Perkembangan Wisata Hiu Paus Botubarani
Pada periode Januari hingga April 2026, kawasan wisata Hiu Paus Botubarani mencatatkan sekitar seribu pengunjung. Meski angka ini tergolong cukup signifikan, pihak pengelola menyebut bahwa jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.
Kehadiran wisatawan yang cukup banyak memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Banyak warga mulai membuka usaha akomodasi baru, seperti homestay, untuk menyambut para pengunjung. Salah satu contohnya adalah Homestay Natasya yang baru saja dibuka pada September 2025 lalu. Tarif yang ditawarkan oleh Homestay Natasya adalah Rp300 ribu per malam, lengkap dengan fasilitas dasar seperti AC, kamar mandi dalam, dan WC duduk. Wawan Uliasi, pemilik homestay tersebut, menjelaskan bahwa kapasitas penginapan saat ini masih terbatas, namun ia berencana untuk melakukan pengembangan lebih lanjut jika ada anggaran yang tersedia.
Selain homestay, keberadaan hiu paus menjadi daya tarik utama wisata Botubarani. Kemunculan hiu paus tetap konsisten sepanjang awal tahun 2026. Pada Januari, rata-rata terdapat empat hingga tujuh ekor hiu paus per hari, sementara di Februari jumlahnya meningkat hingga sembilan ekor dalam sehari. Pada Maret dan April, intensitas kemunculan hiu paus tetap terjaga di kisaran empat hingga enam ekor per hari.
Wisatawan biasanya tiba di lokasi sejak pagi hari untuk melihat hiu paus yang mendekati bagan nelayan. Aktivitas pengunjung sangat beragam, mulai dari menyewa perahu, snorkeling, hingga menggunakan drone untuk dokumentasi. Kondisi kawasan wisata tetap ramai hingga siang hari pukul 12.30 Wita, sebelum sebagian besar wisatawan kembali pulang saat hari mulai sore.
Akses dan Fasilitas di Lokasi Wisata
Kemudahan akses menuju kawasan wisata Hiu Paus Botubarani menjadi salah satu nilai tambah bagi pengunjung. Dari Pelabuhan Ferry Gorontalo, jarak menuju lokasi hanya sekitar 20–25 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30–40 menit. Sementara bagi pengunjung yang berasal dari Bandara Djalaludin, waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 45–60 menit dengan jarak 30–35 kilometer.
Jalan menuju kawasan wisata terpantau relatif baik dan mudah dilalui oleh berbagai jenis transportasi, baik kendaraan pribadi, rental mobil, maupun ojek online. Selain itu, fasilitas di lokasi juga sudah cukup memadai dengan tersedianya kamar mandi, tempat duduk, serta area kuliner bagi pengunjung yang datang.
Tren Kunjungan Wisatawan
Meskipun jumlah kunjungan mencapai seribu orang sepanjang Januari hingga April 2026, tren kunjungan saat ini belum sepenuhnya pulih. Amel Aksar, petugas loket di kawasan tersebut, menjelaskan bahwa angka tersebut sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lonjakan pengunjung paling terasa saat akhir pekan, dengan rata-rata 70 orang per hari, bahkan bisa lebih. Namun, pada hari biasa, jumlah pengunjung cenderung lebih rendah, kecuali saat ada momen penting.
Amel menambahkan bahwa kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk adanya persaingan dari destinasi wisata lain dan perubahan preferensi wisatawan. Namun, dengan terus berkembangnya fasilitas akomodasi dan stabilnya kehadiran hiu paus, kawasan wisata Hiu Paus Botubarani tetap menjadi tujuan favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.






