Pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Malang Berjalan Rumit
Darmadi resmi terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Malang periode 2026-2028 dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang digelar di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang pada Sabtu (15/2/2026). Darmadi memenangkan pemilihan dengan meraih 40 suara, mengungguli Zia Ulhaq yang hanya memperoleh 19 suara.
Proses pemilihan ini berlangsung cukup rumit karena adanya perdebatan mengenai sistem pemungutan suara. Beberapa pihak mempertanyakan apakah voting akan dilakukan secara terbuka atau tertutup. Zia Ulhaq, yang menjadi lawan dari Darmadi, menginginkan proses pemungutan suara dilakukan secara tertutup. Di sisi lain, sejumlah ketua cabang olahraga (cabor) menginginkan proses dilakukan secara terbuka.
Akibat perdebatan panjang tersebut, Pimpinan Sidang Musorkablub, Siswarno Mulyadi, memutuskan untuk melakukan skorsing guna memediasi pihak Zia Ulhaq dengan Darmadi. Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak akhirnya sepakat bahwa pemungutan suara dilakukan secara tertutup.
Hasil Voting Tertutup dan Kemenangan Mutlak
Berdasarkan hasil voting tertutup tersebut, Darmadi berhasil mengantongi 40 suara, sementara Zia Ulhaq memperoleh 19 suara. Total suara yang diperoleh adalah 65 cabor, dari KONI ada 63 dan 2 suara dari KONI Jatim. Namun, pada pelaksanaannya hanya 60 cabor yang memberikan suara karena beberapa cabor tidak hadir, serta dua suara dari KONI Jatim tidak menggunakan hak suaranya.
Dengan hasil ini, Darmadi menang mutlak dan resmi ditetapkan sebagai Ketum KONI Kabupaten Malang. Adapun mengenai pelantikannya, hal itu akan bergantung pada pengajuan dari pengurus selanjutnya. Sebagai catatan, Darmadi menjabat untuk melanjutkan kepengurusan sebelumnya yang telah mengundurkan diri.
Visi Misi dan Perbaikan Manajemen KONI
Terpisah, Darmadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan Musorkablub KONI Kabupaten Malang. Setelah menjabat sebagai ketua, ia berkomitmen untuk menerapkan visi misi utamanya dalam memperbaiki manajemen KONI.
“Sehingga tidak ada lagi hal-hal yang terjadi periode sebelumnya. Selain itu, pembinaan atlet menjadi yang utama sehingga nanti Kabupaten Malang bisa menghasilkan atlet mulai dari usia dini yang berprestasi mulai dari tingkat provinsi, nasional, hingga dunia,” imbuhnya.
Dalam waktu dekat, Darmadi yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang ini berencana akan menggelar rapat bersama pengurus KONI dan cabor untuk segera menjalankan visi misi tersebut.
Proses Pemilihan yang Menarik Perhatian
Pemilihan ketua ini menarik perhatian banyak pihak karena prosesnya yang cukup alot. Perdebatan mengenai sistem pemungutan suara mencerminkan pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses demokratisasi di organisasi olahraga. Meskipun terjadi perbedaan pendapat, akhirnya semua pihak sepakat untuk menjalankan sistem voting tertutup agar proses tetap kondusif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, partisipasi dari para cabor juga menjadi faktor penting dalam proses pemilihan. Meski tidak semua cabor hadir, jumlah suara yang diberikan tetap mencerminkan kepercayaan yang diberikan kepada Darmadi sebagai calon ketua.
Langkah-Langkah Kedepan
Darmadi berkomitmen untuk menjalankan visi misinya dengan fokus pada pembinaan atlet dan peningkatan kualitas manajemen KONI. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa Kabupaten Malang mampu menghasilkan atlet-atlet berkualitas yang dapat bersaing di berbagai ajang olahraga.
Rencana rapat bersama pengurus dan cabor akan menjadi langkah awal dalam mewujudkan visi tersebut. Dengan kolaborasi yang baik antara pengurus dan cabor, diharapkan KONI Kabupaten Malang dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya.







