Perubahan Dinamika Bursa Calon Ketua KONI Kabupaten Malang
Pendaftaran calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang yang sebelumnya terkesan tenang dan tidak ada suara, kini mengalami perubahan besar. Hal ini terjadi setelah Darmadi, seorang tokoh dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mendaftar sebagai calon.
Dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang akan diadakan pada 14 Februari 2026 nanti, penentuan ketua KONI akan dilakukan. Namun, kini suasana pendaftaran berubah menjadi lebih ramai dan dinamis.
Keterlibatan Para Ketua Cabor
Sebelumnya, bursa calon Ketua KONI tidak menarik perhatian karena para Ketua Cabang Olahraga (Cabor) tidak terlibat langsung. Namun, saat Darmadi mendaftar, para Ketua Cabor merasa terlibat secara langsung dalam proses ini.
Mereka bukan hanya menjadi pendukung setia Darmadi, tetapi juga merasa semangat mereka dibangkitkan. Sebagian dari ketua Cabor mengaku hampir putus asa karena diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Kepanjen terkait dugaan penyimpangan anggaran KONI oleh pengurus lama.
Namun, dengan mendaftarnya Darmadi, mereka merasa dukungan mereka sangat dihargai. Darmadi akan bertarung melawan Zia’ul Haq, politisi Gerindra, dalam Musorkablub tersebut.
Respons Para Ketua Cabor
Sulastiman, pelatih dan Ketua Cabor Gulat, menyampaikan bahwa suasana pendaftaran Darmadi sangat semarak. Ia bersama 25 ketua Cabor lainnya ikut mengantarkan Darmadi ke sekretariatan KONI di Stadion Kahuripan, Kecamatan Turen.
“Luar biasa Pak Darmadi. Baru mendaftar saja suasananya sudah semarak ini,” ujarnya.
Darmadi, yang merupakan anggota dewan empat periode, adalah calon pertama yang mendaftar. Sedangkan Zia’ul Haq, calon dari politisi Gerindra, belum diketahui kapan akan mendaftar. Sekretaris DPC Gerindra itu masih mencari hari yang baik meski pendaftaran ditutup pada 7 Februari 2026.
Dukungan Politisi Senior
Saat Darmadi mendaftar, sejumlah politisi senior DPC PDIP turut mengantarkan. Mereka termasuk Sugeng Pujianto, mantan anggota dewan dua periode dari propinsi Jatim, Budi Kriswiyanto, mantan anggota dewan tiga periode, dan Zulham Ahmad Mubarok, anggota DPRD Kabupaten Malang.
Hal ini membuat kesekretariatan KONI tidak mampu menampung semua Ketua Cabor yang ikut mengantar pendaftaran Darmadi.
Perubahan Strategi Sharoni
Ahmad Sharoni, calon Ketua KONI dari PSSI, yang mengklaim memiliki dukungan 27 Cabor, tampaknya memutuskan untuk banting setir dan mendukung Darmadi. Ia mungkin sadar bahwa ia tidak bisa mengimbangi Darmadi yang memiliki banyak dukungan.
Sharoni, yang merupakan Kades Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, akhirnya bergabung dengan mantan Sekretaris DPC PDIP tersebut. “Saya tahu dirilah. Yang penting, kami bersama Pak Darmadi nanti bisa membesarkan KONI,” katanya.
Harapan Para Cabor
Sulastiman, pelatih gulat yang atletnya memborong medali emas dalam Porprov Jatim 2025, menambahkan bahwa para Ketua Cabor merasa telah menemukan sosok calon ketua KONI yang diharapkan.
“Pencalonan Pak Darmadi ini bikin kami, para Cabor ini kembali punya harapan,” ujarnya.
Zulham Ahmad Mubarok, Ketua Cabor E-sport, menjelaskan bahwa anggaran pembinaan KONI selama ini hanya Rp 1,4 miliar per tahun. Dari jumlah tersebut, KONI menggunakan Rp 500 juta, sedangkan sisanya Rp 900 juta digunakan untuk 69 Cabor. Nantinya, anggaran ini akan ditingkatkan tiga kali lipat.
“Pak Darmadi itu Ketua Banggar, kami yakin sudah tahu berapa kebutuhan KONI agar bisa bikin atlet itu juara,” tutur Zulham.




