imlek 2026, Belajar dari Rumah

    By adm_imr17 Februari 20268 Views

    Eggi Sudjana Buka Suara Soal Pertemuan dengan Jokowi: Terharu dan Santunnya Luar Biasa

    By adm_imr17 Februari 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Mourinho: Raja yang Terluka, Bahaya bagi Benfica vs Real Madrid

    17 Februari 2026

    Jangan Sembarangan Buka! Ini 5 Hal Penting yang Harus Diperiksa Sebelum Gunakan Sunroof

    17 Februari 2026

    AS Roma Beruntung, Donyell Malen Tajam Seperti Gabriel Batistuta

    17 Februari 2026

    KAI Jember Tawarkan 28.032 Kursi dengan Harga Diskon

    17 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?