Aksi Curi Motor dalam 15 Detik di Surabaya
Dua pria misterius berhasil mencuri motor Yamaha Nmax di kawasan Jalan Gadukan Rukun, Krembangan, Surabaya. Kejadian ini terjadi pada Sabtu sore, 7 Maret 2026, sekitar pukul 15.16 WIB. Aksi mereka hanya memakan waktu kurang dari 15 detik dan terekam oleh kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.
Rekaman tersebut menunjukkan kedua pelaku beraksi dengan tenang meskipun suasana di gang cukup ramai. Mereka tampak cekatan dan tidak tergesa-gesa dalam menjalankan aksinya. Pelaku eksekutor awalnya duduk di atas motor target sambil berlagak memainkan ponsel. Tujuannya adalah untuk mengelabui warga sekitar agar tidak curiga.
Saat situasi dianggap aman, pelaku eksekutor mulai menjalankan aksinya. Dengan metode yang dikenal sebagai “disetut”, motor berhasil dibawa kabur hanya dalam waktu singkat. Cara ini membuat motor bisa bergerak tanpa menyalakan mesin, sehingga sulit dideteksi.
Pelaku eksekutor mengenakan kaus lengan panjang hitam, celana panjang, dan topi hitam. Sedangkan pelaku joki memakai jaket lengan panjang, celana pendek, dan helm half-face abu-abu. Korban berinisial MF (25) kehilangan motor Yamaha All New Nmax 155 bernopol L-5884-AAA. Motor tersebut memiliki fitur Smart Key System atau keyless.
MF baru menyadari motornya hilang ketika hendak memarkir kendaraan ke dalam rumah. Ia kemudian memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di gang permukiman. Menurut MF, dua orang pelaku menggunakan jaket hitam dan menaiki motor Honda Beat. Ia memperkirakan usia pelaku berkisar antara 35 hingga 40 tahun.
Korban mengaku teledor karena lupa mengunci setir motor sepulang kerja lembur sekitar pukul 07.00 WIB. Kondisi tubuh yang lelah membuatnya ingin segera beristirahat. “Tidak dikunci setir biasanya selalu dikunci setir. Kebetulan kemarin sedang dalam kondisi tidak enak badan dan kecapean pulang kerja jadi kelupaan,” katanya.
Akibat insiden tersebut, MF mengalami kerugian lebih dari Rp20 juta. Motor itu dibeli dengan cara dicicil hingga lunas selama dua tahun. MF sudah melaporkan kejadian ke Polsek Krembangan. Ia berharap polisi segera menangkap pelaku karena kasus curanmor di wilayahnya cukup marak.
“Sudah lapor di Polsek Krembangan. Sering terjadi dan sudah banyak yang kehilangan karena area perkampungan sangat dekat dengan daerah rawan pencurian,” pungkasnya.
Kasus ini menambah daftar panjang curanmor di Surabaya. Data Polrestabes Surabaya mencatat sepanjang 2025 terdapat 600 kasus curanmor dengan 472 tersangka berhasil ditangkap. Untuk memfasilitasi masyarakat, Polrestabes Surabaya juga menggelar Bazar Ranmor dengan mengembalikan 1.050 unit motor hasil pengungkapan kasus curanmor.
Puluhan unit motor telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Hingga kini, masyarakat masih bisa mengakses informasi motor temuan melalui SPKT Polrestabes Surabaya.
Langkah Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat
Untuk menghindari kejadian serupa, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan keamanan kendaraan. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
- Memastikan setir motor selalu dikunci, terlepas dari apakah kendaraan diparkir di tempat yang aman atau tidak.
- Menggunakan alat tambahan seperti kunci gembok atau kabel pengaman untuk menambah tingkat keamanan.
- Memasang kamera CCTV di area parkir atau dekat rumah guna memantau aktivitas sekitar.
- Melaporkan kejadian ke pihak berwajib secepat mungkin agar bisa segera ditindaklanjuti.
Selain itu, masyarakat juga bisa bergabung dengan komunitas lingkungan untuk saling mengingatkan dan memperkuat keamanan bersama. Dengan kolaborasi antara warga dan pihak kepolisian, penanggulangan kejahatan bisa lebih efektif dan cepat.







