Perjalanan Sefia Nur Kinanti: Dari Minat Fisika ke Prestasi Akademik dan Non-Akademik
Minat pada dunia sains sejak duduk di bangku SMA membawa Sefia Nur Kinanti, mahasiswi Program Studi Pendidikan Fisika angkatan 2024 asal Blitar, meraih berbagai prestasi akademik dan non-akademik. Kiprahnya yang luar biasa dimulai dari bimbingan olimpiade hingga menjuarai berbagai kompetisi. Hal ini membuatnya lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan aktif dalam berbagai organisasi.
Awal Perjalanan Sains dan Pendidikan
Sefia pertama kali menunjukkan ketertarikannya pada fisika saat duduk di kelas X SMA. Guru fisikanya mengenali potensinya dan mengajaknya mengikuti bimbingan olimpiade. Dari sanalah langkahnya di dunia sains dan pendidikan terbuka lebar. Sejak SMA, ia rutin mengikuti berbagai ajang seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Kompetisi Sains Nasional (KSN), Kompetisi Sains Madrasah (KSM), KossMi, serta lomba fisika lainnya.
Prestasi-prestasi tersebut menjadi fondasi untuk masuk ke perguruan tinggi. Ia memutuskan mengambil Prodi Pendidikan Fisika karena sesuai dengan minat, pengalaman, dan juga keinginan orang tua agar menjadi pendidik.
Aktivitas Berorganisasi dan Pengembangan Kepemimpinan
Tidak hanya berprestasi secara akademik, Sefia juga aktif berorganisasi sejak SMP. Pengalaman paling berkesan baginya adalah saat menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS MAN 2 Blitar. Dari organisasi inilah ia belajar mengelola kepengurusan, terlibat dalam berbagai kepanitiaan, serta membangun relasi.
“OSIS membuat saya lebih percaya diri dan mampu membangun personal branding. Hal itu sangat berguna ketika masuk dunia perkuliahan,” ujarnya.
Kiprah di Dunia Kampus
Memasuki bangku kuliah, Sefia melanjutkan kiprahnya dengan bergabung di Sinergi Unesa, sebuah Badan Semi Otonom (BSO) yang bergerak di bidang sosial, kemasyarakatan, dan pendidikan. Melalui organisasi ini, ia semakin terasah sebagai pemimpin muda sekaligus mendapat ruang untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Menjadi Putri Pendidikan Fisika 2025
Tahun 2025 menjadi titik penting dalam hidup Sefia. Ia terpilih sebagai Winner Putri Pendidikan Fisika 2025 sekaligus Putri Berbakat FMIPA 2025. “Awalnya saya hanya mewakili kelas untuk maju. Persiapannya serba mendadak dan tanpa bekal, tapi ternyata saya bisa menjadi winner,” katanya.
Ia mengikuti karantina hingga grand final, mempersiapkan diri dengan belajar public speaking, meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, serta memperbaiki grooming. Meski sempat merasa minder karena peserta lain lebih berpengalaman, Sefia memilih fokus pada proses dan usaha terbaiknya.
Bagi Sefia, gelar itu bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah. “Menjadi duta itu bukan hanya soal gelar, tapi menjadi wajah prodi dan fakultas. Saya jadi lebih berhati-hati dalam bertutur dan berperilaku,” ujarnya.
Sejak menyandang gelar tersebut, Sefia merasakan perubahan besar dalam dirinya. Ia lebih memperhatikan etika, cara berkomunikasi, hingga keberanian tampil di depan umum. Semua itu ia anggap sebagai proses pengembangan diri. Ia juga belajar mengatur waktu dengan disiplin agar tetap seimbang antara akademik, organisasi, dan pengembangan diri.
Mimpi Mengabdi Lewat Pendidikan
Ke depan, Sefia berkomitmen aktif berkontribusi dalam program-program FMIPA, khususnya di bidang pengabdian masyarakat. Motivasi terbesarnya adalah membanggakan orang tua dan membuktikan bahwa latar belakang keluarga sederhana bukanlah penghalang untuk berprestasi.
“Menjadi seorang guru adalah salah satu bentuk bakti saya kepada orang tua,” katanya. Ia berharap dapat terus menambah prestasi akademik, khususnya dalam kepenulisan ilmiah, mempertahankan nilai terbaik, serta lulus tepat waktu dengan karya yang bermanfaat.
Bagi Sefia, prestasi bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang memberi makna dan dampak bagi banyak orang.







