Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jadwal Live TV SCTV: Pertandingan Final Liga Champion Arsenal vs PSG, Fakta Menarik Berebut Trofi Eropa

    16 Mei 2026

    Populer Kaltim: Pria Tewas Usai Jatuh dari Pohon Mangga Saat Perampokan Kurir

    16 Mei 2026

    50 Soal Ujian Agama Islam Kelas 8 Terbaru 2026-2027

    16 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 16 Mei 2026
    Trending
    • Jadwal Live TV SCTV: Pertandingan Final Liga Champion Arsenal vs PSG, Fakta Menarik Berebut Trofi Eropa
    • Populer Kaltim: Pria Tewas Usai Jatuh dari Pohon Mangga Saat Perampokan Kurir
    • 50 Soal Ujian Agama Islam Kelas 8 Terbaru 2026-2027
    • PMT Siapkan Pelayaran Perdana CMA CGM ke Tiongkok Selatan
    • Disporapar Kota Malang Kembangkan Kampung Tematik dengan Inovasi dan Kolaborasi
    • Bayern Munich Incar Striker Baru, Pengganti Harry Kane
    • Pajak Gula Jerman: Perdebatan Kesehatan dan Intervensi Negara
    • Rupiah Tembus Rp17.500, Inflasi dan BBM Mengancam
    • Gempa Bumi Terkini di Jember, Jawa Timur Pagi Ini, Lihat Penjelasan BMKG
    • 5 Desa Wisata Paling Populer di Indonesia, Mulai Alam hingga Budaya
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Lamang Bakujuik, Sajian Khas Lebaran Batipuh

    Lamang Bakujuik, Sajian Khas Lebaran Batipuh

    adm_imradm_imr29 Maret 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah dan Tradisi Lamang Bakujuik di Batipuh

    Lamang bakujuik adalah hidangan khas yang berasal dari Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Hidangan ini merupakan varian dari lemang yang biasanya disajikan saat momen spesial seperti Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha. Karena tidak tersedia setiap hari, lamang bakujuik menjadi hidangan yang sangat istimewa dan dinantikan oleh masyarakat setempat.

    Kata “bakujuik” berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti kerut atau mengerut. Hal ini menggambarkan bentuk lamang yang tampak mengkerut akibat isiannya yang dipadatkan. Selain itu, ukuran lamang bakujuik juga lebih kecil dibandingkan lemang biasa.

    Perbedaan dalam Proses Pembuatan

    Berbeda dengan lemang biasa yang dibakar, lamang bakujuik dimasak dengan cara direbus menggunakan santan. Menurut Uni Lis, seorang warga Batipuah Baruh, proses pembuatannya melibatkan beberapa tahapan khusus. Pertama, beras ketan yang sudah direndam lama dimasukkan ke dalam daun pisang yang telah dibentuk bulat menggunakan kayu atau bambu kecil. Bagian ujung dalam cetakan diikat terlebih dahulu agar tidak tumpah.

    Setelah beras ketan dimasukkan, bahan tersebut disiram santan hingga padat. Bagian luar juga diikat menggunakan tali plastik sebelum dikeluarkan dari cetakan. Setelah dikeluarkan, bagian tengah kembali diikat agar adonan lebih padat, lalu direbus menggunakan santan hingga matang. Proses ini membuat ketan menjadi lebih padat, gurih, serta memiliki tekstur yang lebih lembut dibandingkan lemang biasa.

    Penyajian dan Keistimewaan

    Dalam penyajiannya, lamang bakujuik umumnya disantap bersama pisang, tape, atau campuran kelapa parut dan gula merah. Menurut Lis, lamang bakujuik tidak hanya dikenal karena rasanya, tetapi juga karena menjadi bagian penting dari tradisi dan kebudayaan masyarakat Batipuh yang diwariskan secara turun-temurun.

    Meskipun secara umum cara pembuatannya tidak jauh berbeda dengan lemang, terdapat beberapa tahapan yang menjadi ciri khas dalam pembuatan lamang bakujuik. Proses pembuatannya yang masih tradisional menjadi nilai lebih yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Batipuh.

    Tahapan Membuat Lamang Bakujuik

    Pertama, persiapan cetakan dan daun pisang yang digunakan harus dipilih dengan hati-hati. Daun yang dipilih harus memiliki rongga besar dan cukup kuat untuk menahan ketan. Daun yang dipilih pun merupakan bagian dekat ke pohon atau pangkal daun karena memiliki tekstur lebih kuat. Sementara itu lemang biasa lebih banyak menggunakan bagian ujung daun pisang atau yang lebih lunak.

    Daun pisang disiapkan untuk membungkus ketan sekaligus memberikan aroma khas. Daun pisang segar dipotong dan dibersihkan sebelum digunakan.

    Kedua, proses memasak ketan. Ketan yang telah direndam selama beberapa jam dimasukkan ke dalam cetakan yang telah dilapisi daun pisang. Ketan kemudian dimasak hingga matang sempurna, baik dengan cara dikukus atau direbus sehingga menyerap aroma daun pisang.

    Ketiga, pembungkusan menggunakan daun pisang dan tali rapia. Setelah dimasukkan ke dalam cetakan, ketan dibungkus rapat dan diikat menggunakan tali rapia untuk menjaga bentuk dan kepadatannya selama proses pemasakan.

    Keempat, proses pengukusan. Ketan yang telah dibungkus dikukus atau direbus selama beberapa jam hingga matang sempurna dan memiliki tekstur padat. Ciri khas lamang bakujuik terletak pada teksturnya yang lebih padat dan tidak terlalu lembek, sehingga memberikan sensasi kenyal yang berbeda dari lemang biasa.

    Terakhir, penyajian. Setelah matang, lamang bakujuik dipotong-potong dan disajikan bersama pelengkap seperti tape, pisang, atau kelapa parut yang telah disangrai dengan tambahan gula merah, sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih.

    Makna Budaya dan Kebersamaan

    Uni Lis juga mengatakan bahwa lamang bakujuik memiliki sejumlah keistimewaan yang membuatnya selalu dicari saat Lebaran dan Idul Adha. Selain karena hanya tersedia pada momen tertentu, proses pembuatannya yang masih tradisional menjadi nilai lebih yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Batipuh.

    Di sisi lain, tradisi pembuatan lamang bakujuik juga menjadi simbol kebersamaan. Masyarakat Batipuh biasanya saling berbagi hidangan ini dengan keluarga, tetangga, dan kerabat saat Lebaran, sehingga mempererat tali persaudaraan.

    Lamang bakujuik tidak sekadar makanan, melainkan bagian dari warisan budaya Minangkabau yang perlu dilestarikan. Tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga kearifan lokal sekaligus merayakan kebersamaan dalam momen-momen spesial.

    Bagi masyarakat yang belum pernah mencicipinya, Batipuh menjadi tempat yang tepat untuk menikmati lamang bakujuik saat Lebaran atau Idul Adha. Kehadirannya yang terbatas menjadikan hidangan ini semakin istimewa.

    Dengan bahan sederhana seperti beras ketan, daun pisang serta melalui proses pembuatan yang penuh ketelitian dan kebersamaan, lamang bakujuik menjadi simbol kekayaan budaya dan cita rasa khas Minangkabau.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pajak Gula Jerman: Perdebatan Kesehatan dan Intervensi Negara

    By adm_imr16 Mei 20261 Views

    Tikar Perang Pasar Durian: Indonesia vs Thailand

    By adm_imr16 Mei 20261 Views

    Keracunan MBG Menyerang 500 Siswa Klaten, Tambah Lagi 252 Siswa di Cakung

    By adm_imr16 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jadwal Live TV SCTV: Pertandingan Final Liga Champion Arsenal vs PSG, Fakta Menarik Berebut Trofi Eropa

    16 Mei 2026

    Populer Kaltim: Pria Tewas Usai Jatuh dari Pohon Mangga Saat Perampokan Kurir

    16 Mei 2026

    50 Soal Ujian Agama Islam Kelas 8 Terbaru 2026-2027

    16 Mei 2026

    PMT Siapkan Pelayaran Perdana CMA CGM ke Tiongkok Selatan

    16 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?