Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H
Puasa Ramadhan 1447 H semakin dekat, dan banyak umat Islam di seluruh dunia mulai bersiap menyambut bulan suci yang penuh dengan ibadah, refleksi diri, dan penguatan spiritual. PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa pada 18 Februari 2026, sementara pemerintah masih menunggu penetapan resmi melalui Sidang Isbat.
Istilah “tarhib Ramadhan” kembali marak digunakan dalam berbagai kegiatan keagamaan. Tarhib berasal dari bahasa Arab yang artinya penyambutan. Kata ini mengandung makna melebarkan hati dan pikiran, serta menyambut sesuatu yang indah dengan penuh kebahagiaan. Ungkapan tarhib hampir sama dengan “marhaban”, yang berarti menyambut dengan tangan terbuka dan hati lapang.
Arti dan Makna Tarhib Ramadhan
Tarhib Ramadhan adalah cara umat Islam menyambut bulan suci dengan penuh harapan dan doa. Berikut beberapa contoh tarhib yang bisa dilakukan:
Mengucapkan doa selamat datang Ramadan
Doa ini memohon kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam menjalankan ibadah puasa dan mendapatkan keberkahan selama bulan Ramadan. Contohnya:- “Allahumma bariklana fi rajaba wa sya’bana wa baligna ramadhana” (Ya Tuhan, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan bebaskan kami sampai pada bulan Ramadan).
- “Allahumma sallimni ila ramadhaana wasalim lii ramadhana wa tasallamhu minni mutaqobbalan” (Ya Allah, peliharalah aku sampai bulan Ramadan, dan berikan Ramadhan kepadaku, dan terimalah Ramadhan yang sesungguhnya dariku).
Membaca doa ketika melihat hilal Ramadan
Melihat bulan sabit Ramadan menandai dimulainya bulan suci. Doa yang bisa dipanjatkan antara lain:- “Allahumma ahillahu ‘alayna bil amni wal imani wassalamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah hilaluu rushdin wa Khairinn” (Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bulan sabit dengan keselamatan dan keimanan, keamanan dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Tuhan, bulan sabit petunjuk dan kebaikan).
Penyucian niat
Memurnikan niat sebelum Ramadan penting untuk memastikan bahwa puasa dilakukan dengan tulus dan semata-mata karena Allah.Persiapan kesehatan fisik
Kesehatan fisik menjadi modal penting untuk menjalankan ibadah puasa secara optimal. Ini bisa dilakukan dengan menjaga pola makan, berolahraga, dan istirahat yang cukup.Memperdalam pengetahuan agama
Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Memperdalam ilmu agama dapat meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan, seperti dengan mengikuti kajian-kajian agama atau membaca buku-buku Islam.Menjalankan puasa sunnah
Puasa sunnah membantu tubuh menyesuaikan diri dengan rutinitas puasa Ramadan dan meningkatkan pahala kepada Allah SWT.
Kegiatan Tarhib Ramadhan
Selain amalan pribadi, kegiatan tarhib juga bisa dilakukan bersama komunitas atau kelompok masyarakat. Beberapa contohnya meliputi:
- Menggelar pengajian atau kajian keagamaan
- Membersihkan lingkungan sekitar
- Mengadakan acara bertemakan Tarhib Ramadhan
- Mengisi kegiatan Tarhib dengan doa
- Meneguhkan niat melakukan amal kebaikan
- Menambah ilmu tentang Ramadhan
Tradisi Sambut Ramadhan
Tradisi menyambut Ramadhan sudah lama dikenal di berbagai daerah Indonesia. Misalnya, di Jawa ada tradisi Meggengan, yang dimulai dari ziarah kubur kemudian mengundang makan bersama dengan makanan tertentu yang memiliki makna filosofis. Meggengan berarti menahan diri dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa.
Di wilayah Sunda, ada tradisi Munggahan, yang bermakna naik pada derajat berikutnya. Bentuk kegiatannya bervariasi, tetapi tujuannya sama: menyambut Ramadhan dengan penuh kebahagiaan dan persiapan lahir batin.
Ramadhan datang untuk disyukuri, bukan untuk leha-leha atau berhura-hura. Bulan suci ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat iman, dan menjalani hidup dengan lebih baik. Dengan persiapan yang matang, kita bisa menyambut Ramadhan dengan penuh sukacita dan harapan.







