Perjalanan Karier Subandi dari Akar Rumput hingga Menjadi Bupati Sidoarjo
Subandi adalah sosok yang tidak asing bagi warga Sidoarjo. Ia resmi menakhodai Kabupaten Sidoarjo untuk periode 2025–2030 setelah sukses memenangkan Pilkada Serentak 2024 dengan perolehan 58 persen suara. Bersama pasangannya, Mimik Idayana, ia mengukuhkan diri sebagai Bupati Sidoarjo setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.
Awal Karier di Tingkat Desa
Sebelum dikenal luas, Subandi tumbuh dari lingkungan masyarakat. Ia pernah menjadi Wakil Ketua RW dan aktif di kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU) tingkat ranting di Desa Pabean, Kecamatan Sedati. Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan dalam dirinya. Langkah pertamanya di dunia pemerintahan adalah menjadi Kepala Desa Pabean selama dua periode, yaitu 2008–2014 dan 2014–2018. Dari sini, ia memulai perjalanan panjang di dunia politik lokal.
Masuk Dunia Legislatif dan Jadi Wakil Bupati
Berkat pengalamannya sebagai kepala desa, Subandi mencoba peruntungan di dunia legislatif. Ia maju dalam Pileg 2019 dan terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo (2019–2020). Bahkan, ia juga dipercaya untuk menjabat Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo.
Karier politiknya kian melesat ketika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusungnya untuk mendampingi Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) dalam Pilkada Sidoarjo 2020. Pasangan ini menang dan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo periode 2021–2024.
Menjabat Plt Bupati Sidoarjo
Pada Mei 2024, situasi politik Sidoarjo berubah saat Gus Muhdlor tersandung kasus hukum dan ditangkap KPK. Atas peristiwa itu, Subandi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan. Dari posisi tersebut, ia berhasil membangun kepercayaan publik. Dengan begitu, ia memilih untuk kembali maju dalam Pilkada 2024, kali ini berpasangan dengan Mimik Idayana.
Pasangan ini berhasil menang telak dan mengantarkan Subandi sebagai Bupati Sidoarjo 2025–2030.
Aktivitas di Organisasi dan Partai
Selain di pemerintahan, Subandi juga aktif di berbagai organisasi, antara lain:
* Wakil Ketua Pengurus NU Ranting Pabean.
* Ketua Koperasi SBB NU MWC Sedati.
* Ketua Penasehat Yayasan Pendidikan Khoirul Huda.
* Pembina Penanggung Jawab Yatim Piatu dan Dhuafa Al-Jawahir.
* Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo (2021–2026).
Latar Belakang Sebagai Pengusaha
Sebelum terjun ke dunia politik, Subandi memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Ia berasal dari keluarga pedagang beras, sehingga sejak muda ia sudah terbiasa membantu usaha keluarga. Setelah lulus SD, ia pindah ke Sidoarjo untuk membantu kakaknya yang membuka usaha potong ayam. Berbekal pengalaman tersebut, ia kemudian membuka usaha serupa secara mandiri setelah lulus SMA.
Tak berhenti di situ, Subandi juga merambah ke bisnis properti, mulai dari jual beli tanah hingga pengembangan perumahan. Usaha tersebut menjadi salah satu sumber kekayaannya saat ini.
Harta Kekayaan Capai Rp80,6 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Subandi tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp80,6 miliar. Aset tersebut meliputi tanah dan bangunan senilai lebih dari Rp73 miliar, 14 unit kendaraan, surat berharga, hingga kas dan setara kas. Dengan jumlah kekayaan tersebut, Subandi menempati posisi sebagai salah satu kepala daerah dengan total harta terbanyak di Jawa Timur.
Latar Belakang dan Pendidikan
Subandi lahir di Kediri pada 23 Oktober 1972. Meski bukan kelahiran Sidoarjo, sebagian besar perjalanan hidup dan pengabdiannya dihabiskan di Kabupaten Sidoarjo. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri Jati Tarokan, Kediri (1983–1989). Setelah itu, ia pindah ke Sidoarjo dan melanjutkan sekolah di SMP Wachid Hasyim 9 Sedati hingga lulus pada 1992.
Ia kemudian menamatkan pendidikan SMA di Widya Darma Surabaya dan melanjutkan kuliah S-1 di Universitas Kartini Surabaya (2008–2012). Tak hanya sampai di situ, Subandi juga melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-2 di Universitas Islam Malang.
Keluarga yang Turut Aktif di Dunia Politik
Salah satu fakta menarik tentang Subandi adalah anggota keluarganya juga aktif di dunia politik. Istri dan putranya terjun ke dunia politik dan menduduki kursi legislatif. Istrinya, Sriatun, pernah menjabat sebagai Kepala Desa Pabean dan kini menjadi Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Sidoarjo. Selain itu, ia juga terpilih sebagai anggota DPRD Jatim melalui Dapil 2 Jatim.
Putranya, Muchammad Rafi Wibisono, juga mengikuti jejak sang ayah. Pemuda kelahiran 28 Desember 2000 itu terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Dapil 1 dengan perolehan 9.678 suara.
Isu Putra Daerah Sampai ke Kursi Bupati
Saat Pilkada 2020, Subandi sempat diragukan sebagai putra daerah karena lahir di Kediri. Namun, ia membuktikan dengan pengabdiannya melalui perjalanan panjang di Sidoarjo, dari tingkat desa hingga kabupaten. Kini, dengan pengalaman sebagai kepala desa, legislator, wakil bupati, hingga Plt bupati, Subandi diharapkan mampu membawa Sidoarjo semakin maju sebagai kota industri, perdagangan, dan permukiman strategis di Jawa Timur.








