Malam Nuzulul Quran: Momentum Spiritual Umat Muslim
Malam ke-17 Ramadan 2026 jatuh pada hari Jumat, 6 Maret 2026. Malam ini dikenal sebagai malam Nuzulul Quran, yaitu momen istimewa di mana Al-Quran turun kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril sebagai petunjuk bagi umat manusia. Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, doa, dan amalan sebagai bentuk rasa syukur atas turunnya kitab suci Al-Quran.
Peristiwa Nuzulul Quran terjadi pada hari ke-17 Ramadan dan menjadi momentum refleksi spiritual bagi umat Muslim. Dalam Al-Quran, terdapat ayat yang menyebutkan tentang peristiwa ini, yaitu QS. Al-Anfal ayat 41:
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ … وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag), Nuzulul Quran atau 17 Ramadan tahun 2026 jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026. Namun, karena dalam sistem kalender Hijriah pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam (maghrib), peringatan Malam Nuzulul Quran sudah dapat dilakukan sejak Jumat malam, 6 Maret 2026.
Sementara itu, berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, awal Ramadan ditetapkan pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan perhitungan tersebut, maka 17 Ramadan 1447 H atau malam Nuzulul Quran jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026.
Doa Malam Nuzulul Quran
Meskipun tidak ada doa khusus yang diwajibkan pada malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, terutama setelah menyelesaikan khataman Al-Quran. Berikut adalah teks doa khatam Al-Quran yang dinukil dari karya Imam Al-Ghazali, sebagaimana disebutkan dalam kitab Ihya Ulumiddin:
Allahummarhamni bil-Qur’ani waj’alhu li imaman wa nuran wa hudan wa rahmah. Allahumma dhakkirni minhu ma nasitu wa ‘allimni minhu ma jahiltu warzuqni tilawatahu ana’a al-layli wa atrafa an-nahar, waj’alhu la hujjatan ya Rabbal-‘alamin.
Artinya: “Ya Allah, karuniakan kasih sayang-Mu padaku melalui Al-Quran-Mu. Jadikan ia imam, cahaya, hidayah, dan sumber rahmat bagi-ku.”
Doa-doa lainnya juga bisa dipanjatkan, seperti doa yang biasa dipanjatkan pada malam Lailatul Qadar:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa’fu ‘annī
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Amalan Malam Nuzulul Quran
Beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Nuzulul Quran antara lain:
Memperbanyak membaca Al-Quran
Mengingat malam ini berkaitan langsung dengan turunnya Al-Quran, memperbanyak tilawah menjadi amalan utama.Memperbanyak dzikir
Berdzikir kepada Allah menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya serta menenangkan hati.Melaksanakan shalat malam
Qiyamul lail atau shalat malam menjadi ibadah yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar di sisi Allah.Melaksanakan itikaf di masjid
Itikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah, membaca Al-Quran, dan berdoa.







